Home Authors Posts by humas

humas

189 POSTS 0 COMMENTS

IST AKPRIND kembali tambah 5 Dosen tersertifikasi

0

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi yang diangkat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengakuan kedudukan dosen sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud harus dibuktikan dengan sertifikat pendidik. IST AKPRIND sebagai institusi pendidikan tinggi senantiasa meningkatkan profesiolisme dosen dengan mendorong agar seluruh dosen dapat tersertifikasi. Terakhir 5 dosen muda IST AKPRIND memperoleh sertifikat pendidik dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Dengan memperoleh sertifikat pendidik, para dosen telah diakui oleh pemerintah bahwa yang bersangkutan memiliki kompetensi mendasar sebagai dosen yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial serta kompetensi profesional.

Dra. Bernadetta Eko Putranti, M.Hum., Nidia Lestari, S.T., M.Eng., (Jurusan Teknik Mesin), Prita Haryani, S.Pd., M.Eng.,  Rosalina Arum Kumalasanti, S.T., M.T. (Jurusan Teknik Informatika) serta Maria Titah Jatipaningrumm, S.Si., M.Kom (Jurusan Statistika) menjadi dosen terbaru yang menerima sertifikat pendidik. Pemberian Sertifikat secara simbolik diserahkan oleh Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T. di ruang kerjanya, Rabu (14/11). Rektor menyampaikan bahwa memperoleh sertifikat pendidik serta bergelar magister merupakan kualifikasi minimal yang harus dimiliki oleh seorang dosen. Sehingga pihaknya berharap dengan telah diterimanya sertifikat pendidik tersebut dapat menjadi cambuk serta motivasi para dosen muda untuk bekerja lebih profesional lagi. Sebagai dosen yang akan melanjutkan keberlangsungan proses pendidikan di IST AKPRIND, para dosen muda memiliki tugas yang tidak ringan. Apalagi dalam beberapa tahun kedepan paling tidak terdapat 3 hingga 5 dosen senior yang memasuki purna tugas setiap tahunnya.

Selain pemberian sertifikat pendidik pada 5 dosen, pada kesempatan tersebut rektor juga menyerahkan SK Penyesuaian Ijazah dari Yayasan Pembina Potensi Pembangunan kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah menyelesaikan studi lanjutnya. Salah satunya diberikan kepada Dr. Hadi Saputra, S.T., M.Eng dosen jurusan Teknik Mesin IST AKPRIND, yang beberapa waktu lalu menyelesaikan studi doktoralnya di Fakultas Teknik, Universitas Gadjahmada. Sehingga menambah dosen bergelar doktor pada jurusan Teknik Mesin menjadi 7 orang. (tdj)

LKIR V Informatika Nasional 2018, SMKN 1 Donorejo Pacitan boyong Trophy Gubernur DIY

0
Rektor IST AKPRIND mengunjungi salah satu booth peserta

Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) V Informatika Nasional 2018 yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Informatika IST AKPRIND dan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HUMANIKA) melahirkan juara baru. Pada LKIR tahun 2017, Piala Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang menjadi piala bergilir diraih oleh SMA dari kota Yogyakarta. Namun pada gelaran final LKIR V 2018 ini, Piala bergilir Gubernur DIY berpindah menuju kota Pacitan Jawa Timur, setelah tim dari SMKN 1 Donorejo Pacitan berhasil menggunguli 14 tim finalis lainnya.

Babak final LKIR dibuka secara resmi oleh Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T, Senin (12/11) di Auditorium kampus I.  Kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Informatika IST AKPRIND dan  HUMANIKA tersebut pada tahun ini mengangkat tema “Inovasi Generasi Muda Berbasis IT”. Ketua jurusan Teknik Informatika, Uning Lestari, S.T., M.Kom menuturkan bahwa LKIR ini merupakan media kompetisi karya-karya siswa tingkat SMA/SMK/MA sederajat untuk bersaing di bidang Information Technology (IT) dengan menampilkan produk-produk  aplikasi software.  Uning Lestari menambahkan bahwa LKIR diselenggarakan melalui beberapa tahapan yaitu tahap seleksi serta babak final. Pada tahap seleksi awal terdapat lebih dari 30 karya ilmiah  yang dikirim oleh tim-tim dari berbagai wilayah di Indonesia seperti  Pekanbaru, Kendari, Bulukumba, Lombok, Malang, Surabaya,Semarang, Pacitan, Wonogiri , Kendal, serta Yogyakarta yang masuk ke meja panitia. Dari sekian banyak karya tersebut diseleksi oleh dewan juri dan diputuskan 15 tim  maju ke babak final.

