Home Authors Posts by humas

humas

284 POSTS 0 COMMENTS

Pengolah Air Mineral Tenaga Surya, kurangi Kandungan Kapur dalam Air

0

Ir. Gatot Santosa, M.T., dosen Teknik Elektro IST AKPRIND membuat Pengolah Air Mineral untuk Mengurangai Kesadahan Air Bertenaga Surya untuk mengurangi kandungan kapur didalam air. Dibantu Ir. Slamet Hani, M.T dari jurusan Teknik Elektro dan Drs. Petrus Wisnubroto, M.Si dari jurusan Teknik Industri, pembuatan pengolah air mineral tenaga surya tersebut merupakan realisasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) skema Program Kemitraan Masyarakat yang dibiayai oleh Kemristek Dikti. Menurut Gatot Santosa, melalui alat ini, tingkat kesadahan air dapat diturunkan pada kisaran 70-80 mg/liter. Sehingga air yang telah melalui proses pengolahan alat ini benar-benar aman untuk dikonsumsi.

Pengolah Air Mineral untuk Mengurangai Kesadahan Air Bertenaga Surya buatan Gatot Santosa dan timnya diserahkan kepada warga Padukuhan Ploso II, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (6/8). Pemilihan lokasi di Gunungkidul merupakan pilihan yang tepat karena kandungan kapur di wilayah ini sangat tinggi. Alat Pengolah Air Mineral untuk Mengurangai Kesadahan Air Bertenaga Surya diserahkan oleh Tim Abdimas IST AKPRIND kepada Surahman selaku Dukuh Ploso II, serta disaksikan kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IST AKPRIND, Dr. Ir. Sudarsono, M.T. Tokoh masyarakat Ploso II, Sukamto, menuturkan bahwa masyarakat diwilayahnya mengandalkan suplai air dari instansi terkait yang berasal dari sumber mata air goa Bribin dan dialirkan ke pemukiman warga menggunakan pipa. Kondisi air memang sangat jernih, namun masyarakat masih awam dengan kandungan mineral berbahaya didalamnya. Sehingga bantuan pengolah air ini akan sangat bermanfaat, bukan hanya fungsi dari alatnya namun juga pemahaman warga tentang kebutuhan air yang sehat. Sukamto juga mengucapkan terimakasih, karena beberapa warga juga dilatih cara merawat dan menggunakan alat pengolah air tersebut.

Bantuan alat Pengolah Air Mineral untuk Mengurangai Kesadahan Air Bertenaga Surya dari IST AKPRIND merupakan salah satu hibah abdimas skema Program Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti. Kemenristekdikti mencoba menerapkan paradigma baru dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat memecahkan masalah, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan. Kabupaten Gunungkidul merupakan wilayah yang mayoritas merupakan perbukitan kapur. Padukuhan Ploso II, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah yang berada di perbukitan kapur. Sulitnya mendapatkan air bersih, membuat warga setempat mengandalkan suplai air dari instansi terkait yang berasal dari sumber mata air goa Bribin dan dialirkan ke pemukiman warga menggunakan pipa. Kandungan zat kapur di dalam air yang dialirkan ke warga walaupun masih tinggi namun sudah termasuk dalam kategori aman. Namun apabila dikonsumsi secara kontinyu, bukan tidak mungkin juga mampu mempengaruhi kinerja ginjal. (tdj)

Tim Abdimas IST AKPRIND Hibahkan Alat Pengering Emping di Klaten

0

Kelompok Pengrajin Emping Jagung Bina Sejahtera di padukuhan Tegal Pulisi, Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah merupakan salah satu kelompok masyarakat produktif yang membutuhkan pendampingan baik dalam pemecahan masalah maupun inovasi pengetahuan dan teknologi. Berbagai permasalahan yang muncul diantaranya mulai dari produksi, pengemasan, tingkat higienitas maupun pemasaran. Pada proses produksi, pengeringan emping jagung mengandalkan sinar matahari akan menjadi masalah jika mendung atau masuk musim penghujan. Jika pada musim kemarau emping dapat kering setelah dijemur sehari, namun saat musim penghujan bisa lebih dari 2 hari. Hal tersebut dapat mengakibatkan emping menjadi berjamur dan tidak layak untuk diproses pada tahap selanjutnya.

Sebagai salah satu bentuk tridharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, tim Abdimas IST AKPRIND berupaya memecahkan permasalahan yang terjadi pada masyarakat produktif. Eka Sulistyaningsih, S.Si., M.Sc (Teknik Industri), Rosalia Arum Kumalasanti, S.T., M.T (Teknik Informatika) dan Nidya Lestari, S.T., M.Eng (Teknik Mesin) mencoba membantu permasalahan yang muncul. Dengan program Pengabdian kepada Masyarakat yang dibiayai oleh Kemristek Dikti skema Program Kemitraan Masyarakat, tiga dosen yang dibantu beberapa mahasiswa tersebut mengangkat judul “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Emping Jagung yang Sehat di Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Klaten. Tim Abdimas didampingi Kepala Lembaga Pengabdian dan Penelitian kepada Masyarakat (LPPM) IST AKPRIND, Dr. Ir. Sudarsono, M.T., menyerahkan Alat Pengering Bahan Emping Jagung kepada Ketua kelompok pengrajin, Sukadi, Senin(5/7). Penyerahan bantuan alat pengering emping jagung tersebut disaksikan pula oleh perangkat Desa Brajan serta tokoh masyarakat Tegal Pulisi. Menurut Ketua tim Abdimas, Eka Sulistyaningsih, alat pengering bahan emping tersebut saat musim kemarau mampu mengeringkan dalam waktu 6 jam dengan tenaga sinar matahari tanpa menggunakan pemanas tambahan. Sementara apabila cuaca mendung, hujan atau malam hari, dapat menggunakan pemanas dengan bahan bakar LPG yang telah didesain sedemikian rupa. Dengan pemanas berbahan bakar LPG tersebut , bahan emping mampu kering sempurna juga dalam waktu 6 jam.

