Persiapan Teknis oleh Prof. Mahfud Menuju Akreditasi Unggul Prodi Bisnis Digital

0
46

Keberadaan akreditasi di sebuah lembaga atau perguruan tinggi amat penting. Sebab, dengan status akreditasi yang berkualitas akan memberikan kepastian penjaminan mutu dan layanan yang diselenggarakan berjalan dengan baik. Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di DIY, IST AKPRIND berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas bagi para mahasiswanya. Salah satunya ialah dengan memastikan setiap program studi yang diselenggarakan dapat meraih akreditasi Unggul.

Salah satu program studi yang saat ini tengah bersiap untuk melaksanakan akreditasi yaitu Bisnis Digital. Prodi ini merupakan prodi termuda di IST AKPRIND juga prodi Bisnis Digital pertama yang hadir di Yogyakarta. Guna mempersiapkan secara matang setiap tahap akreditasi prodi ini, maka institut menyelenggarakan kegiatan Koordinasi Persiapan Akreditasi dan Pengembangan Program Studi Bisnis Digital. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Utama, Kampus 1 IST AKPRIND, Selasa (24/1).

Rektor IST AKPRIND Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom., membuka kegiatan ini secara simbolik. Kegiatan koordinasi ini diantaranya dihadiri oleh Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Sistem Informasi Catur Iswahyudi, S.Kom., S.E., M.Cs., MTA., Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Imam Sodikin, S.T., M.T., Kepala BP2I Ellyawan Setyo Arbintarso, S.T., M.Sc., Ph.D., Kepala BP2AI Siti Saudah, S.Pd., M.Hum., Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Bisnis Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., Dekan Fakultas Teknologi Industri Ir. Murni Yuniwati, M.T., Ketua Program Studi Bisnis Digital Ir. Muhammad Yusuf, M.T., serta dosen dan staf lembaga berwenang. 

Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan ini merupakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D., Ak., CA., CPA (Aust). Pada kesempatan ini, Prof. Mahfud menjabarkan kriteria serta tahapan yang harus dilakukan pada saat akreditasi Prodi Bisnis Digital. Ia menegaskan perlu kerja sama yang solid antara dosen, sivitas akademika, dan mahasiswa. Peran dosen salah satunya ialah rutin mengisi dokumen pendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi di sistem. 

“Jika institut, fakultas, dan prodi ingin sustain dan berkembang lebih baik, siapkan sejak dini data untuk akreditasi, sehingga tidak perlu gresek-gresek data ketika akan akreditasi. Prodi Bisnis Digital merupakan program studi yang menjanjikan, apalagi saat ini sedang trending, harus berani promosi. Prodi ini merupakan yang pertama ada di Yogyakarta, harus dipromosikan secara masif melalui sosial media, website, dan berbagai platform digital yang saat ini marak digunakan,” ujarnya. 

Perju juga mempersiapkan dokumen penting seperti Susunan Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) dan dokumen survei pemangku profesional. Selain itu, juga perlu dilakukan simulasi assessment sebelum akreditasi. Yang tak kalah penting face validity harus bagus dulu, tampilan harus dikemas semenarik mungkin. Selain itu juga perlu dilaksanakan survei eksternal, misalnya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang bisnis digital.

Kalau semua sudah berhasil dilakukan, selanjutnya yang jangan dilupakan adalah menjalin kerja sama berkelanjutan dengan institusi, lembaga, maupun perusahaan. Perlu juga mempersiapkan profil mahasiswa, menyusun SOP pengajuan beasiswa dan magang tingkat Institut, mempersiapkan dokumen layanan dan fasilitas kemahasiswaan, serta kerja sama dengan lembaga sertifikasi. (humas)