Home Authors Posts by humas

humas

284 POSTS 0 COMMENTS

SDM Unggul, Indonesia Maju

0

Era digital masyarakat dituntut memiliki etos kerja kreatif inovatif serta disiplin selain keuletan bekerja dan belajar serta berbagi agar berperan dalam kemajuan dunia. Sehingga nilai-nilai progresif untuk merebut ilmu, teknologi dan ekonomi. Untuk itu masyarakat harus menumbuhkan kultur baru culture of excellence kultur keunggulan yang dimulai dari pendidikan. Demikian disampaikan Gubernur DIY, Dri Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutannya pada Upacara peringatan detik-detik peroklamasi kemerdekaan RI ke 74 dihalaman IST AKPRIND Yogyakarta yang dibacakan oleh Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., (Sabtu, 17/8).

Gubernur DIY menambahkan, dengan dipandu strategi yang cerdas serta dimotori inovasi kreatif dan dikawal sikap antisipatif-responsif maka sumberdaya akan mumpuni. Namun keunggulan sumberdaya juga harus didasari dengan pondasi yang kuat yaitu budaya. Budaya yang bertumbuh ialah kerja keras, disiplin, berhemat dan mengutamakan pendidikan. Merujuk tema peringatan HUT RI 74, esensinya adalah pembangunan harus berpusat pada manusia unggul, dimana saat ini mesti dikuatkan sebagai wahana menuju peradaban maju yang bermartabat.

Upacara peringatan HUT RI ke 74 di IST AKPRIND diselenggarakan di halam IST AKPRIND. pacara peringatan HUT RI ke 74 diikuti oleh seluruh pegawai baik dosen maupun tenaga kependidikan. Hadir pula jajaran pengurus Yayasan Pembina Potensi Pembangunan selaku badan penyelenggara IST AKPRIND. (tdj)

IST AKPRIND Bantu Alat Pengering Kerupuk Rambak di Gantiwarno, Klaten

0

Dusun Bayanan, Gesikan, Gantiwarno, Klaten merupakan desa yang sebagian warganya memproduksi kerupuk rambak. Pemasaran dilakukan secara tradisional, dengan dijual di pasar atau melului koperasi. Proses pembuatan dilakukan secara manual dengan alat sederhana karena keterbatasan pendanaan dan inovasi dari pengrajin. Masalah yang dihadapi mulai dari peralatan hingga pemasaran dan persaingan usaha dari daerah lain. Masalah yang paling menonjol adalah proses pengeringan dari kerupuk rambak yang sudah dipotong. Proses pengeringan menjadi kunci dari kerupuk rambak, sebab apabila pengeringan tidak sempurna, saat penggorengan akan boros minyak goreng dan tidak mengembang. Sehingga produk yang demikian ini tidak layak jual dan hanya dibuang.

Melihat permasalahan yang dihadapi pembuat kerupuk rambak, tim abdimas IST AKPRIND dengan ketua tim pengusul, Dr. Ir. Sudarsono, M.T., menawarkan solusi agar pengeringan bahan kerupuk rambak menjadi sempurna kepada salah satu pembuat kerupuk rambak, Sriwijaya. Solusi yang ditawarkan adalah Alat pengering bahan kerupuk rambak yang ramah lingkungan. Alat pengering hasil karya tim abdimas IST AKPRIND tersebut tidak menggunakan bahan bakar dan hanya dengan memaksimalkan panas dari sinar matahari. Sehingga pengeringan akan jauh lebih maksimal dan lama pengeringan dapat dipercepat, sehingga jumlah produksi dapat meningkat. Kondisi alat pengering yang tertutup juga akan melindungi kerupuk rambak dari debu dan saat hujan turun. Sebab selama ini pengeringan hanya dilakukan dengan menaruh potongan kerupuk rambak pada lantai. Kondisi ini juga akan berakibat fatal apabila terjadi hujan tiba-tiba, kerupuk rambak yang sudah menjadi kering akan menjadi basah kembali.