Peserta menjelaskan karyanya kepada Dewan Juri

Terpisah Ketua panitia LKIR 2018, Galang Paratama Sukma Putra yang didampingi ketua Humanika Hariyo Utomo mengemukakan bahwa 15 tim finalis yang masuk putaran final adalah SMAN 11 Kendari Sulawesi Tenggara, SMAN 5 Bulukumba Sulawesi selatan, SMA 1 Yogyakarta, SMAN 1 Tanjung Lombok Utara, SMK Bina Utama Kendal, SMKN 1 Donorejo Pacitan, SMK 2 Pengasih Kulon Progo, SMK Telkom Malang, MAN 1 Gresik, SMKN 2 Depok Sleman, SMAN 15 Semarang, SMKN2 Magelang, SMA Santa Maria Surabaya serta MA Nurul Ummah Yogyakarta. Para peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri yang terdiri dari Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom, Catur Iswahyudi, S.Kom, S.E., M.Cs., MTA serta Uning Lestari, S.T., M.Kom. Selain itu peserta juga diberikan kesempatan untuk memamerkan hasil karyanya di booth yang disediakan oleh panitia.

Aplikasi Game Edukasi Budaya Wayah Beber peraih Juara I

Dari hasil penilaian dewan juri akhirnya diputuskan bahwa karya ilmiah berjudul Aplikasi Game Edukasi Budaya Wayah Beber karya SMKN 1 Donorejo Pacitan tampil sebaga yang terbaik sehingga berhak memboyong trophy bergilir Gubernur DIY, trophy tetap serta uang pembinaan sebesar 2,25 juta rupiah. Juara II diraih oleh SMKN 2 Depok Sleman dengan karya Sistem Deteksi Sampah pada Aliran Sungai, sehingga berhak atas trophy dan uang pembinaan senilai 1,5 juta rupiah. Sementara juara III dengan hadiah trophy dan uang pembinaan 1 juta rupiah diraih oleh SMAN 5 Bulukumba Sulawesi Selatan dengan karya berjudul Edukatif Game Anti Narkoba. Juara Tim Favorit diraih oleh MA Nurul Ummah Yogyakarta dengan judul Game Edukasi Sistem Periodik Unsur (SPU) Kimia, sedangkan juara poster terbaik oleh SMAN 15 Semarang dengan karya berjudul “Savior,s Glove” sebagai Penolong Korban Bencana. (tdj)

Waspada Kebakaran, Pelatihan Penggunaan APAR ditingkatkan

0

Bahaya akan kebarakan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Terutama di area perkantoran. Perkantoran seperti IST AKPRIND termasuk area yang rawan terjadinya kebakaran. Tingginya penggunaan daya listrik serta banyaknya material yang mudah terbakar diperlukan adanya kesadaran yang tinggi baik dari pegawai maupun pengelola gedung. Agar jika sewaktu-waktu terjadi ancaman bahaya kebakaran dapat segera dilokalisir serta diatasi. Sehingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan atau lebih sering disebut APAR harus tepat dan efektif. Guna meningkatkan keterampilan mengatasi bahaya kebakaran, Unit Pelaksana Teknis Satuan Keamanan, Ketertiban dan Keselamatan Kampus (UPT SK4) IST AKPRIND menyelenggarakan pelatihan penggunaan APAR bagi anggota, di Kampus 1 IST AKPRIND, Sabtu (10/11).

Pelatihan penggunaan APAR menurut Lalu Agung Wardhana selaku Kepala UPT SK4 IST AKPRIND rencananya akan rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Hal tersebut bertujuan agar anggota SK4 bukan hanya sekedar pernah menggunakan APAR namun juga terampil dan efektif dalam penggunaannya. Menurut Lalu Agung, dengan pelatihan yang rutin diharapkan anggota SK4 mampu mengetahui kondisi dan tindakan untuk pencegahan kebakaran di area kerja. Serta mampu memadamkan kebakaran tingkat awal dan mengamankan lokasi kebakaran. Saat ini di IST AKPRIND memiliki 2 jenis APAR yang diletakkan pada tempat-tempat strategis, yaitu jenis Powder dan jenis Halon. Jenis Powder sering pula disebut DCP yang merupakan singkatan dari Dry Chemical Powder. Ciri yang mudah diamatai dari jenis ini adalah tabung APAR berwarna Merah. Sementara Jenis Halon berisi gas carbon monoksida (CO). Gas CO dapat mematikan api dengan mengeluarkan cairan yang dingin. Pengguna APAR jenis Halon tidak diperkenankan memegang Nozle saat melakukan pemadaman karena tangan bisa menjadi kaku karena beku yang dapat berakibat fatal. Ciri APAR dengan gas halon, tabungnya berwarna hijau, pungkas Lalu Agung.

Pelatihan penggunaan APAR di IST AKPRIND yang diikuti oleh 25 anggota SK4 dan beberapa pegawai perwakilan unit kerja turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Muhammad Sholeh, S.T., M.T., serta Kepala Biro Adminitrasi Umum IST AKPRIND, Ir. Joko Susetyo, M.T. Pada pelatihan ini IST AKPRIND menggandeng instruktur dari pihak ketiga yang juga perusahaan yang bergerak di bidang keselamatan kerja dan pemadaman kebakaran serta vendor peralatan pemadam kebakaran. (tdj)