Sambut Dies ke 47, IST AKPRIND Tabur Bunga di Makam Pendiri

0
66

Keberadaan IST AKPRIND tidak terlepas dari para pendirinya. Para pendiri baik yang terlibat secara langsung maupun secara tidak langsung berperan dalam pendirian Akademi Perindustrian hingga berubah menjadi IST AKPRIND memiliki kontribusi yang besar dalam kelangsungan lembaga pendidikan tinggi ini. Hal tersebut juga senantiasa dipupuk oleh sivitas akademika IST AKPRIND agar senantiasa mengingat dan menghargai kepada mereka yang telah berjasa dalam mendirikan dan mengembangkan perguruan tinggi ini. Salah satunya dalam bentuk melakukan ziarah dan tabur bunga kepada tokoh-tokoh pendiri IST AKPRIND.

Ziarah dan tabur bunga yang dilaksanakan Selasa (30/4) di Taman Makam Pahawan (TMP) Kusuma Negara Yogyakarta. Di tempat ini salah satu pendiri yang juga Rektor pertama IST AKPRIND, Kapten Laut (purn) Drs. Ir. Siswono Oetoyo dimakamkan. Ziarah yang dipimpin oleh Ketua Pembina Yayasan Pembina Potensi Pembangunan (YPPP) yang juga salah satu  pendiri IST AKPRIND, H.M . Suwardi, S.E, turut diikuti oleh pengurus YPPP, Jajaran pimpinan IST AKPRIND, perwakilan dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

Selepas dari TMP Kusumanegara, ziarah dan tabur bunga yang diikuti sekitar 100 orang tersebut dilanjutkan menuju Taman Wijayabrata yang berjarak kurang lebih 300 meter dari TMP Kusumanegara. Taman Wijayabrata merupakan komplek pemakaman para tokoh pendidikan dimana tokoh pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara dimakamkan. Di komplek pemakaman ini pula salah satu pendiri IST AKPRIND yang juga mantan Ketua Pengurus YPPP, Soebardi Partono, B.Sc dimakamkan. Di Taman Wijayabrata ini pula berbagai tokoh berperan dalam pendirian IST AKPRIND seperti Ibu Sri Romdiyani Seobardi Partono, ki Ir.R. Soekamto, serta ki Gondogimono .

Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M,T menyampaiakan bahwa ziarah dan tabur bunga menjadi agenda rutin tahunan setiap menjelang pelaksanaan Dies Natalis. Hal ini dimaksudkkan agar sivitas akademika IST AKPRIND bukan hanya mengetahui keberadaan para pendiri perguruan tinggi ini melalui cerita dan tulisan sejarah semata. Namun juga mengetahui dimana mereka dikebumikan serta mengetahui jasa-jasa besar mereka yang bukan hanya diakui oleh IST AKPRIND namun juga diakui oleh pemerintah dan negara.