Tim Kosabangsa IST AKPRIND Serahkan TTG ke Tiga Mitra Masyarakat

0
70

Tim Program Kolaborasi Membangun Masyarakat (Kosabangsa) IST AKPRIND Yogyakarta memberikan Teknologi Tepat Guna kepada tiga mitra masyarakat yaitu Kelompok KPP Ngawu Asri, Kelompok Petani Bulak Sawah,  UMKM Aneka Mocaf Putri 21 di Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunung Kidul. Tim yang diketuai oleh Ir. Gatot Santoso, M.T., Dr. Samuel Kristiyana, S.T., M.T., Dr. Dra. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si., Dr. A.A. Susastriawan, S.T., M.Tech., dibantu oleh Satriawan Dini Hariyanto, S.T., M.Eng., dan Dewi Wahyuningtyas, S.T., M.Eng. Tim pelaksana didampingi oleh Universitas Sebelas Maret yang diketuai oleh Dr. Suminah, M.Si., beranggotakan Dr. Edi Kurniadi, M.Pd., dan Dr. Ir. Joko Riyanto, M.P.

Tim mendapatkan hibah KOSABANGSA Tahun Anggaran 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan judul Penerapan Green Technology Pengolahan Sampah dan Tekno Ekologi Sistem Tata Air dalam Upaya Ketahanan Energi dan Ketahanan Pangan Kelompok Petani dan UMKM Aneka Olahan Mokaf di Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunung Kidul.

Program Kosabangsa ini ditujukan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan sampah organik rumah tangga menjadi energi terbarukan yang ramah lingkungan dan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan energi pengganti gas dari energi fosil dan pengolahan sampah plastik di KPP Ngawu Asri secara mekanisasi untuk menghasilkan cacahan plastik yang mempunyai nilai jual dan dapat menambah penghasilan bagi masyarakat. Demikian juga untuk Kelompok Petani Lestari Bulak Sawah yang kekurangan air dan usaha pemenuhan kebutuhan air persawahannya akan diterapkan teknologi ramah lingkungan solar cell untuk menaikkan air tanah dari sumbernya bagi kelompok petani. Sedangkan UMKM Aneka Mocaf Putri 21 dalam proses produksinya menggunakan perangkat pencetak dan pengering mie yang sumber energinya dari solar cell sebagai energi terbarukan dan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan kemampuan beroperasi sepanjang hari sehingga dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan jika kondisi hujan.

Metode yang digunakan meliputi beberapa tahapan dalam penerapan teknologi kepada masyarakat dengan 1) sosialisasi, 2) pelatihan, 3) penerapan teknologi melalui perancangan dan perhitungan gambar desain peralatan serta pembuatan TTG, 4) pendampingan operasional oleh pelaksana dalam mengoperasikan TTG serta 5) adanya berkelanjutan. Dalam program Kosabangsa ini, mitra yang terlibat KPP Ngawu Asri, Kelompok Petani Lestari Bulak Sawah, Aneka Mocaf Putri 21.

Pelaksanaan program Kosabangsa dari September hingga November 2022 telah mencapai 70% untuk ketiga mitra. Adapun luaran yang telah dihasilkan meliputi TTG Mesin pencacah plastik kapasitas 50 kg/jam berpenggerak motor bensin 10 PK, TTG Mesin pengaduk kompos berpenggerak listrik, TTG Mesin pencacah sampah organik berpenggerak motor bensin, TTG Mesin pembuat mie berpenggerak listrik, Pembuatan biodigester sebanyak 2 buah (dalam proses), Bedeng tanaman bawang merah (dalam tahap finishing pembuatan), Pengadaan tong sampah pemilah sampah organik dan anorganik sebanyak 100 buah, Paten sederhana 1 buah, Paper untuk prosiding nasional 2 buah, Jurnal abdimas 1 buah. Adanya program ini diharapkan dapat mensinergikan kolaborasi perguruan tinggi dengan mitra baik Dunia Usaha dan masyarakat.