IST AKPRIND Dampingi Pengembangan Geowisata Gunung Ireng

0
24

Selama lebih dari satu tahun terakhir, IST AKPRIND aktif dalam mendampingi warga Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, Gunungkidul. Pendampingan tersebut merupakan salah satu upaya pendampingan akademis terhadap warga dalam melakukan pengembangan kawasan Geowisata Gunung Ireng. Gunung Ireng diusulkan menjadi kawasan cagar alam geologi sebab memiliki batuan yang jarang dimiliki atau ditemukan di wilayah lain. Demikian disampaikan oleh Ketua Tim Pendamping Akademis Pengembangan Kawasan Geowisata Gunung Ireng, Dr. Ir. Sri Mulyaningsih, S.T., M.T. saat menerima kehadiran tim verifikasi Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) dan Geoheritage Daerah Istimewa Yogyakarta
Tahun 2020 di kawasan Wisata Gunung Ireng, Kamis (27/2).

Tim verifikator yang berasal dari Badan Geologi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia hadir ke Gunung Ireng dengan didampingi oleh fasilitator dari pemerintah daerah setempat. Tim Fasilitator terdiri dari Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan SETDA DIY, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul melalui Dinas Pariwisata dan Bappeda serta pemerintah Kecamatan Patuk dan Desa Pengkok. Pada kesempatan ini turut hadir Camat Patuk R. Haryo Ambar Suwardi, SH, MSi, dan Lurah Pengkok, Sugit. Hadir pula narasumber Pendamping dari Tim Geoheritage UPN Veteran Yogyakarta.

Dr. Ir. Sri Mulyaningsih, S.T., M.T. yang juga merupakan Dekan Fakultas Teknologi Mineral IST AKPRIND bersama dengan Nur Widi Astanto Agus Triheriyadi, S.T., M.T. dan Dina Tania, S.T., M.T. berkomitmen penuh membantu pengembangan wisata di Guning Ireng ini. Selain lokasinya yang sangat menarik, di lokasi ini masyarakat dapat belajar dunia Geologi utamanya terkait batu-batuan. Sebab di wilayah ini masih banyak ditemukan batuan langka yang sangat jarang ada di daerah lain. Memberikan pemahaman dan pendampingan kepada warga menjadi sangat penting. Dengan adanya kelompok sadar wisata (pokdarwis) Gunung Ireng diharapkan masyarakat Pengkok memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan potensi diwilayahnya. Dengan verifikasi oleh pihak yang berwenang diharapkan kawasan Gunung Ireng akan menjadi kawasan Cagar Alam Geologi, sehingga harus dilundungi, tambah Sri Mulyaningsih. (tdj)