Ketua Tim Pengusul Dr. Ir. Sudarsono, M.T., didampingi dua anggotanya Hadi Prasetyo Suseno, S.T., M.Si., Yuli Purwanto, S.T., M.Eng. mengungkapkan bahwa abdimas ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat dengan judul Rancang Bangun Alat Pengering Kerupuk Rambak yang Ramah Lingkungan dan Pengolahan Limbah Minyak Goreng yang dibiayai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Sudarsono menambahkan bahwa Perguruan Tinggi memiliki kewajiban menerapkan ilmu-ilmu dalam pendidikan untuk dibadikan kepada masyarakat. Hal tersebut merupakan salah satu implementasi tridharma perguruan tinggi. Salah satunya adalah alat pengering rambak ini. Penerapan iptek bagi masyarakat dengan penggunaan alat pengering yang ramah lingkungan merupakan penerapan inovasi melalui Teknologi Tepat Guna ( TTG ) yang akan mempengaruhi tata nilai dalam masyarakat. Pada kesemptan tersebut, tim abdimas IST AKPRIND juga memberikan pemahaman tentang pentingnya kebersihan dalam meproduksi makanan. (tdj)

IST AKPRIND Dampingi Warga Pengkok kelola Geowisata Gunung Ireng

0

IST AKPRIND Yogyakarta melalui tim pengabdian kepada masyarakat (abdimas) melakukan pendampingan pengelolaan tempat wisata alam Geowisata Gunung Ireng kepada warga Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Tiga dosen dari jurusan Teknik Geologi, Dr. Sri Mulyaningsih, S.T., M.T., Dina Tania, S.T., M.T., dan Nur Widi Astanto Agus Triheriyadi, S.T., M.T., secara intensif mendampingi serta memberikan pemahaman kepada warga tentang potensi geologi yang dimiliki oleh Desa Pengkok untuk dijadikan destinasi wisata unggulan. Dengan judul abdimas “Master Plan Pengelolaan Geowisata dan Museum Geologi Gunung Api Purba Gunung Ireng”, tim yang dipimpin Dr. Sri Mulyaningsih tersebut mendapatkan dukungan dari Kemenristekdikti melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM).

Camat Patuk, R. Haryo Ambar Suwardi, SH, MSi, disela-sela kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IST AKPRIND, Senin (12/8) berpesan kepada warga, bahwa pengembangan Gunung Ireng menjadi destinasi wisata minat khusus harus memberikan kemanfaatan bagi warga Desa Pengkok khususnya di dusun Srumbung. Sehingga pihak-pihak yang terkait sedari dini harus mampu memetakan hal-hal yang mungkin akan dihadapi agar tidak menjadi konflik di kemudian hari. Mengingat beberapa area yang terdampak pengembangan Gunung Ireng merupakan tanah hak milik warga. Sementara itu Lurah Desa Pengkok menuturkan, saat ini Gunung Ireng sudah beroperasi menerima kedatangan wisatawan. Beberapa komunitas pemburu matahari terbit, matahari terbenam hingga pemburu bintang pada malam hari secara rutin mengunjungi wilayahnya. Saat ini pihaknya bersama dengan tim abdimas IST AKPRIND sedang melakukan pembangunan jogging track mengitari Gunung yang telah dimulai pelaksanaannya. Selain itu akan segera pula dibangun lahan parkir yang mampu menampung bis ukuran besar, mengingat saat ini baru bis ukuran sedang serta mobil saja yang mampu menjangkau wilayah Gunung Ireng.

Terpisah, kepala tim abdimas IST AKPRIND, Dr. Sri Mulyaningsih, S.T., M.T., mengaku pihaknya berkomitmen penuh menmbantu pengembangan wisata di Guning Ireng ini. Selain lokasinya yang sangat menarik, di lokasi ini masyarakat dapat belajar dunia Geologi utamanya terkait batu-batuan. Sebab, menurut sosok yang juga menjabat Dekan Fakultas Teknologi Mineral, IST AKPRIND tersebut, di wilayah ini masih banyak ditemukan batuan langka yang sangat jarang ada di daerah lain. Memberikan pemahaman dan pendampingan kepada warga menjadi sangat penting, sebab pada beberapa tahun yang lalu masih terdapat masyarakat yang menggunakan batu pada Gunung Ireng untuk pembangunan. Telah terbentuknya kelompok sadar wisata (pokdarwis) Gunung Ireng juga membuktikan bahwa masyarakat Pengkok juga memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan potensi diwilayahnya, pungkas Sri Mulyaningsih. (tdj)

Daftar sekarang