Home Authors Posts by humas

humas

80 POSTS 0 COMMENTS

IST AKPRIND loloskan 2 Tim pada Seleksi Tahap I Robot KRI 2018

0

2 Tim Robot hasil karya mahasiswa IST AKPRIND mampu lolos seleksi tahap I Kontes Robot Indonesia (KRI) tahun 2018. 2 Tim tersebut adalah Tim Brahmana yang juga Juara Nasional KRI kategori ABU tahun 2017 lalu, sementara satu tim lainnya adalah Sarotama yang akan tampil pada kategori Kontes Robot Pemadam Api Berkaki (KRPAI Berkaki). Hasil seleksi Tahap I KRI Tahun 2018 tertuang dalam Surat Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Nomor 262/B3.1/KM/2018 tertanggal 23 Januari 2018.

Agar mampu lolos pada tahap berikutnya tim-tim yang lolos pada tahap I harus membuat presentasi dalam bentuk softcopy serta dokumentasi foto dan video sesuai dengan kategori masing-masing untuk dikirimkan kembali ke Panitia Pusat KRI 2018 irektur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Kemenristekdikti.

Kontes Robot Indonesia (KRI) adalah ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. ​Kontes Robot Indonesia ini dapat diikuti oleh oleh tim mahasiswa pada Perguruan Tinggi yang tercatat di Kemenristekdikti. KRI 2018 terdiri dari 5 (lima) divisi, yaitu: 1. Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI); 2. Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI); 3. Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI); 4. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid; dan 5. Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda.

KRI 2018 dilaksanakan bekerja sama dengan Perguruan Tinggi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Kontes Tingkat Regional dan Kontes Tingkat Nasional. Kontes Tingkat Regional akan diselenggarakan pada 4 (empat) wilayah Regional, yaitu: Regional 1 (area Sumatera), Regional 2 (area Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat, dan Sulawesi), Regional 3 (area Jawa bagian tengah, kalimantan bagian timur dan selatan), dan Regional 4 (area Jawa bagian timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua).

Lomba “Creative Industries Competition” Tingkat SLTA

0

CIC (Creative Industries Competition) merupakan suatu perlombaan tingkat SMA/sederajat tingkat DIY dan Jateng,acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) IST AKPRIND Yogyakarta yang mana acara ini diselenggarakan 1 (satu) tahun sekali. Acara ini merupakan suatu ajang dimana acara CIC ini bertujuan untuk menjaring temuan-temuan hasil kreatifitas para siswa-siswi ditingkat SMA sederajat yang berupa sebuah produk yang berbasis bidang Industri. Untuk tahun ini acara CIC ini mengusung tema “Young Innovator on Creativity for Industrial Living”,sesuai dengan tema bahwa acara ini untuk mencari inovator-inovator muda yang memiliki temuan  yang kreatif, unik dan baru untuk kelangsungan Industri khususnya di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Acara CIC sendiri untuk tahun ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2018 yang mana dalam acara ini akan dicari tentunya juara-juara dari beberapa kategori, dalam acara ini ada 2 kategori, kategori pertama yaitu kategori terbaik dalam mempresentasikan produk tim nya dengan baik dan sesuai dengan kategori penilaian yang ada dan untuk juaranya ada 3 (tiga) juara yaitu juara 1,2 dan 3 kemudian ada kategori favorit dengan hanya satu juara. acara CIC ini menggunakan sitem penilaian yang sudah ditentukan dan merupakan penilaian dari juri dan hasil pemilihan dari audience pada saat expo atau pameran berlangsung untuk penentuan juara favoritnya. Acara ini sangat mengharapkan partisipasi dari siswa-siswi untuk mau atau ikut berpartisipasi dan mengembangkan kreatifitasnya dan dituangkan pada wadah yang mana dalam acara CIC ini sendiri. Dengan diselenggarakannya CIC ini semoga dapat meningkatkan mutu dari siswa-siswi itu sendiri dan juga untuk berkontribusi terhadap kelangsungan dan kemajuan Industri di Indonesia.

Cara pendaftarannya mudah, klik saja Daftar Lomba CIC

*satu tim terdiri dari 3 siswa/siswi dengan 1 (satu) pembimbing. Setiap sekolah dapat mengajukan lebih dari 1 tim dengan 1 pembimbing saja. Tunggu apalagi, daftarkan tim kalian sekarang, dapatkan pengalaman yang luarbiasa di kompetisi ini.

25 Mahasiswa IST AKPRIND ikuti Diksar Menwa Yudha XLI

0

25 Mahasiswa dari berbagai jurusan di IST AKPRIND akan mengikuti pendidikan dasan calon anggota satuan Resimen Mahasiswa Batalyon V IST AKPRIND Yogyakarta. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Ir. Joko Waluyo, M.T., melepas secara resmi peserta pendidikan dasar Yudha XLI Resimen Mahasiswa Batalyon V di halaman IST AKPRIND, Kamis (15/2).

17 mahasiswa dan 8 mahasiswi IST AKPRIND yang mengikuti pendidikan dasar ini nantinya akan bergabung dengan sekitar 240 peserta lain yang berasal dari 23 PTN/PTS di Yogyakarta. Dengan 25 mahasiswa tersebut, IST AKPRIND dinobatkan sebagai perguruan tinggi yang mampu mengirimkan peserta terbanyak dibandingkan perguruan tinggi lain di Yogyakarta. Pendidikan dasar Resimen Mahasiswa Yudha XLI akan berlangsung mulai hari ini hingga Kamis (1/3) mendatang. Joko Waluyo berharap peserta pendidikan ini nantinya akan memiliki sikap mental sebagai angota Resimen Mahasiswa Mahakarta Satuan IST AKPRIND Yogyakarta sehingga mempunyai kesadaran melakukan Bela Negara serta mempertanggungjawabkan tugasnya sebagai Mahasiswa di lingkungan Kampus dan di Masayarakat, khususnya di bidang kepemudaan.

Edi Rahadi selaku Kepala Satuan Menwa Batalyon V IST AKPRIND menyampaikan, pendidikan dasar  yudha XLI tahun 2018 ini peserta akan dikarantina terlebih dahulu mulai hari ini Kamis (15/2) hingga Jum’at (16/2) besok siang. Kebetulan tahun ini, IST AKPRIND mendapat kehormatan sebagai tempat karantina peserta pendidikan di Yogyakarta. Bari pada Jum’at siang besok peserta akan bergeser ke Depo Pendidikan Bela Negara Rindam IV Diponegoro di Magelang sebelum kembali lagi ke Yogyakarta, Rabu (28/2) mendatang.  Masih menurut Edi Rahadi tujuan pendidikan dasar ini adalah sebagai bentuk pembekalan persiapan calon anggota dalam rangka mengikuti Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa Mahakarta dan menumbuhkembangkan kemampuan calon anggota Menwa sebagai penerus pejuang bangsa, pembela negara dan pembangunan nasional. Sehingga anggota Menwa nanti akan memiliki bekal dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban sebagai warga negara untuk ikut serta dalam usaha pembelaan negara. Dalam pendidikan ini natinya juga akan ditanamkan dasar-dasar kepemimpinan dan kesadaran akan pembelaan negara dengan tidak melupakan tujuan pendidikan akademik dan lainnya. Selain itu juga sebagai upaya membentuk kepribadian dan pola tingkah laku Menwa dalam tatanan pergaulan dan pembawaan di tengah masyarakat luas dengan fisik serta mental yang telah terbentuk, tutupnya. (tdj)