FGD bersama Kedaireka

0
477

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan kebijakan Kampus Merdeka pada tahun 2020 dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan program sarjana. Sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan kualitas lulusan pendidikan tinggi melalui peningkatan kualitas dosen pendidikan tinggi, peningkatan kualitas kurikulum dan proses pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan program sarjana sebagaimana kebijakan Kampus Merdeka ini dicanangkan. Agar program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dijalankan tepat sasaran, IST AKPRIND menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) secara daring bersama Kedaireka, Sabtu (6/3).

Platform Kedaireka merupakan platform resmi dari Kemendikbud yang akan diluncurkan melalui Ditjen Dikti pada akhir tahun 2020 lalu. Hadir sebagai Narasumber pada FGD IST AKPRIND bersama Kedaireka ini antara lain, Dr.Achmad Aditya selaku koordinator Akselerasi Reka Cipta, M. Setyawan, S.Si. (PIC bidang Inovasi Tim Akselerasi Reka Cipta), Muhammad Azri Ramadhana Lubis, S.H serta Vanya Quinta, S.H. (Asistensi Tim Akselerasi Reka Cipta bidang Inovasi). Kedaireka merupakan upaya Pemerintah dalam meningkatkan kreativitas pada perguruan tinggi dan memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada pada dunia kerja, karena tanpa adanya sinergi antara dunia kerja dan pendidikan tinggi maka akan terjadi broken link sehingga sering tidak selaras. Dengan adanya hubungan keterkaitan antara kampus dengan dunia industri, maka akan ada keterikatan antara riset reka cipta di perguruan tinggi dengan industri dan kebutuhan masyarakat, sehingga dampak kebermanfaatan bagi masyarakat dapat terwujud dengan semangat gotong royong antara inovator, industri, pemerintah, media, dan komunitas. Tidak hanya kampus dan industri, diharapkan komunitas lokal atau masyarakat mampu terimplikasi baik secara langsung maupun tidak langsung dari hasil riset reka cipta ini.

FGD bersama Kedaireka diikuti oleh puluhan Dosen IST AKPRIND Yogyakarta terutama mereka yang terlibat dalam Program Matching Fund 2021, yaitu sebuah program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang melibatkan insan perguruan tinggi serta Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) untuk bersama-sama terlibat dalam membentuk ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Hadir pula pada FGD secara daring tersebut Rektor IST AKPRIND, Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian KEpada Masyarakat IST AKPRIND, Prof. Dr. Ir. Sudarsono, M.T. (tdj)