“Sharing Session” Link and Match Perguruan Tinggi dengan Industri

0
30

Belum adanya jaminan masuk kerja setelah lulus dari perguruan tinggi menjadi permasalahan tersendiri bagi Perguruan Tinggi. Hal tersebut karena lamanya waktu tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan pertama setelah lulus. Ditambah lagi pekerjaan pertama lulusan belum tentu selaras atau sesuai dengan latar belakang jurusannya. Untuk menghindari hal tersebut, IST AKPRIND menyeleggarakan sharing session yang mengangkat tema Link and Match Perguruan Tinggi dengan Industri di Auditorium IST AKPRIND Yogyakarta, Rabu (11/3).

Acara yang diselenggarakan secara kolaborasi antara jurusan Teknik Mesin dan Teknik elektro IST AKPRIND tersebut menghadirkan Ir. H. Toharso, M.M, (mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina Persero) hadir sebagai narasumber bersama dengan Suwarjo, S.T. (Direktur PT. Ikaprindo Rekayasa Teknik). Pada kesempatan tersebut Toharso mengungkapkan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang justru kurang memahami ilmu-ilmu dasar teknik yang menjadi dasar saat di dunia industr nanti. Misal perbedaan antara listrik 3 phase dan satu phase. Mengapa harus 3 phase atau mengapa cukup satu phase, tuturnya. Bagaimana menghitung dengan cepat nilai tahanan (ohm) pada resistor berdasarkan warna cincinnya. Begitu pula bagi jurusan mesin, bagaimana membedakan mesin bensin dengan mesin diesel. Apa perbedaan mesin bensin dengan sistem ijeksi dan sistem karburasi. atau berapa maksimal kedalaman sumur jika ingin menggunakan pompa sentrifugal. Hal-hal tersebut merupakan ilmu dasar yang seharusnya telah dikuasai.

Sementara Suwarjo yang merupakan alumni IST AKPRIND angkatan 91 melihat keberadaan PT Ikaprindo Rekayasa Teknik sebagai perusaahaan yang sangat strategis baik bagi IST AKPRIND maupun industri. PT Ikaprindo Rekayasa Teknik yang didirikan oleh alumni IST AKPRIND memiliki slogan dari alumni, oleh alumni dan untuk alumni. Menurut Suwarjo, dunia industri sesungguhnya membutuhkan banyak tenaga kerja, namun disisi lain banyak lulusan perguruan tinggi yang tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Sehingga harus ada penyesuaian kurikulum di perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Untuk itu keberadaan PT. Ikaprindo Rekayasa Teknik diharapkan mampu menjembatani lulusan IST AKPRIND untuk bekerja sekaligus meningkatkan kompetensi sesuai dengan bidangnya.

Sharing session yang mengangkat tema Link and Match Perguruan Tinggi dengan Industri diikuti oleh dosen – dosen dari jurusan Teknik Mesin dan Teknik Elektronika mahasiswa yang telah memasuki semester akhir. Selain itu juga diikuti oleh beberapa mahasiswa dari jurusan lain seperti Teknik Kimia, Informatika dan lainnya. Hadir pula pada kesempatan tersebut, Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Ketua Yayasan Pembina Potensi Pembangunan, Dekan Fakultas Teknologi Industri, serta Ketua Jurusan yang berada dibawah Fakultas Teknologi Industri. (tdj)