Pembekalan Mahasiswa Peserta KKN TA 2018/2019

0
9

187 Mahasiswa IST AKPRIND siap diterjunkan di tengah masyarakat untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata atau biasa disebut KKN. Pada tahun ajaran 2018/2019 ini IST AKPRIND berupaya merubah sistem pelaksanaan KKN yang pada beberapa tahun terakhir dengan sistem tematik menjadi gabungan antara reguler dan tematik. Disebut Gabungan karena pelaksanaan KKN diselenggarakan serempak dalam periode yang sama seperti KKN reguler yang dilaksanakan pada tahun 80-an hingga awal tahun 2000-an namun juga disebut teatik karena setiap kelompok mahasiswa harus memiliki program kerja dengan tema yang jelas.

Agar dalam melaksanakan program kegiatannya dapat berjalan dengan baik, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IST AKPRIND menyelenggarakan kegiatan pembekalan kepada para calon peserta KKN di Auditorium IST AKPRIND, Selasa-Rabu (25-26/9). Dr. Ir. Sudarsono, M.T selaku kepala LPPM menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN ini akan dimulai pada awal bulan Oktober tahun ini. Sejumlah 187 mahasiswa akan terbagi dalam 12 kelompok dan akan melaksanakan kegiatan di dua lokasi terpisah. 6 Kelompok dengan jumlah mahasiswa 94 orang akan melaksanakan kegiatan di wilayah Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sementara 6 kelompok lainnya dengan jumlah mahasiswa 93 akan ditempatkan di wilayah desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Peserta KKN nanti akan tinggal dilokasi penempatan untuk menjalankan program kerjanya selama 45 hari atau 1,5 bulan.

Kegiatan pembekalan mahasiswa calon peserta KKN IST AKPRIND turut menghadirkan perangkat Desa dari wilayah tujuan penerjunan. Dari pemerintah desa Kemadang panitia penghadirkan sekretaris desa wilayah setempat yaitu Suminto, S.T., sementara dari pemerintah desa Sedayu dihadiri langsung oleh lurah desa setempat Arofi, B.Sc. Kehadiran para perangkat desa tersebut untuk memberikan gambaran tentang kondisi wilayahnya dari berbagai sisi baik sosial, budaya, geografis maupun yang lainnya. Sehingga mahasiswa peserta KKN dapat memahami karakter wilayah dan penduduk setempat sebelum dilakukan penerjuna di lokasi. (tdj)