Pengolah Air Mineral Tenaga Surya, kurangi Kandungan Kapur dalam Air

0
17

Ir. Gatot Santosa, M.T., dosen Teknik Elektro IST AKPRIND membuat Pengolah Air Mineral untuk Mengurangai Kesadahan Air Bertenaga Surya untuk mengurangi kandungan kapur didalam air. Dibantu Ir. Slamet Hani, M.T dari jurusan Teknik Elektro dan Drs. Petrus Wisnubroto, M.Si dari jurusan Teknik Industri, pembuatan pengolah air mineral tenaga surya tersebut merupakan realisasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) skema Program Kemitraan Masyarakat yang dibiayai oleh Kemristek Dikti. Menurut Gatot Santosa, melalui alat ini, tingkat kesadahan air dapat diturunkan pada kisaran 70-80 mg/liter. Sehingga air yang telah melalui proses pengolahan alat ini benar-benar aman untuk dikonsumsi.

Pengolah Air Mineral untuk Mengurangai Kesadahan Air Bertenaga Surya buatan Gatot Santosa dan timnya diserahkan kepada warga Padukuhan Ploso II, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (6/8). Pemilihan lokasi di Gunungkidul merupakan pilihan yang tepat karena kandungan kapur di wilayah ini sangat tinggi. Alat Pengolah Air Mineral untuk Mengurangai Kesadahan Air Bertenaga Surya diserahkan oleh Tim Abdimas IST AKPRIND kepada Surahman selaku Dukuh Ploso II, serta disaksikan kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IST AKPRIND, Dr. Ir. Sudarsono, M.T. Tokoh masyarakat Ploso II, Sukamto, menuturkan bahwa masyarakat diwilayahnya mengandalkan suplai air dari instansi terkait yang berasal dari sumber mata air goa Bribin dan dialirkan ke pemukiman warga menggunakan pipa. Kondisi air memang sangat jernih, namun masyarakat masih awam dengan kandungan mineral berbahaya didalamnya. Sehingga bantuan pengolah air ini akan sangat bermanfaat, bukan hanya fungsi dari alatnya namun juga pemahaman warga tentang kebutuhan air yang sehat. Sukamto juga mengucapkan terimakasih, karena beberapa warga juga dilatih cara merawat dan menggunakan alat pengolah air tersebut.

Bantuan alat Pengolah Air Mineral untuk Mengurangai Kesadahan Air Bertenaga Surya dari IST AKPRIND merupakan salah satu hibah abdimas skema Program Kemitraan Masyarakat yang didanai Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti. Kemenristekdikti mencoba menerapkan paradigma baru dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat memecahkan masalah, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan. Kabupaten Gunungkidul merupakan wilayah yang mayoritas merupakan perbukitan kapur. Padukuhan Ploso II, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu wilayah yang berada di perbukitan kapur. Sulitnya mendapatkan air bersih, membuat warga setempat mengandalkan suplai air dari instansi terkait yang berasal dari sumber mata air goa Bribin dan dialirkan ke pemukiman warga menggunakan pipa. Kandungan zat kapur di dalam air yang dialirkan ke warga walaupun masih tinggi namun sudah termasuk dalam kategori aman. Namun apabila dikonsumsi secara kontinyu, bukan tidak mungkin juga mampu mempengaruhi kinerja ginjal. (tdj)