Aprilia Ambarwati Supardi Lulusan Terbaik Program Sarjana

0
361

Aprilia Ambarwati Supardi Alumni SMA Negeri 24 Kabupaten Tangerang berhasil menjadi lulusan terbaik Sarjana (S1) IST AKPRIND Yogyakarta pada kelulusan periode II Tahun Akademik 2020/2021.Gadis kelahiran Lampung 22 tahun yang lalu ini tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik Industri IST AKPRIND Yogyakarta angkatan 2016. Aprilia mampu mejadi lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.94 dan masa studi 4.4 tahun.

Aprilia Ambarwati Supardi putri pasangan bapak dan ibu Supardi mampu menuntaskan studinya setelah Skripsi yang berjudul Perencanaan Jumlah Tenaga Kerja dan Peralatan Produksi yang Optimal Berdasarkan Antrian Bahan Bahu PT. Madiri Jogja International mendapat nilai sempurna dari Dosen Penguji. Dibawah bimbingan dua dosen Mega Inayati, Rif’ah, S.T., M.Sc., dan Endang Widuri Asih, S.T., M.T., Aprilian melakukan penelitian pada sebuah perusahaan di Yogyakarta. Menurut Aprilia, terjadinya bottleneck pada proses produksi dengan adanya penumpukan bahan baku yang merupakan hasil atau output dari unit kerja sebelumnya harus diatasi agar tidak menghambat perusahaan dalam melkukan kegiatan produksi. Penelitian dilakukan untuk menentukan alternatif jumlah tenaga kerja serta peralatn produksi dengan pendekatan teori antrian. Dari penelitian yang dilakukan diketahu adanya kelebihan tenaga kerja pada beberapa unit kerja serta terdapat pula kekurangan jumlah tenaga kerja pada unit lainnya. Sehingga manajemen perusahaan harus segera menyikapi kejadian tersebut.

Sementara dalam sambutan tertulisnya, Aprilia mengungkapkan kebahagiaannya berkuliah di IST AKPRIND. Walaupun mahasiswa IST AKPRIND berasal dari latar belakang dan pola pikir yang berbeda, namun justru meraka dapat belajar untuk saling memahami dan menghargai sebuah perbedaan. Selain itu sebagai mahasiswa membuat Aprila dan kawan kawan belajar tentang arti perjuangan, pantang menyerah, kerja keras hingga pengorbanan. Kelulusan pada periode II ini bagi Aprilia dan wisudawan lainnya menjadi bukti dari tanggung jawab selama studi dan jawaban dari perjuangan, kerja keras dan pengorbanan. Walaupun momen kebahagiaan kelulusan ini tidak dapat dirayakan dengan ceremony yang meriah karena kondisi Indonesia sedang berjuang menghadapi wabah penyakit COVID-19, namun kebanggaan dan kebahagiaan tetap dirasakan oleh Aprilian dan lulusan lainnya.(tdj)