Home Authors Posts by humas

humas

260 POSTS 0 COMMENTS

Kerjasama dengan Pertamina, IST AKPRIND miliki SPBU di Area Kampus

0

IST AKPRIND Yogyakarta menjadi pilot Project pendirian Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di area kampus oleh PT. Pertamina Retail. Dengan demikian, IST AKPRIND merupakan Perguruan Tinggi pertama di Indonesia yang memiliki SPBU COCO (Company Owned Company Operated). SPBU  IST AKPRIND terletak di Kampus III IST AKPRIND, Jalan Bimasakti, Sapen Gondokusuman. Atau tepatnya disebelah timur kantor kecamatan Gondokusuman. Peresmian SPBU IST AKPRIND ditandai dengan pengguntingan pita oleh Direktur Utama PT. Pertamina Retail, Soyan Yusuf dan Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir. Hamzah, M.T, (Sabtu, 25/5) dilanjutkan dengan pengisian perdana bahan bakar minyak berjenis Pertalite kepada konsumen.

Direktur Utama PT Prtamina Retail, Sofyan Yusuf saat dihadapan tamu undangan yang hadir mengungkapkan bahwa SPBU masuk kampus baru dirintis pertama kali oleh IST AKPRIND Yogyakarta. Hal ini tak lepas dari upaya IST AKPRIND yang telah lama menjalin kerjasama dengan PT Pertamina. Setelah IST AKPRIND rencananya akan ada 9 (sembilan) perguruan tinggi lagi yang telah masuk dalam perencanaan. Sofyan Yusuf yang lebih akrab dipanggil Soyu menambahkan bahwa SPBU IST AKPRIND ini merupakan SPBU COCO, hal ini berarti menambah SPBU COCO yang ada di Yogyakarta menjadi 4 (empat) lokasi. SPBU COCO sebelumnya telah ada di Jl. Kompol B Suprapto (Lempuyangan), Jl. HOS. Cokroaminoto (Tegal Rejo) dan Jl. Lkasda Adi Sucipto (barat pertigaan Janti). Kini bertambah satu lagi di kampus IST AKPRIND. SPBU di IST AKPRIND merupakan SPBU Mini dengan menjual BBM jenis Pertalite. Namun walaupun mini, peralatan yang digunakan merupakan standar Pertamina, bahkan masyarakat dapat bertransaksi di SPBU ini secara digital. Selain BBM di SPBU ini juga tersedia produk lain dari Pertamina seperti minyak pelumas dan lain sebagainya.

Sementara Rektor IST AKPRIND mengaku bahagia dengan mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari Pertamina. Hal ini tek lepas dari upaya IST AKPRIND sejak tahun 2016 yang berkeinginan menjalin kerjasama pendirian SPBU di kampus. Banyaknya alumni IST AKPRIND yang berkarir di Pertamina menjadi salah satu kelebihan IST AKPRIND sehingga mendapatkan kepercayaan ini. Dengan lokasi yang sangat strategis di tengah kota, SPBU ini lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. (tdj)

Raih Hibah PP-PTS, IST AKPRIND Terima Bantuan Senilai 1,1 Milyar

0

IST AKPRIND berhasil meraih Hibah Program Pengembangan Perguruan Tinggi Sawasta (PP-PTS) skema B tahun 2019. Dalam presentasi yang diselenggarakan di Hotel Ciputra Jakarta, Sabtu (18/5), tim IST AKPRIND yang mengusulkan jurusan Teknik Mesin dan Teknik Informatika mampu tampil meyakinkan dengan data-data yang lengkap sehingga berhasil memenangkan hibah Skema B tersebut bersama dengan 22 Perguruan Tinggi lainnya se- Indonesia. Dengan memenangkan hibah ini IST AKPRIND akan mendapat bantuan berupa peralatan laboratorium untuk program studi Teknik Informatika dan Teknik Mesin senilai hampir 1,1 Milyar rupiah.

Dalam presentasi tersebut tim IST AKPRIND terdiri dari Ir. Muhammad Yusuf, MT (Ketua Tim), Tim Teknis Erna Kumalasari Nurnawati S.T.,M.T (Teknik Informatika) dan Nidia Lestari S.T.,M.Eng (Teknik Mesin). Tim juga didampingi langsung oleh Rektor IST AKPRIND Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T,  dan Ketua Yayasan Pembina Potensi Pembangunan Ir. H. Sagoro Wedy,M.M. Setiba kembali di Kampus IST AKPRIND, Rektor beserta dengan tim hibah PP-PTS IST AKPRIND mengaku gembira dengan lolosnya proposal sehingga layak didanai oleh Kemeristekdikti. Menurut ketua tim, Ir. Muhamad Yusuf, M.T. PP-PTS Skema B Tahun 2019 merupakan program bantuan sarana untuk pengembangan institusi yang ditujukan untuk peningkatan produktivitas dan relevansi lulusan melalui penguatan proses pembelajaran dan kualitas lulusan, sehingga dapat meningkatkan kinerja perguruan tinggi swasta. Bantuan diberikan dalam bentuk barang yang berupa peralatan laboratorium dan peralatan pendidikan yang terkait dengan peningkatan produktivitas dan relevansi lulusan.

