Home Authors Posts by humas

humas

400 POSTS 0 COMMENTS

IST AKPRIND Peringkat 90 dari 2.136 PTN/PTS se Indonesia

0

IST AKPRIND Yogyakarta menempati peringkat 90 dari 2.136 perguruan tinggi baikdari  PTN maupun PTS se Indonesia berdasarkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Indonesia tahun 2020 yang diumumkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Senin (17/8). IST AKPRIND berada pada peringkat 90 setelah memiliki skor total 1703. Dengan demikian IST AKPRIND termasuk Perguruan Tinggi pada klaster 3. Dari hasil pemeringkatan tersebut, posisi IST AKPRIND lebih baik dibanding pemeringkatan tahun-tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2018 (peringkat 99) dan tahun 2019 (>100).

Pada klasterisasi tahun 2020 ini, indikator yang digunakan untuk menilai kinerja perguruan tinggi pada aspek input antara lain persentase dosen berpendidikan S3, persentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar, rasio jumlah dosen terhadap jumlah mahasiswa, jumlah mahasiswa asing, dan jumlah dosen bekerja sebagai praktisi di industri minimum 6 bulan.
Pada aspek proses terdapat 9 indikator yang digunakan antara lain Akreditasi Institusi, Akreditasi Program Studi, Pembelajaran Daring, Kerjasama perguruan tinggi, Kelengkapan Laporan PDDIKTI, Jumlah Program Studi bekerja sama dengan DUDI, NGO atau QS Top 100 WCU by subject, Jumlah Program Studi melaksanakan program merdeka belajar, Jumlah mahasiswa yang mengikuti Program Merdeka Belajar.
Pada aspek output, terdapat empat indikator yang digunakan antara lain jumlah artikel ilmiah terindeks per dosen, kinerja penelitian, kinerja kemahasiswaan, jumlah program studi yang telah memperoleh Akreditasi atau Sertifikasi International. Sementara pada aspek outcome, terdapat lima indikator yang digunakan antara lain kinerja inovasi, jumlah sitasi per dosen, jumlah patent per dosen, kinerja pengabdian masyarakat, dan persentase lulusan perguruan tinggi yang memperoleh pekerjaan dalam waktu 6 bulan. Klasterisasi perguruan tinggi yang disusun dan dibangun dalam kerangka perbaikan berkelanjutan baik untuk masing-masing data kinerja perguruan tinggi maupun kinerja perguruan tinggi secara keseluruhan.
Pemberian nilai (skor) klasterisasi berdasarkan capaian perguruan tinggi terhadap setiap indikator pada masing-masing aspek. Setiap indicator memiliki bobot terhadap nilai kinerja perguruan tinggi secara keseluruhan. Tahap ini merupakan tahap yang sangat penting dan dapat dijadikan sebagai alat pengendali kebijakan pengembangan pendidikan tinggi. Bobot indikator ditentukan dengan mempertimbangkan 3 hal, yaitu: a. Kepentingan: pengaruh indikator dalam membentuk perguruan tinggi yang berkualitas; b. Validitas pengukuran: kesahihan pengukuran yang dilakukan, termasuk di dalamnya kualitas data dan kemudahan dalam melakukan verifikasi; dan c. Komparabilitas: apakah indikator tersebut memang berlaku untuk seluruh jenis, status, kategori perguruan tinggi.

Klasterisasi perguruan tinggi tahun 2020 yang terdiri dari 5 (lima) klaster perguruan tinggi dengan komposisi klaster 1 berjumlah 15 perguruan tinggi, klaster 2 berjumlah 34 perguruan tinggi, klaster 3 berjumlah 97 perguruan tinggi, klaster 4 berjumlah 400 perguruan tinggi, dan klaster 5 berjumlah 1.590 perguruan tinggi.

IST AKPRIND Tandatangani Kerjasama dengan PTS Lain dan Berbagai Perusahaan

0

Sebagai upaya meningkatkan kualitas Tridharma Pergruruan Tinggi yang meliputi Pendidikan, Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, IST AKPRIND menandatangani kerjasama dengan Universitas Muhamadiyah Kudus dan berbagai unit usaha masyarakat, Jum’at (15/8) di Auditorium IST AKPRIND. Hadir pada penandatanganan Nota Kesepahaman bersama tersebut, Rektor Universitas, Rusnoto, SKM, Mkes (Epid) beserta para Wakil Rektor. Pada kesempatan tersebut turut hadir pula Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D. Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

Rektor IST AKPRIIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., menyampaikan terimakasih atas kehadiran para pimpinan Universitas Muhammadiyah Kudus beserta Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan para pengusaha dari Yogyakarta. Tercatat terdapat 13 pengusaha dari Yogyakarta turut hador dalam penandatanganan Nota Kesepahaman yang bertajuk “Penandatanganan Kerjasama antara IST AKPRIND dengan Universitas Muhammadiyah Kudus dan Perusahaan-perusahaan Nasional. Ke 13 perusahaan yang hadir antara lain Homeschooling Enterpreneur (HSE), PT. Edunesia Kinarya Utama, PT. TDW Kinarya Utama, CV. Gafiro Total Solusindo, PT. Folarium Innotek Indonesia, Kantor Jasa Akuntan (KJA) M Yudhika Elrifi, PT. Buana Lintas Media, CV. Zalac Food Indonesia, PT. Indmira, PT. Amanah Garment Internasional, PT. Dlingo Digital Media, Yayasan Edukasi Wakaf Indonesia (YEWI), CV. Technophoria Indonesia.

Agung Y Nugroho, S.T., dari PT. Indmira sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Suistainable Food Production mengemukaan bahwa pandemi Covid 19 memberikan pukulan yang telak bagi para pengusaha. Sehingga beberapa perusahaan harus merubah strategi agar mampu bertahan dan terus berkembang. Salah satu yang dilakukan olehnya adalah merubah target pasar. Dimana jika sebelumnya target pasrnya adalah ekspor, maka selema pandemi di alihkan ke pasar lokal dengan metode daring. Kerjasama antar perusahaan dan dengan Perguruan Tinggi sangat penting. Karena pengusahan juga membutuhkan inovasi, sementara disisi lain Perguruan Tinggi harus memiliki mitra pada dunia industri. Sehingga sinergi dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri akan mampu menjawab tantangan masa depan, pungkasnya. (tdj)

Indonesia Maju

0
Daftar sekarang