Ulang Prestasi Tahun 2020, HMTG IST AKPRIND Lolos Pendanaan PHP2D Kemdikbudristek

0
211

Kali kedua, Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) GAIA-IST AKPRIND Yogyakarta pertahankan prestasinya di Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa (PHP2D). Ulang PHP2D 2020, tahun 2021 ini Tim HMTG IST AKPRIND lolos pendanaan PHP2D Kemdikbudristek. Mengangkat tema Pemanfaatan Lahan Bantaran Rel Sebagai ‘Kebun Desa Mandiri’, tim ini dibimbing oleh Nurul Dzakiya, S.Si., M.Sc., dan diketuai oleh Faiz Angga Praditya yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Himpunan periode 2021-2022.

Faiz mengatakan bahwa ide dari pengajuan proposal bermula dari lingkungan sekitar kontrakannya dekat dengan rel kereta api yang terdapat lahan kosong sehingga banyak tanaman liar dan sampah serta banyak bekas kolam ikan terbengkalai.
Hasil diskusi dengan tokoh masyarakat, selama pandemi harga sayur dan rempah-rempah sempat melonjak tinggi, sedangkan warga banyak yang mengaku turun pendapatannya akibat pembatasan kegiatan di Kelurahan Banyumeneng,Sleman, D.I. Yogyakarta.

Bersama anggota himpunan lainnya, yaitu Alfina Trisnawati, Rifa N Latifa, Rohmad Bagus, Ozzy Fernandes, Yeni Pangestu, E. Yunianti Kowan, Puspa, Diana Roos, M. Rizqi, Elen Hendra, Wardania, Nova, Dimas Nurady dan Sandra bersama-sama mewujudkan harapan guna memberdayakan warga sekitar selama pandemi dengan kegiatan produktif pembuatan aquaponik yang memanfaatkan lahan menjadi tempat budidaya sayuran dan ikan agar mampu membantu meringankan kebutuhan hidup warga dan menjadikan lingkungan lebih sehat dan asri.

“Aquaponik dipilih karena memberikan banyak manfaat dan berpotensi mendukung wirausaha bagi warga dan ramah lingkungan. Program ini juga dikonversi ke matakuliah 8 sampai 10 sks sesuai kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu, luaran kegiatan ini sudah dipublikasikan ke media sosial Instagram, Youtube, dan Jurnal Pengabdian Masyarakat agar informasinya meluas dan mampu menjadi inspirasi,” ujar Dzakiya sebagai pembimbing.

Harapan tim setelah program ini berakhir pada Desember, warga tetap mampu melanjutkan program yang telah dilaksanakan oleh tim selama enam bulan sehingga nama ‘Kebun Desa Mandiri’ menjadi benar-benar ‘Mandiri’ dan kegiatan serupa dapat terus dipertahankan hingga memberikan dampak yang lebih luas ke masyarakat sekitarnya. (ND)