Dies Natalis ke-50 IST AKPRIND Yogyakarta

0
127

Bertambahnya jumlah pengangguran, kemiskinan, serta adanya modernisasi dan globalisasi menjadi permasalahan pelik yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia. Berbagai permasalahan ini sangat berdampak pada pembangunan ekonomi makro di Indonesia. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diharapkan menjadi sebuah solusi yang mampu menyelesaikan berbagai masalah yang sedang terjadi. Demikian diungkapkan Direktur Politeknik Negeri Semarang, Prof. Dr. Totok Prasetyo, B.Eng (Hons), M.T., IPU., ASEAN. Eng., ACPE., dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-50 IST AKPRIND di Auditorium Kampus Pusat, Kamis (12/05).

Totok Prasetyo menambahkan, kebijakan MBKM yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memberikan hak otonomi bagi perguruan tinggi dengan prinsip perubahan paradigma pendidikan yang lebih otonom dan kultur pembelajaran yang lebih inovatif, sehingga program pembelajaran yang ditempuh di perguruan tinggi lebih fleksibel. Bentuk kegiatan MBKM meliputi, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di suatu institusi pendidikan, penelitian atau riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, serta membangun desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT), dan pertukaran pelajar. MBKM bermanfaat untuk menghasilkan lulusan yang dapat bersaing di industri dan mudah terserap dengan soft skill maupun hard skill yang dimiliki oleh mahasiswa. Dengan mengikuti MBKM mahasiswa diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan bagi tiap elemen di masyarakat.

Sementara pada sambutannya, Rektor IST AKPRIND Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom., menyampaikan salah satu tujuan IST AKPRIND adalah mencetak lulusan yang berdaya saing di bidang sains dan teknologi yang berjiwa entrepreneur, berwawasan lingkungan, berbasis penjaminan mutu, dan memiliki karakter disiplin, jujur, bermoral, dan kompeten di bidangnya. Cita-cita IST AKPRIND Yogyakarta telah sejalan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0 dekade ini. Dalam menghadapi tantangan perkembangan Revolusi Industri 4.0, IST AKPRIND menyelenggarakan pendidikan dengan kurikulum berbasis KKNI sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2012 yang mengembangkan sebuah ukuran kualifikasi lulusan pendidikan yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintregrasikan antara bidang pendidikan dengan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor. Pada Maret 2022, Kemdikbudristek menginisiasi program MBKM yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa untuk menguasai berbagai bidang keilmuan guna mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. IST AKPRIND turut menyelenggarakan program MBKM, di antaranya melibatkan mahasiswa dalam beberapa program seperti kegiatan Matching Fund (UMK Shibiru), PTDM Wonogiri, Riset Keilmuan, serta KKN Tematik Semeru. Hal ini merupakan upaya untuk mewujudkan visi IST AKPRIND yang unggul di bidang sain dan teknologi dengan reputasi internasional.

Dies Natalis ke-50 IST AKPRIND yang menjadi kali pertama peringatan ini digelar secara luring sejak pandemi Covid-19, diisi dengan Orasi Ilmiah dengan tema “Harapan Implementasi MBKM menjadi Solusi Permasalahan Masyarakat.” Berbagai rangkaian kegiatan telah diselenggarakan guna memperingati Dies Natalis ke-50 IST AKPRIND. Mulai dari Webinar Series dengan 50 Pembicara Muda, Podcast Obrolan Mahasiswa, Tik tok Duet Challenge, Kompetisi Mahasiswa (PKM, PHP2D, KIBM, dan KBMI), hingga ziarah dan tabur bunga untuk para Pahlawan Pendidikan serta mereka yang telah memiliki jasa besar terhadap IST AKPRIND Yogyakarta yang telah dimakamkan di Taman Makam Pahawan (TMP) Kusuma Negara dan Taman Wijayabrata Yogyakarta Tak ketinggalan, IST AKPRIND juga turut menyelenggarakan berbagai aksi sosial seperti IST AKPRIND untuk Papua, pengiriman bantuan alat tulis bagi anak-anak yang sudah lama tidak mengenyam pendidikan di Kampung Katew, Distrik Jetsy, Kabupaten Asmat; Coin a Chance yaitu pengumpulan koin untuk bantuan pendidikan, bakti sosial untuk Keluarga IST AKPRIND, serta Penanaman 5000 Pohon di Kapanewon Banjararum dan Banjarasri, Kabupaten Kulon Progo. (rsw)