Kondisi lingkungan Hidup di Indonesia semakin lama semakin menurun. Indeks kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), kualitas air, keberadaan energi fosil, maupun kualitas hutan. Bahkan berdasarkan peta sisa tutupan hutan melalui Google Earth yang diteliti oleh University of Maryland pada tahun 2013,  laju pengurangan keberadaan hutan (deforestasi) Indonesia menjadi yang terbesar di dunia. Antara tahun 2011 hingga 2012 hampir 20 ribu kilometer persegi hutan di Indonesia hilang. Disi lain laju pemanasan Global dan perubahan iklim semakin meningkat. Hal tersebut sangat memprihatinkan, terlebih krisis lingkungan hidup didominasi akibat perilaku kolektof umat manusia serta krisis spiritual. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Tasdiyanto Rohadi, SP., M.Si., C.IEA seorang pengajar Birokrasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang juga ketua Umum Perkumpulan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (PERALHI) saat menjadi pembicara Kuliah Umum di Auditorium IST AKPRIND, Sabtu (23/12).

Sosok yang kesehariannya juga menjabat Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Lingkungan Hidup Indonesia (LSP-LHI) menambahkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia saat ini terus berupaya untuk melestarikan keberadaan sumberdaya alam sebagai penyangga kehidupan untuk pembangunan keberlanjutan. Indonesia yang pada tahun 2020 akan mendapat bonus demografi dimana jumlah usia angkatan kerja dengan usia 15-64 tahun mencapai 70 persen dari jumlah penduduk. Hal tersebut harus mampu dimaksimalkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya masyarakat agar memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan. Sehingga dapat mengubah perilaku kolektif manusia, terutama dengan pendidikan lingkungan hidup yang menciptakan SDM ber-pengetahuan, ahli/terampil, dan berperilaku baik, tambahnya.

Kuliah umum dengan mengambil tema “Inovasi dan Kompetensi Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Manusia menuju Pembangunan Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Lingkungan tersebut bukan hanya diikuti oleh seluruh mahasiswa Teknik Lingkungan melainkan juga mahasiswa dari jurusan lain di IST AKPRIND. Menurut Purnawan, S.T., M.,Eng selaku Ketua Jurusan Teknik Lingkungan,  tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa serta kompetensi serta inovasinya dalam pengelolaan lingkungan dan sumberdaya manusia. Sehingga mahasiswa akan memperoleh wawasan arti pentingnya kopetensi diri untuk menuju persaingan global. Selain itu mahasiswa juga akan mendapatkan informasi secara langsung dari narasumber/pembicara yang diharapkan mampu meningkatkan motivasi mahasiswa dalam menekuni bidabg ilmu lingkungan hidup. (tdj)