Home Authors Posts by humas

humas

223 POSTS 0 COMMENTS

Gandeng BNNP dan POLDA DIY Berikan Pemahaman Bahaya Narkoba dan Korupsi

0

Korupsi dan Narkoba termasuk dalam extraordinary crime atau kejahatan luar biasa. Karena  kejahatan tersebut bukan hanya mempengaruhi pelaku dan korban secara langsung semata namun juga mampu merusak sendi-sendi bangsa. Sebab korupsi dan narkoba benar-benar telah terbukti dengan jelas merusak moral dan mentalitas bangsa. Sebagai upaya mencegah dan menanamkan tentang bahaya korupsi dan Narkoba, IST AKPRIND memberikan pembekalan kepada para mahasiswa melalui pelatihan pengembangan kepribadian bagi mahasiswa IST AKPRIND.  Mengangkat tema “Aku dalam IST AKPRID dan Indonesia”, IST AKPRIND mencoba menanamkan pendidikan karakter sejak dini bagi mahasiswa.

Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni IST AKPRIND, Eko Wijanarko, B,Sc menggandeng Kepolisian Daerah Instimewa Yogyakarta (POLDA DIY) serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Menurut Eko, dalam kegiatan yang diselenggarakan selama 2 hari, Selasa-Rabu (29-30/1) tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2018.

Santy Dwi K,AMK, SKM dan Dyah Wulandari Setyarini, SIP dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY menyebutkan angka Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia sangat tinggi. Saat ini kurang lebih 5 juta jiwa masyarakat Indonesia terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Hal tersebut merupakan fenomena gunung es. Kondisi Geografis Indonesia yang terbuka dan jumlah penduduk yang besar menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar narkoba terbesar di Asia Tenggara. Sehingga masyarakat terpelajar seperti mahasiswa harus selalu waspada agar tidak masuk dalam lingkungan yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Mahasiswa harus peka terhadap lingkungan, ujarnya.

Sementara materi korupsi disampaikan oleh Iptu Karno Anggoro, S.H., selaku Penyidik Tindak Pidana Korupsi POLDA DIY. Karno Anggoro mengemukakan bahwa sifat dari tindak pidana korupsi tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Namun walaupun kecil, dampak yang dihasilkan sangat luar biasa dan berantai. Sehingga dapat merusak moral bangsa dan yang paling dirugikan adalah masyarakat kecil. Bentuk korupsi paling umum terjadi adalah penggelapan, mark up/mark down, penyuapan, pemerasan, pungli, pelicin ataupu penerimaan hadiah dari pihak yang dimungkinkan memiliki kepentingan tertentu. Oleh sebab itu, Karno Anggoro mengajak mahasiswa mengurangi atau justru menghilangkan benih-benih korupsi seperti titip absen, nyontek, plagiat, tidak mau bekerjasama dalam kelompok, ataupun membuatSPJ fiktif.

(tdj)

Membangun Kebangsaan Melalui Bela Negara

0

Kolonel Czi Dedi Rusdianto, SE., MM., selaku pejabat perwakilan Kementerian Pertahanan Daerah Istimewa Yogyakarta saat menjadi pemateri Seminar Pengembangan Kepribadian bagi Mahasiswa melihat generasi muda Indonesia saat ini mulai kehilangan jatidiri. Hal tersebut terlihat telah menurunnya rasa cinta tanah air dan rasa rela berkorban. Ditambah lagi dengan menurunnya pemahaman terhadap pancasila, menurunnya rasa tidak mengenal menyerah, dan hilangnya kemampuan awal belanegara.  Ini menyebabkan mulai terkikisnya nasionalisme dan munculnya fenomena bergesernya nilai ke Indonesian dengan semakin maraknya konflik horizontal, melemahnya akhlak dan moral, kurangnya toleransi hingga hilangnya kemandirian bangsa. Sehingga perlu dibangun wawasan kebangsaan sebagai anak bangsa untuk membentuk ikatan yang kokoh antar anak bangsa.  Dengan membangun kebersamaan maka akan berfikir bersama jauh kedepan untuk menuju kemandirian bangsa. Kolonel Czi Dedi Rusdianto menyebutkan setidaknya generasi muda memahami tiga komponen utama yang digunakan sebagai pondasi dan pilar  wawasan kebangsaan yaitu rasa kebangsaan, faham kebangsaan serta semangat kebangsaan.

Kolonel Czi Dedi Rusdianto mengatakan bahwa masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa Bela Negara merupakan tugas tentara saja. Padahal sikap bela negara bukan semata-mata tugas TNI, namu merupakan kewajiban seluruh warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI degan berdasar pada Pancasila dan UUD 1945. Bela negara dapat dilakukan sesuai dengan kemapuan maupun profesinya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Tiga prinsip utama dalam belanegara menurut Kolonel Czi Dedi Rusdianto adalah menjaga kedaulatan negara, menjaga keutuhan wilayah serta menjaga keselamatn bangsa.

