Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada setiap tanggal 2 Mei menjadi momentum penting bagi pendidikan di Indonesia. Sebagai bangsa yang besar Indonesia tidak melupakan perjuangan para pendirinya, hardiknas bertepatan dengan hari ulang tahun Ki Hadjar Dewantara, pahlawan nasional yang juga sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia. Sebagai Institusi pendidikan tinggi, IST AKPRIND senantiasa meneruskan perjuangan bapak pendidikan Indonesia tersebut selaras dengan visi dan misinya. Upacara hardiknas di IST AKPRIND diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan serta perwakilan UKM dan HMJ yang ada. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan piagam penghargaan kepada para pegawai dengan masa pengabdian 35, 30, 25 dan 20 tahun pada 2018 ini.

24 pegawai yang terdiri dari 7 dosen dan 17 tenaga kependidikan berhak menerima piagam penghargaan pengabdian pegawai pada tahun ini. Purnawan, S.T., M.Eng yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Jurusan Teknik Lingkungan sebagai dosen dengan masa pengabdian 35 tahun. Dosen lainnya dengan pengabdian 25 tahun berturut-turut adalah Dra. Suprih Ambawani, M.Pd., Ir. Inti Widi Prasetyo, Drs. Untung Joko Basuki, M.Pd., Dra. Bernadetta Eko Putranti, M.Hum., dan Dr.Ir. Toto Rusianto, M.T., serta masa pengabdian 20 tahun diterima oleh Drs. Khairul Muhajir, M.T.

Sementara untuk Tenaga Kependidikan (tendik) dengan masa pengabdian 35 tahun diterima oleh Purwanto (Biro Rektor) dan Mujito ( Biro Administrasi Umum). Masa pengabdian tendik 30 tahun diterima oleh Ambang Esdi Nugroho, Heru Sulistyanto, A.md., Sukamta, Paryono, dan Iswidayat.  Masa pengabdian tendik 25 tahun diterima oleh Evi Susana, Rita Listiawati, B.Sc., Mujiyana, Gandung Suyanto, Nurman, Sugi Hartono, Widodo, Riyanta, Sukiman dan Ngadiyono.

Menristekdikti dalam sambutannya yang dibacakan oleh Rektor IST AKPRIND Yogyakarta mengungkapkan riset teknologi dan inovasi sangat penting dalam menyokong kesejahteraan masyarakat. Keberadaan era Revolusi Industri 4.0 mengharuskan perguruan tinggi selalu meningkatkan riset dan mempublikasikannya pada jurnal internasional bereputasi. Namun perguruan tinggi yang seharusnya menjadi kawah candradimukan penelitian justru belum menampakkan hasil yang masimal. Masyarakat bahkan melihat perguruan tinggi hanya sebagai sebuah jenjang melanjutkan studi. Sumberdaya manusia perguruan tinggi yang cakap penting dalam menumbuhkan iklim pembelajaran hingga menghasilkan lulusan yang cakap pula. (tdj)