Wisuda Periode III TA 2018/2019, Raden Ilham Akbar Lulus dengan IPK 3,96

0
26

Raden Ilham Akbar dari program Sarjana program studi Teknik Industri berhasil menjadi lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dalam Wisuda Periode III Tahun Akademik 2018/2019 IST AKPRIND Yogyakarta yang di gelar di Arjuna Room, Jogja Expo Center, Sabtu (25/5). Putra Raden Bambang Sugiyarto yang merupakan alumni SMK Negeri 2 Cilacap ini mampu lulus Cum Laude dengan IPK 3,96, sehingga berhak menjadi wisudawan yang menerima ijazah urutan pertama dan langsung diserahkan oleh Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T. Sementara pengalungan Samir oleh Wakil Rektor bidang Akademik, Drs. Yudi Setyawan, M.S., M.Sc.

Lulusan terbaik program Diploma 3 (D3) diraih olehYoga Ady Saputra yang lulus dengan IPK 3,60 dengan lama studi 7 semester. Wisuda IST AKPRIND periode III TA 2018/2019 diikuti sejumlah 163  orang lulusan yang terdiri dari 141 sarjana dan 22 Ahli Madya. Pada wisuda kali ini, sebanyak  27 wisudawan S1 dan 4 D3  berhasil lulus dengan predikat Cum Laude.Dalam sambutannya Rektor IST AKPRIND menyampaikan bahwa Sains & Teknologi dibangun untuk kesejahteraan manusia. Namun perkembangan menunjukkan bahwa era revolusi Industri 4.0 telah menghadirkan banyak tantangan dan problem baru. Di susul aplikasinya menuju era society 5.0 yang diidealkan aplikasi teknologi yang berfokus pada kehidupan manusia. Digagas oleh Jepang, Society  5.0 diusulkan sebagai masyarakat masa depan yang harus dicita-citakan. Ini mengikuti tahapan masyarakat berburu (Society 1.0), pertanian (Society 2.0), industri (Society 3.0), dan masyarakat informasi (Society 4.0).  Society 5.0 menurut Jepang, adalah masyarakat yang mengintegrasikan ruang fisik dan ruang maya dalam kendali alat seperti drone, peralatan rumah tangga berbasis AI, perawatan medis, dan manajemen cerdas dan kendaraan otonom.  Namun masih tersisa ironi ketika menurut The Sustainable Development Solutions Network (SDSN) dibawah PBB yang membuat laporan tingkat kebahagiaan negara-negara di dunia sejak 2012 dari 156 (https://worldhappiness.report) Jepang justru hanya menduduki ranking 51 (2017). Negara paling bahagia adalah Denmark (2016), Norwegia (2017) dan Finlandia (2018).   Indonesia terus menurun, yaitu rank 79 (2016),  81 (2017);  Indonesia 96(2018); sementara    Malaysia (42), Thailand (32), dan Singapura (26), dan  bahkan Vietnam di urutan 95. Kesimpulan Indonesia makin tidak bahagia.

Rektor juga menambahkan bahwa wisuda merupakan akhir  tugas layanan asuhan formal IST AKPRIND kepada mahasiswa dalam mengembangkan potensi dirinya.  Namun bukanlah akhir dari masa belajar, tetapi justru awal masa belajar di kehidupan  nyata. Sebagai lulusan IST AKPRIND, lulusan IST AKPRIND telah dibekali pengetahuan dan keterampilan berupa pengembangan  potensi diri melalui kegiatan kuliah, penelitian, pengabdian masyarakat dan berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan seperti BEM, HMJ atau UKM. Sehingga dapat menjadi bekal untuk terjun dan berkarya di tengah  masyarakat. Keberhasilan wisudawan  dalam menyelesaikan studi di IST AKPRIND selain atas usaha keras, juga berkat jerih payah dan perjuangan keluarga, terutama orang tua.  (tdj)