Home Authors Posts by humas

humas

297 POSTS 0 COMMENTS

IST AKPRIND Resmikan Gedung Baru Lima Lantai

0

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X mengungkapkan bahwa gedung perkuliahan merupakan tempat terjadinya proses belajar dan mengajar antara mahasiswa dan dosen. Sebagai tempat interaksi, ruang kuliah menjadi modal dasar yang harus tersedia karena menjadi faktor penting penyelenggaraan pendidikan Perguruan Tinggi dalam meningkatkan mutu akademis. Hal tersebut diungkapan dalam sambutan tertulisanya yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, Drs. Tri Mulyono, M.M, dalam rangka peresmian Gedung Sayap Barat Kampus 3 (Bimasakti) IST AKPRIND, Kamis (26/9).
Pada sambutan tersebut, Gubernur mengapresiasi upaya Yayasan Pembina Potensi Pembangunan (YPPP) selaku Badan Penyelenggara IST AKPRIND yang telah membangun gedung representatif. Menurut Gubernur DIY, terdapat tiga komponen pendidikan perguruan tinggi terkait dengan sumberdaya manusia, yaitu dosen, mahasiswa dan masyarakat. Dengan komponen tersebut dapat mengaktifkan atau menggerakkan komponen lain termasuk sarana prasarana pembelajaran, media pembelajaran serta manajemen pembelajaran. Sehingga gedung sebagai komponen pasif tidak bisa diabaikan karena keberadaannya sebagai modal dasar pembelajaran agar berjalan dengan baik.
Pada kesempatan yang sama, Rektor IST AKPRIND Yogyakarta Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., manyampaikan bahwa Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia menampung lebih dari 60% mahasiswa yang berkuliah. Sementara sisanya atau sekitar 40% merupakan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri. Sehingga PTS harus selalu berbenah dan berupaya meningkatkan mutu pelayanannya. Salah satunya adalah penyediaan gedung untuk ruang kuliah dan kantor. YPPP selaku badan penyelenggara berupaya menambah prasarana tersebut secara kontinyu dalam 3 tahun terakhir. Pada tahun 2016, membangun Asrama Mahasiswa tiga lantai pada lahan seluar 400 meter persegi. Dilanjutkan kembali pada tahun 2017 mengembangkan gedung laboratorium di wilayah Kotabaru. Dan pada tahun 2018 lalu, membangun gedung lima lantai yang diresmikan pada hari ini. Pihaknya selaku pimpinan tertinggi IST AKPRIND memberikan apresiasi kepada YPPP yang senantiasa men-support kebuthab-kebutuhab akan sarana prasarana pembelajaran bagi mahasiswa. Sehingga harapannya dengan peningkatan daya tampung mahasiswa tersebut mampu diiringi dengan peningkatan pelayanann lainnya.
Gedung Sayap Barat Kampus 3 (Bimasakti) IST AKPRIND terletak di Jalan Bimasakti No. 3, Gondokusuman, Yogyakarta. Pada acara peresmian tersebut dihadiri sejumlah pejabat baik dari internal IST AKPRIND maupun pejabat di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Natara lain adalah Pendiri IST AKPRIND yang juga ketua pembina YPPP, HM. Suwardi, S.E., beserta anggotanya, Ketua YPPP Ir. Sagoro Wedy, M.M, beserta jajaran pengurus. Hadir pula Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY, Prof. Dr. Didi Achjari S.E, M.Com, Akt., sejumlah pejabat Militer dan Kepolisian, perwakilan dari Pemerintah Kota Yogyakarta serta mitra kerjasama IST AKPRIND. (tdj)

Sudarsono, Guru Besar pertama dari IST AKPRIND

0

Prof. Dr. Ir. Sudarsono, M.T., dosen pada jurusan Teknik Mesin menjadi dosen dengan jabatan akademik Guru Besar atau Profesor pertama yang dihasilkan oleh IST AKPRIND. Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor : 28027/M/KP/2019 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen yang ditandatangani Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir tertanggal 21 Agustus 2019. Penyerahan SK Menristekdikti yang diwakili oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Daerah Istimewa Yogayakarta, Prof. Dr. Didi Achjari, M.Com., Ak., CA., di Ruang Sidang Utama IST AKPRIND, Rabu (18/9). SK Menristekdikti diserahkan Kepala LLDIKTI kepada Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., yang selanjutnya diserahkan kepada Dr. Ir. Sudarsono.,

Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, yang pada kesempatan tersebut didampingi oleh Plt. Sekretaris LLDIKTI Wilayah V, Tunggul Priyono, S.H., M.Hum, dan Kasubag Sumberdaya LLDIKTI Wilayah V, Fatimah SIP, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa jumlah Guru besar di Indonesia masih belum sebanding dengan jumlah dosen yang ada. Jumlah Guru Besar saat ini hanya sebesar 1,8 % dari jumlah dosen yang ada, sementara untuk rasio di wilayah DIY, justru kurang dari 1 %. Untuk itu pihaknya mengajak seluruh dosen IST AKPRIND dapat mengikuti jejak Prof. Dr. Sudarsono, M.T.  Sehingga dosen-dosen yang telah bergelar Doktor selain melaksanakan Tridharma perguruan tinggi juga harus aktif dalam menulis utamanya penulisan karya ilmiah untuk jurnal internasional sehingga dapat meningkatkan jabatan fungsional akademiknya. Pihaknya selaku lembaga layanan, akan berperan aktif dalam membantu dan menjembatani setiap Perguruan Tinggi sebagai institusi maupun dosen pribadi dalam setiap kebutuhan administrasi kepada kementerian ristekdikti. Pada kesempatan ini hadir pula Ketua Pembina Yayasan Pembina Potensi Pembangunan (YPPP), yang juga salah satu pendiri IST AKPRIND., H.M., Suwardi, S.E., beserta Dr. Soenarso Simoen selaku anggota, Ketua YPPP, Ir. Sagoro Wedy, M.M, beserta jajaran pengurus YPPP. Sementara dari kalangan internal IST AKPRIND hadir seluruh pejabat struktural mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Kepala Lembaga, Kepala Badan, Kepala Biro hingga UPT.