Kaur Perencanaan Desa Brajan, Rahmat Basuki Santosa yang hadir mewakili Lurah Desa mengungkapkan, bahwa saat ini desanya masuk dalam kategori merah kemiskinan. Sehingga pendampingan terhadap warga utamanya untuk meningkatkan taraf hidup, baik secara ekonomi maupun ilmu pengetahuan sangat dibutuhkan. Kehadiran IST AKPRIND dalam mendampingi UMKM diwilayahnya untuk berkembang lebih maju. Hasil dari pelatihan packing dan pemasaran online tentunya akan meningkatkan daya tarik masyarakan untuk membeli emping jagung. Sebab saat ini pemasaran masih konvensional dengan cara dititipkan ke warung-warung dan kemasannya juga masih sederhana. Dengan kemasan dan strategi pemasaran yang baru harapannya lebih diminati masyarakat terlebih para wisatawan, mengingat jarak wilayahnya tidak lebih dari 5 kilomater dengan obyek wisata Candi Prambanan.

Hibah Pengabdian kepada Masyarakat skema Program Kemitraan Masyarakat merupakan salah satu program Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti mencoba menerapkan paradigma baru dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat memecahkan masalah, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran yang tidak tunggal. Salah satu sasaran program PKM adalah masyarakat yang produktif secara ekonomi seperti Pengrajin Emping jagung di Desa Brajan ini. (tdj)

IST AKPRIND Serahkan Bantuan Peralatan untuk Kebutuhan RTH di Kampung Wisata Agro Pilahan, Kotagede

0

Tim pengabdian kepada Masyarakat (abdimas) Institut Sains & Teknologi (IST) AKPRIND Yogyakarta melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kampung Wisata Agro Pilahan, Rejowinangun Kotagede Yogyakarta, Sabtu (3/8). Tim abdimas dengan ketua pelaksana Ir. Saiful Huda, M.T., M.EI dan anggota Ir. Muhammad Yusuf, M.T., dan Ir. Adi Purwanto, M.T., tersebut menyerahkan beberapa peralatan teknologi tepat guna kepada perwakilan warga dan disaksikan oleh perwakilan dari Kelurahan Rejowinangun, Babinsa serta warga Pilahan. Peralatan teknologi tepat guna diserahkan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IST AKPRIND, Dr. Ir. Sudarsono, M.T.

Pada kesempatan tersebut, kepala LPPM IST AKPRIND, Dr. Ir. Sudarsono, M.T., menyampaikan bahwa batuan peralatan teknologi tepat guna tersebut merupakan bagian dari hibah abdimas dari Kemristek Dikti. Denagn mengangkat judul “Pengadaan Sarana Produkri Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kampung Wisata Agro Pilahan, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta”, hibah yang diperoleh oleh dosen-dosen IST AKPRIND untuk disalurkan kepada kelompok masyarakat produktif. Pada kesempatan tersebut tim abdimas IST AKPRIND menyerahkan beberapa peralatan, antara lain 1 set alat mesin (alsin) Hammermill, 1 set alsin pencampur/pengaduk, 1 unit mesin gerinda (angle grinder) Hitachi, 2 unit topeng las SMAW, 2 unit kacamata pelindung (google glass), 2 lonjor besi siku 3 x 3 cm untuk pelatihan pengelasan, 1 unit kotak papan untuk tadah-curah luaran Alsin Hammer-mill.

Ketua pelaksana PKM, Ir H Saiful Huda MT MEI mengatakan, Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kampung wisata Agro Pilahan, Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede telah diratifikasi oleh Pemkot Yogyakarta dan menjadi embrio terbentuknya Kampung Wisata Agro Pilahan. Namun dalam membentuk Kampung Wisata Agro, warga di wilayah Pilahan dalam pelaksanaannya terkendala oleh biaya produksi yang tinggi, serta pengetahuan dan inovasi warga yang terbatas. Sehingga warga desa Wisata Agro Pilahan dalam mempersiapkan peralatan, pemeliharaan dan pelestarian RTH, seluruhnya harus dipenuhi dengan cara membeli. Oleh sebab itu kehadiran IST AKPRIND melalui Program Kemitraan Masyarakat ini, berupaya memberikan solusi berupa pengadaan sarana produksi tanaman hijau, prasarana penunjang RTH. Dengan pengadaan sarana dan prasarana produksi dan penunjangnya, maka kelestarian dari program kemitraan untuk memenuhi kebutuhan RTH ini bisa berlanjut,” tambah Saiful Huda .

Menurut Saiful Huda, sebelum penyerahan pengadaan alsin sarana produksi RTH, telah dilakukan pelatihan kepada warga Kampung Wisata Agro Pilahan. Antara lain, latihan dasar pengelasan agar warga dapat memproduksi sendiri ornamen pot, plengkung dan pergola dan pelatihan tahapan rancang bangun dan pemeliharan mesin oleh Ir Adi Purwanto MT. Kemudian pelatihan pemasaran produk secara online diberikan oleh Ir Muhammad Yusuf MT. Antusiasme warga cukup tinggi dalam membentuk kampung wisata agro Pilahan. Sebab dengan bantuan peralatan yang diberikan serta pelatihan yang telah dilakukan, warga dapat memproduksi sendiri sarana dan prasarana RTH yang dibutuhkan. (tdj)

Daftar sekarang