Home Authors Posts by humas

humas

119 POSTS 0 COMMENTS

Bulan Ramadhan, IST AKPRIND Pangkas Jam Kerja

0

Jam Kerja Pegawai IST AKPRIND baik Dosen mupun Tenaga Kependidikan pada Bulan Ramadhan 1439 Hijriah ini akan dipangkas atau dikurangi. Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran dari Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan bernomor 115/SE/WR.II/V/2018 tentang Penetapan Jam Kerja Pegawai pada Bulan Ramadhan 1439 H, ditandatangani oleh Wakil Rektor II, Muhammad Sholeh, S.T, M.T. tertanggal 14 Mei 2018.

Jam Kerja IST AKPRIND pada hari Senin-Kamis yang diluar bulan Ramadhan masuk pukul 07.30 dan pulang pada pukul 16.00, pada bulan Ramadhan ini akan berubah jam masuknya menjadi pukul 08.00 dan pulang pada pukul 15.00. Sementara pada hari Jumat selama bulan Ramadhan, jam kerja pegawai IST AKPRIND pada pukul 08.00 – 14.00. Namun bagi calon mahasiswa baru yang ingin mendaftarkan diri ke IST AKPRIND, selain di hari Senin hingga Jum’at, dapat juga dilayani pada hari Sabtu

(tdj)

Toto Rusianto dan Slamet ASW Raih Penghargaan Dosen dan Tendik Berprestasi 2018

0

Dekan Fakultas Teknologi IST AKPRIND, Dr. Ir. Toto Rusianto dinobatkan sebagai dosen berprestasi IST AKPRIND tahun 2018. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Rektor IST AKPRIND dengan Nomor: 092/SK/Rek/V/2018 tentang Penetapan Dosen Peneliti Terbaik dan Pengabdi Terbaik serta Dosen Berprestasi Tahun 2018. Sementara Tenaga kependidikan (tendik) berprestasi IST AKPRIND tahun 2018 berhasil diraih oleh Slamet. ASW, Pd.SD yang juga menjadi staf Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama. Penghargaan kepada Dosen dan Tendik berprestasi diserahkan oleh Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T bertepatan dengan periangatan Dies Natalis ke 46 IST AKPRIND, di Auditorium kampus I, Sabtu (12/5).

Selain pemberian penghargaan kepada Dosen dan Tendik berprestasi, pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada dosen peneliti terbaik, dosen pengabdi terbaik serta mahasiswa berprestasi IST AKPRIND 2018. Tak ketinggalan pula diberikan penghargaan kepada unit kerja yang telah melakukan Audit Mutu Internal terbaik. Rektor IST AKPRIND berharap dengan pemberian penghargaan kepada mereka yang berprestasi serta telah memeberikan kontribusi terhadap IST AKPRIND tersebut dapat meningkatkan kinerja sumberdaya manusia IST AKPRIND serta dapat memberikan pengaruh positif terhadap sivitas akademika lainnya.

Pemberian penghargaan kepada dosen, tendik, mahasiswa serta unit kerja akan rutin diselenggarakan setiap tahunnya bertepatan dengan peringatan Dies Natalis IST AKPRIND sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan IST AKPRIND terhadap dosen, tendik, mahasiswa serta unit kerja yang ada.

Daftar peraih penghargaan pada peringatan Dies Natalis ke 46 IST AKPRIND Yogyakarta :

  • Dosen Berprestasi Terbaik I : Dr. Ir. Toto Rusianto, M.T. dari program studi Teknik Mesin
  • Dosen Berprestasi Terbaik II : Catur Iswahyudi, S.E., E.Kom., M.Cs., dari program studi Teknik Informatika
  • Dosen Berprestasi Terbaik III : Rokhana Dwi Bekti, S.Si., M.Sc., dari program studi Statistika
  • Dosen Peneliti Terbaik : Dr. Ir. Toto Rusianto, M.T., dari program studi Teknik Mesin
  • Dosen Pengabdi Terbaik : Muhamad Sholeh, S.T, M.T., dari program studi Teknik Informatika
  • Tenaga Kependidikan Berprestasi I : Slamet Adri Sapto Wiyono, A.Ma.Pd.SD
  • Tenaga Kependidikan Berprestasi II : Eni Suprihatin, S.Kom.
  • Tenaga Kependidikan Berprestasi III : Lalu Agung Wardhana.
  • Mahasiswa Berprestasi I : Gideon Eka Dirgantara, mahasiswa program studi Statistika angkatan 2016
  • Mahasiswa Berprestasi II : Raden Ilham Akbar, mahasiswa program studi Teknik Industri angkatan 2015
  • Mahasiswa Berprestasi III : Muhammad Khoirul Huda, , mahasiswa program studi Teknik Industri angkatan 2015
  • Audit Mutu Internal Terbaik Program Diploma 3 : program studi Teknik Industri (D3)
  • Audit Mutu Internal Terbaik Program Sarjana  : Program Studi Teknik Lingkungan (S1)
  • Audit Mutu Internal dengan Tingkat Partisispasi tertinggi : program studi Teknik Geologi (S1)

