Workshop Evaluasi Kurikulum bagi Dosen IST AKPRIND

0
20

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merupakan perwujudan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan nasional, sistem pelatihan kerja nasional serta sistem penilaian kesetaraan capaian pembelajaran nasional, yang dimiliki Indonesia untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia nasional yang berkualitas dan produktif.

Terkait dengan hal itu, IST AKPRIND sebagai sebuah institusi perguruan tinggi khusus bidang Sains & Teknologi memiliki peran yang strategis dalam memberi dukungan pada lulusan ikut berperan dalam mengimplementasikan KKNI dalam pengembangan kurikulum pada setiap jenjang studi di Program Studinya masing-masing. Hal ini diperlukan agar keselarasan kualitas dan capaian pembelajaran produk lulusan Perguruan Tinggi dengan kriteria tenaga kerja yang diharapkan oleh masyarakat pengguna lulusan (stakeholder) berhasil diwujudkan. Hal ini mendorong Badan Pengembangan Pendidikan dan Aktivitas Instruksional (BP2AI) menyelenggarakan Workshop Evaluasi Kurikulum di Auditorium IST AKPRIND, Senin (11 /2).

Tujuan workshop evaluasi kurikulum ini menurut kepala BP2AI, Ir Saiful Huda, M.T., M.E adalah untuk membahas pemahaman dosen tentang KKNI dan teknis penyusunan kurikulum berbasis KKNI. Dalam Workshop yang menghadirkkan narasumber Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T, Wakil Direktur Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan tersebut diharapkan peserta mendapatkan beberapa manfaat. Antara lain peserta diharapkan mampu memberi pemahaman konsep pengembangan KKNI pada penyusunan kurikulum bagi para peserta workshop serta memberikan teknis penyusunan kurikulum berbasis KKNI khusus untuk rumpun Saintek.

Indonesia sudah memiliki KKNI untuk menghadapi tantangan dan persaingan pasar global terkait tenaga kerja nasional dan internasional yang bersifat terbuka. Pergerakantenaga kerja dari dan ke Indonesia tidak lagi dapat dibendung dengan peraturan atau regulasi yang bersifat protekstif. Ratifikasi yang telah dilakukan Indonesia untuk berbagai konvensi regional maupun internasional secara nyata menempatkan Indonesia sebagai sebuah negara yang semakin terbuka dan mudah dimasuki oleh tenaga kerja dan sumber daya manusia. Oleh karena itu agar dalam jangka pendek maupun jangka panjang mampu berperan aktif dan bergerak maju di pasar ekonomi global, maka pengakuan secara timbal balik dan setara terhadap kualifikasi dan capaian pembelajaran yang dimiliki oleh tenaga kerja Indonesia dengan tenaga kerja asing menjadi bagian yang kritis dalam pengembangan kerangka kualifikasi tenaga kerja nasional.

(tdj)