Pengembangan Kepribadian Mahasiswa IST AKPRIND

0
200

Mayoritas mahasiswa baru ternyata belum memiliki cita-cita yang jelas, itulah yang terungkap saat mendapat pertanyaan dari para narasumber Pengembangan Kepribadian bagi Mahasiswa Baru Angkatan 2017 IST AKPRIND Yogyakarta. Beberapa mahasiswa baru mengatakan memiliki cita-cita untuk bekerja pada suatu instansi, sementara beberapa mahasiswa yang lain masih akan menunggu setelah lulus nanti. Padahal cita-cita harus diraih mulai sejak dini dan dituliskan, agar kita selalu ingat dan tahu hal apa yang kita inginkan. Hal tersebut diungkapkan oleh ibu Sylvi Dewajani, seorang konsultan psikologi yang juga pernah malang melintang di dunia akademik perguruan tinggi.

Padahal menurut Sylvi Dewajani, bekerja pada suatu instansi hanyalah merupakan kendaraan dalam menuju cita-cita tersebut dan bukan tujuan utama. Sementara Hasan Abdullah Al Kaff seorang entrepreneur dan motivator dari Yogyakarta mengatakan bahwa kebanyakan manusia memiliki ketakutan akan kegagalan. Sehingga banyak yang memilih tidak mencoba daripada gagal. Padahal dengan kegagalan justru akan mendapat pengalaman dan pengetahuan baru. Mengenali dan memahami mengapa kita gagal, selain akan memperoleh strategi sukses baru yang lebih tepat, juga dapat mengobati rasa gagal yang menusuk. Ketua Pelaksana Pelatihan Pengembangan Kepribadian Bagi Mahasiswa Baru IST AKPRIND, Eko Wijanarko, B.Sc menyampaikan bahwa dengan pelatihan pengembangan kepribadian bagi mahasiswa baru ini diharapkan dapat membantu mengembangkan kepribadian peserta mencapai efektivitas dan kesuksesan di semua aspek kehidupan pribadi, kuliah dan bermasyarakat. Peserta akan diarahkan untuk menjaga keseimbangan pikiran, perasaan, tindakan, dan keterampilan untuk menciptakan kehidupan yang diinginkan secara unggul dan profesional. Dalam kegiatan ini dihadirkan tiga narasumber yaitu Ir. Joko Waluyo, M.T. yang juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama,Ibu Sylvi Dewajani dan Hasan Abdullah Alkaff seorang entrepreneur dan motivator.

Menurut Ir. Joko Waluyo, M.T., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama tersebut mengatakan bahwa tujuan pendidikan tinggi yang utama adalah mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia,sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa. Selain untuk menghasilkan lulusan yang menguasai cabang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa. Dengan demikian,maka mahasiswa sebagai insan dewasa harus dapat mengembangkan potensi secara maksimal agar dapat memenuhi tuntutan sebagaimana diuraikan di dalam tujuan pendidikan tinggi. Mahasiswa diharapkan memiliki kecerdasan komprehensif, yang tidak hanya didapatkan atau menekuni ilmu dalam bidangnya saja (hardskill), tetapi juga harus beraktifitas untuk mengembangkan soft skillsnya. (tdj)