Dosen IST AKPRIND jadi Guest Lecture di Malaysia

0
353

Ellyawan S Arbintarso, Ph.D, dosen Jurusan Teknik Mesin IST AKPRIND mendapat kehormatan menjadi dosen tamu (guest lecture) di Universiti Malaysia Pahang, beberapa waktu yang lalu. Kuliah Umum dengan tema Ceramic Degradation dipersentasikan  di Ruang DK 300 Auditorium Fakulti Kejuruteraan Mekanikal, UMP, Pekan, Pahang. Hadirnya Ellyawan S Arbintarso sebagai dosen tamu merupakan tindaklanjut dari perjanjian kerjasama antara IST AKPRIND dengan Universiti Malaysia Pahang.

EllyawanEllyawan S Arbintarso membawakan materi tentang Ceramic Degradation . Keramik merupakan salah satu bidang keahlian Ellyawan, terutama saat menempuh studi doktoralnya di Manchester, UK. Menurut Ellyawan S Arbintarso , kata keramik, berasal namanya dari bahasa Yunani keramos, yang berarti “tembikar”, yang pada asal mulanya berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “terbakar”. Masyarakat Yunani menggunakan istilah tersebut untuk mengartikan “bumi yang terbakar”. Jadi kata itu digunakan untuk merujuk pada produk yang diperoleh melalui aksi api atas bahan-bahan yang berasal dari tanah/bumi. Di era teknologi modern seperti bahan keramik canggih telah dikembangkan lebih modern lagi. Penggunaan sebagai pelapis isolator termal untuk melindungi struktur logam, melapisi permukaan, atau komponen lain terpisah. Penggunaan tang umum dalam dunia teknik antara lain meliputi silikon nitrida (Si3N4), silikon karbida (SiC), Zirkonia (ZrO2) dan Alumina (Al2O3). Ketahanan panas dan sifat lain yang diinginkan telah menyebabkan pengembangan metode untuk menguatkan material melalui penguatan dengan serat lebih banyak menggunakan bahan dari keramik. Keramaik saat ini bukan hanya produk rumahtangga tetapi juga digunakan dalam dunia kedokteran, otomotif, penerbangan, militer dan masih banyak lagu, ungkapnya.

Kuliah umum dibuka oleh Dr. Juliawati binti Alias selaku Ketua Fokus Grup Bahan Struktural dan Penurunan Kualitas (Structural Material and Degradation Focus Group [3]) dan diberi sambutan oleh pensyarah kanan (dosen senior) Dr. Yuli Panca Asmara, dihadiri 37 mahasiswa dan beberapa pensyarah (dosen) yaitu Dr. Fadlur Rahman bin Mohd Romlay, Dr. Wan Sharuzi bin Wan Harun, Dr. Tedi Kurniawan, dan Dr. Ramli Junid. Inti dari kuliah umum tersebut adalah tentang adanya penurunan kualitas keramik karena korosi. McCauley (2013) mengklasifikasikan korosi pada bahan keramik menurut kategori dasar antara lain korosi oleh cairan, korosi oleh gas, korosi oleh padatan, dan korosi oleh sumber biologi. Bahan keramik tunggal akan bereaksi berbeda terhadap lingkungan yang berbeda sehingga tidak ada penjelasan tunggal untuk Korosi bahan tertentu pada semua lingkungan. Korosi tergantung pada karakteristik struktural material. Bahan yang lebih kompak atau terikat rapat tidak menimbulkan korosi sedikit pun apakah itu bahan gelas atau kristal. (tdj)