Pelatihan pengembangan kepribadian bagi mahasiswa IST AKPRIND merupakan upaya untuk membantu mengembangkan kepribadian peserta mencapai efektivitas dan kesuksesan di semua aspek kehidupan pribadi, kuliah dan bermasyarakat.  Dengan mengangkat tema “Aku dalam IST AKPRIND dan Indonesia”, peserta akan diarahkan untuk menjaga keseimbangan pikiran, perasaan, tindakan, dan keterampilan untuk menciptakan kehidupan yang diinginkan secara unggul dan profesional. mAteri yang disampaikan dalam kegiatan ini antara lain Bela Negara/Kewiraan/Wawasan Nusantara, Anti Narkoba/Napza, Anti Korupsi, Pelatihan Kepemimpinan, serta Pendidikan Norma, Etika dan Soft Skill
(tdj)

Pengembangan Kepribadian Mahasiswa IST AKPRIND

0

Prestasi mahasiswa IST AKPRIND dalam beberapa tahun terakhir secara bertahap terus mengalami peningkatan. Setelah mampu menjadi second Runner up lomba mobil hemat energi Shell Eco Maraton Asia 2015, IST AKPRIND kembali menorehkan prestasi menjadi juara Nasional kontes Robot Indonesia kategori ABU pada tahun 2017. Pada tahun 2018 mahasiswa IST AKPRIND mampu meloloskan 10 proposal Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang didanai oleh DIKTI. Dan pada akhir tahun 2018 lalu, tim mobil hemat energi IST AKPRIND meraih posisi tiga dalam Kontes Mobil Hemat energi di Padang, Sumatra Barat. Prestasi-prestasi tersebut baru merupakan sebagian kecil dari prestasi mahasiswa, ungkap Ir. Joko Waluyo, M.T selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IST AKPRIND dihadapan mahasiswa angkatan 2018 peserta Pelatihan Pengambangan Kepribadian di Auditorim kampus, Selasa (29/1).

Joko Waluyo menambahkan bahwa masih banyak lagi prestasi mahasiswa IST AKPRIND lainnya seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), aeromodelling, sepakbola, pencak silat, Yong Moodo dan lainnya. Melihat prestasi mahasiswa baik akademik dan non akademik yang sedemikian rupa, IST AKPRIND berupaya mewadahi serta memfasilitasinya agar keterampilan mahasiswa dapat tersalurkan dan membawa prestasi lebih tinggi. Menurut Joko Waluyo tujuan pendidikan tinggi yang utama adalah mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa. Selain untuk menghasilkan lulusan yang menguasai cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa.

Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni IST AKPRIND, Eko Wijanarko, B.Sc melihat bahwa prestasi mahasiswa IST AKPRIND yang meningkat pada akhir-akhir ini bukanlah sesuatu yang instan namun butuh proses yang panjang. Harus ada keinginan kuat dari IST AKPRIND jika menginginkan mahasiswanya berprestasi. Salah satu upaya yang dilakukan Bagian Kemahasiswaan IST AKPRIND adalah pelatihan pengembangan kepribadian ini yang diselenggarakan Selasa -Rabu (29-30/1). Tujuan dilaksanakannya kegiatan yang mengangkat tema “Aku dalam IST AKPRID dan Indonesia” ini menurut Eko Wijanarko adalah untuk membantu mengembangkan kepribadian peserta mencapai efektivitas dan kesuksesan di semua aspek kehidupan pribadi, kuliah dan kegiatan lainnya.  Peserta akan diarahkan untuk menjaga keseimbangan pikiran, perasaan, tindakan, dan keterampilan untuk menciptakan kehidupan yang diinginkan secara unggul dan profesional. Dengan demikian,maka mahasiswa sebagai insan dewasa harus dapat mengembangkan potensi secara maksimal agar dapat memenuhi tuntutan sebagaimana diuraikan di dalam tujuan pendidikan tinggi. Mahasiswa diharapkan memiliki kecerdasan komprehensif, yang tidak hanya didapatkan atau menekuni ilmu dalam bidangnya saja (hardskill), tetapi juga harus beraktifitas untuk mengembangkan soft skills nya.

Pengembangan Kepribadian pada dasarnya adalah meningkatkan dan merubah seseorang baik dari luar dan dalam diri untuk membawa perubahan positif bagi hidup. Setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda yang dapat dikembangkan, dipoles dan disempurnakan. Proses ini termasuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang, memperbaiki komunikasi dan kemampuan berbicara, memperluas ruang lingkup pengetahuan, mengembangkan hobi tertentu atau keterampilan, belajar etiket halus dan sopan santun. (tdj)