Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa para pahlawan dan pendahulunya. Kata-kata tersebut sering kita dengar pada momen-momen tertentu saat kita teringat dengan jasa para pahlawan dan pendahulu negeri ini. Hal tersebut juga senantiasa dipupuk oleh sivitas akademika IST AKPRIND agar senantiasa mengingat dan menghargai kepada mereka yang telah berjasa dalam mendirikan dan mengembangkan perguruan tinggi ini. Salah satunya dalam bentuk melakukan ziarah dan tabur bunga kepada tokoh-tokoh pendiri IST AKPRIND, pada Rabu (9/5).

Ziarah dan tabur bunga yang dilaksanakan 3 hari menjelanag Dies Natalis ke 46 IST AKPRIND dilaksanakan di Taman Makam Pahawan (TMP) Kusuma Negara Yogyakarta. Di tempat ini salah satu pendiri yang juga Rektor pertama IST AKPRIND, Kapten Laut (purn) Drs. Ir. Siswono Oetoyo dimakamkan. Ziarah yang dipimpin oleh Ketua Pembina Yayasan Pembina Potensi Pembangunan (YPPP) yang juga salah satu  pendiri IST AKPRIND, H.M . Suwardi, S.E, turut diikuti oleh pengurus YPPP, Jajaran pimpinan IST AKPRIND, perwakilan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Selepas dari TMP Kusumanegara, ziarah dan tabur bunga yang diikuti sekitar 100 orang tersebut dilanjutkan menuju Taman Wijayabrata yang berjarak kurang lebih 300 meter dari TMP Kusumanegara. Taman Wijayabrata merupakan komplek pemakaman para tokoh pendidikan dimana tokoh pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara dimakamkan. Di komplek pemakaman ini pula salah satu pendiri IST AKPRIND yang juga mantan Ketua Pengurus YPPP, Soebardi Partono, B.Sc dimakamkan.

Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. AMir Hamzah, M,T yang didampingi Ketia Panitia Dies,Dr. Edhy Sutanta, S.Kom., M.Kom, menyampaiakan bahwa ziarah dan tabur bunga menjadi agenda rutin tahunan setiap menjelang pelaksanaan Dies Natalis. Hal ini dimaksudkkan agar sivitas akademika IST AKPRIND bukan hanya mengetahui keberadaan para pendiri perguruan tinggi ini melalui cerita dan tulisan sejarah semata. Namun sivitas akademika juga mengetahui dimana mereka dikebumikan serta mengetahui jasa-jasa besar mereka yang ukan hanya diakui oleh IST AKPRIND namun juga diakui oleh negara. (tdj)