Saat memberikan sambutan, Rektor IST AKPRIND menyampaikan bahwa keberhasilan salah satu dosennya menjadi Guru Besar diharapkan mampu memberikan dorongan kepada dosen lain agar terpacu dalam meningkatkan jabatan akademiknya. Rektor mengisahkan bahwa pada tahun 1985, Sudarsono bersama dengan salah satu rekannya Prastyono Eko Pambudi dari Teknik Elektro menjadi dosen bergelar master (S2) yang pertama di IST AKPRIND setelah menyelesaikan studinya di Universitas Indonesia. Dan pada saat ini Sudarsono, kembali menjadi dosen IST AKPRIND pertama yang mendapat jabatan akademik Guru Besar atau Profesor, tambahnya.

Prof. Dr. Ir. Sudarsono, M.T., masuk sebagai dosen IST AKPRIND Yogyakarta pada tahun 1988. Setelah dua tahun menjadi dosen, pada 1990 IST AKPRIND menunjuk dirinya sebagai Kepala Laboratorium Mesin selama 5 tahun. Karirnya pun terus melejit hingga pada tahun 1994 ditunjuk sebagai Ketua Jurusan Teknik Mesin sekaligus mendapatkan tugas belajar melanjutkan S2 di Universitas Indonesia (UI). Selepas lulus Magister Teknik pada tahun 1995 karir struktural Sudarsono terus naik. Tahun 1997 hingga 2000 menjabat sebagai Pembantu Dekan 1 Fakultas Teknologi Industri. Kemudian ditunjuk sebagai Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama selama dua periode hingga tahun 2008. Dan Puncaknya pada tahun 2008 dipercaya sebagai rektor selama dua periode berturut-turut hingga tahun 2016. Saat menjabat Rektor sosok yang berasal dari Bojonegoro melanjutkan sekolah S3 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dan dinyatakan lulus dan meraih gelar doktor bidang Ilmu Lingkungan pada 2013 dengan waktu studi 3,6 tahun. Selepas dari dua periode jabatan Rektor, saat ini menjabat Prof. Dr. Ir. Sudarsono, M.T. mendapat kepercayaan menjadi kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) IST AKPRIND. (tdj)

Masa Orientasi Studi Mahasiswa Baru 2019

0

Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah M.T, mengungkapkan bahwa dari 20 juta pemuda Indonesia usia pendidikan tinggi. Dari jumlah tersebut hanya 34% yang mampu mengenyam pendidikan pada level pendidikan tinggi. Sehingga pemuda yang mampu menempuh pendidikan tinggi harus bersyukur dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Hal tersebut diungkapkan saat menjadi inspektur upacara pembukaan Masa Orientasi Studi Mahasiswa (SASIDIWA) IST AKPRIND tahun 2019 dihalaman Kampus I, Senin (16/9).

Rektor menyampaikan bahwa pendidikan di bidang sains dan teknologi merupakan bagian penting dalam kemajuan suatu bangsa. Hal ini karena pada era global seperti sekarang ini kemandirian suatu bangsa, maju mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh sejauh mana bangsa tersebut menguasai sains dan teknologi. Jepang dan Korea yang tidak memiliki lahan dan sumber daya alam, mampu mandiri bahkan menjadi pemasok produk-produk teknologi modern karena menguasai teknologi. Sehingga negara Indonesia dengan lahan yang luas, penduduk yang banyak dan sumber daya alam yang kaya, harus mampu mengejar ketinggalan dari bangsa-bangsa lain. Negeri ini membutuhkan agen-agen perubahan di bidang sains dan teknologi yang memiliki kepekaan dan komitmen tinggi untuk mengawal kemajuan bangsa dan negara. Agar masyarakat Indonesia tidak menjadi pasar dan konsumen saja dari produk-produk teknologi dari berbagai negara.

Terpisah, Ketua panitia SASIDIWA, Rydwan Illahi menyampaikan bahwa SASIDIWA merupakan agenda IST AKPRIND sebagai sarana untuk menjembatani proses transisi mahasiswa baru agar siap untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi yang sangat berbeda dengan pendidikan di Sekolah Menengah. Dengan mengangkat tema “Membangun Generasi Muda berjiwa Kepemimpinan, kekeluargaan dan NAsionalisme melalui Organisasi”, Rydwan berharap mahasiswa baru memanfaatkan momen SASIDIWA ini untuk berproses melalui organisasi. Sasidiwa diselenggarakan hingga selama tiha hari hingga Rabu (18/9). Dalam pelaksanaannya peserta diajak mengenal lebih jauh IST AKPRIND baik sarana prasarana maupun teknis pelaksanaan kegiatan akademik dan non akademik. Selama kegiatan, Rydwan menjamin bahwa peserta SASIDIWA jauh dari unsur kekerasan fisik maupun non fisik.(tdj)

Daftar sekarang