”Aplikasi Sains dan Teknologi Berwawasan Lingkungan untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa”

0
34

Era globalisasi merupakan era masyarakat pengetahuan (knowledge society) sehingga masyarakat bukan lagi bertumpu pada alam, namun pada pengetahuan.  Implikasi dari globalisasi membuat bangsa di dunia berpacu untuk menguasai pengetahuan. Suka atau tidak suka, daya saing suatu bangsa ditentukan oleh kemampuannya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Demikian disampaikan oleh Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T saat membuka Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) 2018 di Auditorium Kampus I, Sabtu (15/9).

Rektor menambahkan bahwa pengetahuan akan menjadi alat (tools) bangsa (negara) dalam memperebutkan pengaruh dan pasar di arena global.  Globalisasi jelas akan memihak kekuatan-kekuatan besar dunia dan merugikan pihak-pihak yang lemah. Sehingga penguasaan akan IPTEK merupakan suatu solusi yang tepat. Upaya dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dimulai dengan membangun kualitas SDM yang berkelanjutan terutama dalam meningkatkan daya saing bangsa. Parameter daya saing bangsa dapat juga dibaca dari ekonomi dan industri. Data yang menunjukkan besarnya ketergantungan bangsa ini dari luar negeri menunjukkan masih rendahnya daya saing Indonesia. Ketergantungan teknologi instrumen seperti sensor, teknik pengukuran dan kalibrasi yang banyak digunakan oleh industri dalam negeri masih banyak bergantung impor. Industri otomotif dari segi bahan baku, impor komponen otomotif mencapai 80%. Ketergantungan teknologi pertanian dan komoditas pertanian memposisikan Indonesia menjadi negara importir pangan. Dari potret impor berbagai komoditas, dari pangan sampai teknologi cukup memberikan gambaran bagaimana masih rendahnya daya saing bangsa Indonesia.

Purnawan, S.T., M.Eng., C.WS selaku ketua Panitia SNAST2018 mengungkapkan bahwa SNAST ini sengaja diselenggarakan oleh Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta untuk mendiseminasikan hasil karya penelitian ilmiah agar tercipta komunikasi antara akademisi dan peneliti, praktisi industri, perencana, yang mengangkat persoalan-persoalan nyata di bidang sains dan teknologi. Melalui seminar yang mengangkat tema ”Aplikasi Sains dan Teknologi berwawasan lingkungan untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa”ini diharapkan pula dapat dijalin kerjasama yang sinergis antara Perguruan Tinggi dengan industri serta pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan hasil penelitian yang dilaksanakan di Perguruan Tinggi dalam rangka mengaplikasikan hasil-hasil sains dan teknologi untuk meningkatkan kemandirian. Atas dasar itulah, Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) yang pada tahun 2018 mengambil tema .  Seminar ini diikuti oleh kurang lebih 142 pemakalah dari berbagai Perguruan Tinggi dan Lembaga riset  di Indonesia. Seminar ini menghadirkan  Prof.Ir. Rochmadi, S.U., Ph.D, Guru Besar Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada sebagai keynote speaker serta Ir.H. Sugeng Riyadi, MM, mantan Direktur Pertamina Drilling Services Indonesia (PT. PDSI) sebagai invited speaker  dalam seminar ini. (tdj)