Waspada Kebakaran, Pelatihan Penggunaan APAR ditingkatkan

0
27

Bahaya akan kebarakan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Terutama di area perkantoran. Perkantoran seperti IST AKPRIND termasuk area yang rawan terjadinya kebakaran. Tingginya penggunaan daya listrik serta banyaknya material yang mudah terbakar diperlukan adanya kesadaran yang tinggi baik dari pegawai maupun pengelola gedung. Agar jika sewaktu-waktu terjadi ancaman bahaya kebakaran dapat segera dilokalisir serta diatasi. Sehingga penggunaan Alat Pemadam Api Ringan atau lebih sering disebut APAR harus tepat dan efektif. Guna meningkatkan keterampilan mengatasi bahaya kebakaran, Unit Pelaksana Teknis Satuan Keamanan, Ketertiban dan Keselamatan Kampus (UPT SK4) IST AKPRIND menyelenggarakan pelatihan penggunaan APAR bagi anggota, di Kampus 1 IST AKPRIND, Sabtu (10/11).

Pelatihan penggunaan APAR menurut Lalu Agung Wardhana selaku Kepala UPT SK4 IST AKPRIND rencananya akan rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Hal tersebut bertujuan agar anggota SK4 bukan hanya sekedar pernah menggunakan APAR namun juga terampil dan efektif dalam penggunaannya. Menurut Lalu Agung, dengan pelatihan yang rutin diharapkan anggota SK4 mampu mengetahui kondisi dan tindakan untuk pencegahan kebakaran di area kerja. Serta mampu memadamkan kebakaran tingkat awal dan mengamankan lokasi kebakaran. Saat ini di IST AKPRIND memiliki 2 jenis APAR yang diletakkan pada tempat-tempat strategis, yaitu jenis Powder dan jenis Halon. Jenis Powder sering pula disebut DCP yang merupakan singkatan dari Dry Chemical Powder. Ciri yang mudah diamatai dari jenis ini adalah tabung APAR berwarna Merah. Sementara Jenis Halon berisi gas carbon monoksida (CO). Gas CO dapat mematikan api dengan mengeluarkan cairan yang dingin. Pengguna APAR jenis Halon tidak diperkenankan memegang Nozle saat melakukan pemadaman karena tangan bisa menjadi kaku karena beku yang dapat berakibat fatal. Ciri APAR dengan gas halon, tabungnya berwarna hijau, pungkas Lalu Agung.

Pelatihan penggunaan APAR di IST AKPRIND yang diikuti oleh 25 anggota SK4 dan beberapa pegawai perwakilan unit kerja turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Muhammad Sholeh, S.T., M.T., serta Kepala Biro Adminitrasi Umum IST AKPRIND, Ir. Joko Susetyo, M.T. Pada pelatihan ini IST AKPRIND menggandeng instruktur dari pihak ketiga yang juga perusahaan yang bergerak di bidang keselamatan kerja dan pemadaman kebakaran serta vendor peralatan pemadam kebakaran. (tdj)