Teliti Serat Bambu untuk Bahan Crash Box, Hadi Saputra Raih Gelar Doktor

0
23

Industri otomotif senantiasa melakukan inovasi untuk memberikan jaminan keamanan kepada pengendaranya. Salah satunya adalah pengembangan crash box. Yaitu penggunaan material untuk meredam benturan (impact). Sehingga jika terjadi benturan keras yang diakibatkan oleh kecelakaan mampu mengurangi bahkan mencegah cidera bagi pengendaranya. Terdapat dua jenis pengaman yaitu pasif dan aktif. Pengaman  aktif terintegrasi secara aktif dalam meberikan keamanan seperti Seat Belt (sabuk pengaman), Airbags, ABS, dan lainnya. Sementara pengaman pasif antara lain adalah crash box.

Dr. Hadi Saputra, S.T., M.Eng, dosen jurusan teknik Mesin IST AKPRIND mengatakan, bahwa Crash box merupakan salah satu teknologi sistem keselamatan pasif (passive safety system) yang dipasang pada kendaraan. Crash Box berfungsi untuk menyerap energi kinetik pada saat mobil tersebut mengalami benturan dengan benda lain. Sehingga dengan system ini akan mengurangi tingkat keparahaan yang dialami penumpang saat terjadi kecelakaan. Perangkat komponen crash box didesain untuk mengurangi terjadinya gaya yang terjadi ke seluruh struktur kendaraan selama mengalami tabrakan. Dalam penelitian disertasi doktoralnya, pada Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik UGM, Hadi Saputra meneliti penggunaan bahan yang terbuat dari material komposit dengan penguat serat bambu strip dan matriks Epoxy resin untuk bahan crash box. Hadi Saputra berharap dari penelitiannya ini akan meningkatkan pertumbuhan usaha kecil menengah dibidang komposit serat alam di masyarakat. Selain itu juga mengoptimalkan penggunaan serat alam untuk komponen kendaraan yang semakin meningkatkan penggunaan produk yang ramah lingkungan.

Hadi Saputra merupakan dosen IST AKPRIND yang lahir pada tahun 1969. Dengan promotor Prof. Ir. Jamasri, Ph.D. serta co. Promotor Dr. Ir. Heru Santosa BR., M.Eng., Hadi Saputra menempuh studi doktoralnya pada ilmu Teknik Mesin, Program Pascasarjana, Fakultas Teknik, Universaitas Gadjah Mada. Setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Komponen Penyerap Energi Dari Bahan Komposit Serat Alam” dihadapan dewan penguji. Sebelum menjadi dosen di IST AKPRIND pada tahun 2011, Hadi Saputra bekerja pada PT. Swadaya Graha, Gresik (1992), PT. Dirgantara Indonesia, Bandung (1993 – 2003),     PT. Sanggar Sarana Baja Transporter, Tanggerang (2009) serta PT. Design Teknik, Bandung (2010 – 2011). (tdj)