IST AKPRIND Yogyakarta Serahkan TTG bagi Petani Porang Wonogiri

0
189

Kelompok Tani “Yin Porang” di Slogohimo Wonogiri merupakan salah satu kelompok tani penghasil porang terbesar di Indonesia. Dalam sekali panen, kelompok tani ini bisa menghasilkan belasan ton Porang. Selama ini, sebagian besar hasil panen hanya dijual dalam bentuk basah atau chip dengan harga jual Rp14.500/kg – Rp75.000/kg. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan jika Porang dijual dalam bentuk tepung kualitas ekspor yang mencapai Rp300.000/kg. Sebagian lagi diolah dalam bentuk tepung porang guna meningkatkan nilai ekonomis hasil panen. Namun, produksi tepung porang yang dijalankan oleh kelompok tani menemui kendala sebab masih menggunakan peralatan dan cara tradisional. Hal ini berimbas pada tidak optimalnya hasil produksi dan lamanya waktu yang diperlukan sehingga menurunkan produktivitas.

Melihat fenomena ini, IST AKPRIND Yogyakarta melalui program Matching Fund Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) meluncurkan Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dapat membantu proses produksi tepung porang mulai dari mesin pencuci, perajang, pengering, penepung, dan instalasi pengolah limbah air pencucian porang. Tim IST AKPRIND Yogyakarta yang terlibat pada kegiatan ini diantaranya adalah Yuli Purwanto, S.T., M.Eng., selaku ketua, dengan anggota tim Dr. Dra. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si., Purnawan, S.T., M.Eng., C.WS., Dr. Suwanto Raharjo, S.Si., M.Kom., Dr. Emy Setyaningsih, S.Si., M.Kom., Nurul Dzakiya, S.Si., M.Sc., Argaditia Mawadati, S.T., M.Sc., Eska Almuntaha, S.E., M.Sc., dan Nidia Lestari, S.T., M.Eng.

Acara serah terima TTG dilaksanakan pada Rabu (27/10) bertempat di dusun Geneng, Padarangin, Slogohimo, Wonogiri. Pada kesempatan tersebut, TTG diserahkan secara simbolis oleh ketua tim Yuli Purwanto, S.T., M. Eng., kepada ketua kelompok tani “Yin” Porang Sri Nano.

“Kegiatan Matching Fund (MF) didanai Kedaireka yang digagas oleh Kemdikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti). Tim MF IST AKPRIND Yogyakarta sebelumnya mendengar keresahan Pak Sri Nano, Ketua Kelompok Yin Porang bahwa selama ini masih kesulitan untuk mengolah porang pascapanen. Untuk itu kami menawarkan solusi dengan membuat lima TTG berupa alat pencuci, pengiris, pengering, dan penepung porang, serta instalasi pengolah air limbah pencucian porang yang nantinya bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh rekan petani,” papar Ketua MF Yuli Purwanto, S.T., M.Eng., dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Dinas KUKM dan Perindag Wonogiri Wahyu Widayati, S.E., M.Pd., menuturkan dengan adanya kerja sama yang baik antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, khususnya komunitas porang ini, Wonogiri bisa unggul dengan porangnya. Lebih lanjut ia juga berharap produk porang ini tidak hanya petik lalu jual, tapi petik, olah, baru dijual, supaya menambah nilai jual. IST AKPRIND dalam hal ini telah membantu melalui penyerahan lima alat yang nanti akan dimanfaatkan pada saat proses pascapanen porang. 

Selain dihadiri oleh ketua dan anggota tim MF IST AKPRIND Yogyakarta, turut hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja sama Dr. Emy Setyaningsih, S.Si., M.Kom. Sementara itu turut hadir pula Ketua Kelompok Yin Porang Sri Nano dan sebanyak 45 anggota Yin Porang, Kepala Dinas KUKM dan Perindag Wonogiri Wahyu Widayati, S.E., M.Pd., Kepala Desa Padarangin, dan Camat Slogohimo.(rsw)