Hibah PP-PTS merupakan upaya Kemenristekdikti untuk meningkatkan mutu Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Dalam kompetisi hibah tersebut tredapat dua skema yaitu Skema A dan Skema B. Skema A diperuntukkan bagi Perguruan Tinggi dengan Cluster 4 dan 5 sedangkan Skema B diperuntukkan bagi Perguruan Tinggi di Cluster 3. Hibah ini diselenggarakan untuk meningkatkan produktifitas dan relevansi lulusan yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi serta diharapkan dapat meningkatkan klasterisasi. IST AKPRIND dinyatakan eligible untuk mengirimkan proposal hibah ditinjau dari laporan Pangkalan Data Perhuruan Tinggi (PDPT) yang disampaikan setiap semesternya.

Program ini bertujuan memfasilitasi dan mendorong perguruan tinggi swasta untuk penguatan proses pembelajaran dan peningkatan kualitas lulusan. Secara khusus PP-PTS Skema B ditujukan untuk peningkatan produktivitas dan relevansi lulusan melalui penguatan proses pembelajaran dan kualitas lulusan melalui pemanfaatan sumber daya secara hemat dan bertanggung-jawab. Beberapa perbaikan yang diharapkan antara lain ditandai dengan peningkatan jumlah lulusan, penurunan waktu penyelesaian tugas akhir, penurunan rata-rata masa studi lulusan, penurunan waktu tunggu lulusan untuk mendapat pekerjaan, melalui optimalisasi pemanfaatan sumberdaya, baik yang menyangkut sumberdaya manusia, sumberdaya fisik (tingkat utilisasi ruangan dan peralatan), sumberdaya uang (penekanan unit cost), dan sebagainya. (tdj)

47 tahun, IST AKPRIND Konsisten kedepankan Penguasaan Pengetahuan dan Teknologi

0

Empat puluh tujuh tahun sudah IST AKPRIND berdiri, tantangan dan beban ke depan semakin berat dan sulit, hanya akan dapat dihadapi dengan baik jika IST AKPRIND secara terus menerus melakukan perubahan dan perbaikan sistem kinerjanya. Peningkatan efisiensi, efektivitas dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan IST AKPRIND. Demikian disampaikan oleh Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., dihadapan tamu undangan dalam rangka peringatan Dies Natalis ke 47, di Auditorium IST AKPRIND, Senin (13/5).

Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta sebagai sebuah perguruan tinggi berusaha memberikan pendidikan yang mengedepankan penguasaan pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan bangsa dan Negara. Salah satu tujuan IST AKPRIND Yogyakarta adalah mencetak sarjana dan ahli madya sains dan teknologi yang berjiwa entrepreneur (kewirausahaan) dan memiliki karakter disiplin, jujur, bermoral dan kompeten dibidangnya. Cita-cita IST AKPRIND Yogyakarta telah sejalan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0 dekade ini. Rekktor menambahkan kombinasi dunia siber dan fisik menuntut tenaga kerja mampu menganalisa data serta menilai kualitas dan bias data. Penciptaan lingkungan belajar yang kondusif dan pembelajaran yang baik akan menciptakan inovasi-inovasi teknologi dan berbagai program kreativitas mahasiswa. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu dikedepankan demi menciptakan lulusan yang handal dan dapat bersaing secara nasional maupun internasional. Revolusi Industri 4.0 tentu juga memberikan permasalahan baru bagi dunia pendidikan khususnya PT, teknologi yang terbentuk berbasis pengembangan sudah tidak mencukupi untuk menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Revolusi Industri 4.0 menuntut pekerja yang bekerja keras, berpendidikan mandiri dengan inisiatif untuk mengatur waktu dan pekerjaannya.

Dunia pendidikan khususnya Pendidikan Tinggi menjadi tumpuan dalam salah satu strategi nasional, khususnya Peningkatan Kualitas SDM. Imbas dari Revolusi Industri 4.0 dimana didominasi komunikasi telah menciptakan Era Disrupsi Teknologi, yang secara harfiah dimaknai dengan perubahan cara menggunakan teknologi. Intan Ahmad (profesor ITB) sewaktu menjabat Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (2016-2018), menjabarkan beberapa kebijakan yang telah diambil yaitu: Reorientasi Kurikulum (Literasi Baru, Entrpreneurship, Internship), Hybrid Learning Online, Life-long Learning, dan GEN-RI 4.0 (General Education dan Kompetensi Revolusi Industri 4.0). Beliau menekankan pentingnya reorientasi kurikulum pada Rakernas Ristekdikti 2018, dimana Literasi Lama (membaca, menulis, dan matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat tidak cukup memadai lagi. Lulusan harus lebih kompetitif, untuk itu diperlukan Literasi Baru meliputi Literasi Data yaitu kemampuan untuk membaca, analisis, dan menggunakan informasi di dunia digital, Literasi Teknologi yaitu memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, artificial intelligence, dan enginering principles), dan Literasi Manusia yaitu humanitas, komunikasi dan desain (leadership, team work, cultural agility, entrepreneurship). (tdj)

Daftar sekarang