Studi Banding Pengelolaan RPL, STTR Cepu Kunjungi Akprind University

0
76

Universitas AKPRIND Indonesia (Akprind University) mendapat kunjungan dari Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu, Selasa (11/6). Acara yang diselenggarakan di Ruang Rapat Pimpinan, Kampus 1 Akprind University merupakan tindak lanjut kerja sama bertajuk Studi Banding Pengelolaan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Kunjungan dari STTR Cepu disambut oleh Rektor Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom., Wakil Rektor I Prof. Dr. Anak Agung Putu Susastriawan, S.T., M.Tech., Wakil Rektor III Dr. Samuel Kristiyana, S.T., M.T., Kepala Bagian Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum DP2AIĀ Erna Kumalasari Nurnawati, S.T.,MT., Direktur Direktorat Sistem Informasi (DSI) Erma Susanti, S.Kom., M.Cs., Kepala Bagian Pelayanan Data dan Sistem Informasi Tedy Kumiawan, S.Kom., dan Bagian Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Gilang Adi Praseta, S.Kom. Sementara dari STTR Cepu hadir Ketua STTR Cepu Dr. Ir. Agus Dwi Korawan, M.T., beserta jajarannya, yaitu Masta’in, S.T., M.T. (Kaprodi Teknik Sipil), Retno Wahyusari, S.Kom., M.Kom. (Kaprodi Informatika), Suluh Jatmiko, S.T., M.T. (Kepala P2M), Fida Dwi Yulianti, S.Hum. (Kepala BAA), dan Moch. Yusuf Syafrudin (Kasub. Akademik).

Dalam sambutannya, Ir. Agus mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Akprind University atas bantuan yang diberikan dalam pengelolaan sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, khususnya jalur RPL. “Tujuan kami yakni ingin belajar lebih jauh bagaimana cara asesor itu nanti dapat melakukan assessment dengan benar, karena kita belum pernah menjalaninya,” ujarnya.

Tindak lanjut kerja sama Universitas AKPRIND Indonesia dan Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe Cepu bertajuk Studi Banding Pengelolaan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Selain itu, pihaknya juga ingin mempelajari cara memasukkan hasil assessment ke dalam sistem, karena saat ini STTR Cepu belum memiliki sistem tersebut. Menurutnya, dalam menerapkan hal itu juga tidak ingin melakukan kesalahan, baik dalam proses assessment maupun administrasi, terutama dalam pelaporan pada sistem. 

“Mudah-mudahan dengan studi banding ini diperoleh gambaran lebih detail terkait pengelolaan RPL, sehingga nantinya bisa berjalan dengan baik dan mendapatkan lebih banyak manfaat, dan kerja sama antara STTR dan Akprind University bisa berlangsung dengan baik dan kita bisa mengisi kerja sama tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Erna Kumalasari dan Erma Susanti menjelaskan tentang sistem dan prosedur pendaftaran RPL dan dilanjutkan demonstrasi alur pendaftaran jalur RPL oleh Gilang Adi. Sebagai informasi, RPL merupakan penyetaraan akademik atas pengalaman kerja dan pelatihan bersertifikasi, atau pengalaman belajar di masa lampau untuk dapat mengurangi beban studi jika melanjutkan pendidikan formal di Universitas AKPRIND Indonesia. (humas)