    (tdj)

Sinergi dan Kolaborasi Berbasis Teknologi : Kompetensi Era Industri 4.0

0

Industri 4.0 merupakan kekuatan, tantangan, peluang, dan ancaman. Kekuatan bila kita secara teknologi dan kompetensi telah siap bersaing, tanpa mengandalkan ilmu/teknologi/produk dari negara lain. Tantangan bagi kita semua untuk membentuk “inventing” Indonesia di masa depan. Peluang bagi sarjana baru karena setiap perubahan adalah peluang. Akan muncul bisnis yang tidak terbayangkan sebelumnya. Ancaman bagi kita yang tidak mau berubah. Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., Dipl. Comp., IPU, Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) saat memberikan pidato ilmiahnya dalam Dies Natalis ke 46 IST AKPRIND Yogyakarta.

Sosok yang juga sebagai Guru Besar Elektronika dan Instrumentasi, fakultas MIPA UGM tersebut menambahkan, Era Industri 4.0 merupakan tantangan bagi anak bangsa untuk mengembangkan industri teknologi informasi, elektronika, dan instrumentasi, serta energi dalam negeri, agar mampu menjawab tantangan pemerintah di era industri 4.0 sehingga TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) produk-produk IT dan energi dapat selalu ditingkatkan sehingga tidak saja memberikan lapangan kerja bagi sarjana Indonesia dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia, tetapi juga memberikan kemandirian industri Indonesia. Saya sebut juga kemandirian energi karena produk IT tidak mungkin dapat digunakan tanpa keberadaan pasokan listrik. Server yang handal sangat mengandalkan kestabilan pasokan listrik, tidak hanya di Jawa, apalagi Jakarta, tetapi juga di setiap sudut wilayah Indonesia, tambahnya.

Bagi Prof. Jazi, sapaan akrab Prof. Dr. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc., Dipl. Comp., IPU, Perguruan Tinggi seyogyanya mengajarkan kompetensi dengan cara project-based dan untuk menyelesaikan persoalan lokal. Project-based adalah mahasiswa tidak diajari tetapi ditantang untuk menghasilkan suatu produk (hardware, atau software, untuk jurusan eksakta ataupun kebijakan untuk jurusan sosial).  Perguruan tinggi juga harus memiliki roadmap. Sebagai contoh, beberapa skripsi harus dapat digabungkan menjadi suatu produk, yang mentrigger terbentuknya startups, yang satu atau dua dari ratusan atau ribuan startups ini diharapkan menjadi usaha sukses yang menghasilkan lapangan kerja, kesejahteraan, dan melepaskan ketergantungan pada import. Mengapa ini belum dilakukan? Jawabnya sederhana, yaitu karena kolaborasi dan sinergi adalah kebuah kemewahan, bahkan di dalam satu jurusan! Sejak kecil, kita dididik dengan penghargaan individu. Prestasi adalah prestasi individu (juara umum, juara kelas, juara karate tingkat kabupaten, dsb.). Tidak ada prestasi kelompok. Kalaupun ada, kolompok satu universitas, yang memunculkan anggapan satu universitas lebih baik dari lainnya, dalam segala hal, dalam semua aspek. Semestinya, ada pemetaan kompetensi universitas. Untuk jurusan yang sama, perguruan tinggi, tidak menekuni kompetensi yang sama. Penyeragaman adalah sesuatu yang berbahaya.

Apa yang dipelajari selama proses pendidikan telah membentuk bagaimana kita merumuskan masalah, memecahkan masalah, dan mencari solusi. Selain itu juga bagaimana kita harus berpihak kepada kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, berpihak kepada keadilan, kejujuran, integritas akademik, kedaulatan rakyat, keTuhanan dsb. Inilah yang membuat kita optimis bahwa kita akan dapat berperan di tataran nasional maupun internasional dengan menyumbangkan kompetensi kita untuk kepentingan ummat manusia. Tantangan bagi IST AKPRIND adalah bagaimana membuat IST AKPRIND yang baru berumur 46, tetapi inovasi, sinergi dan kolaborasi, membuat percepatan pendewasaan IST AKPRIND, pungkasnya. (tdj/ist)