Pelatihan Assesor Kompetensi 2018

0
35

Seseorang dalam menyelesaiakan suatu pekerjaan banyak dipengaruhi oleh kemampuannya dalam bidang pekerjaan tersebut. Oleh karena itu agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik harus dikerjakan oleh orang yang memiliki kompetensi di bidang pekerjaan yang dimaksud. Ada beberapa perbedaan yang dimaksud dengan kompetensi. Organisasi yang berbeda akan mendefinisikan kompetensi secara berbeda pula. Seperti beberapa perusahaan di luar negeri menggunakan kompetensi sebagai sinonim dari pengetahuan, keahlian, ketrampilan, dan kemampuan tertentu yang menjadi persyaratan untuk melakukan pekerjaan (Dessler, 2004:70). Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Rektor bidang akademik IST AKPRIND Yogyakarta, Drs. Yudi Setiyawan, M.S., M.Sc. saat membuka pelatihan Assessor Kompetensi Informatika 2018 di Hotel Burza, Jogokaryan, Selasa (6/2).

Dalam pelatihan Assessor Kompetensi Informatika yang diikuti sekotar 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Yudi Setiyawan mengungkapkan bahwa perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang pesat menjadikan TIK sebagai sebuah enabler dan aset yang berharga bagi organisasi dalam bersaing di kancah global. Dengan demikian, TIK telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sebuah organisasi di Abad ke-21. Tingginya penetrasi TIK di berbagai organisasi berdampak pada besarnya kebutuhan akan Sumber Daya Manusia berbasis TIK atau SDM TIK, daintaranya adalah kebutuhan akan jabatan kerja Programmer maupun jabatan kerja Network Administrator.

Sementara Ketua Jurusan Teknik Informatika, Uning Lestari, S.T., M.Kom menyampaikan bahwa pelatihan Assessor Kompetensi Informatika akan diselenggarakan hingga Sabtu (10/2) mendatang. Sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri Bersertifikat, Teknik Informatika IST AKPRIND memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas Assesor. Dengan menggandeng pihak-pihak terkait seperti Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Informatika serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), pihaknya sangat optimis kegiatan ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Inti dari pendekatan berdasarkan kompetensi terletak pada diakuinya bahwa pekerjaan seseorang merupakan interaksi keterampilan, pengetahuan dan sikap. Kompetensi dibutuhkan untuk mencapai Kinerja yang Efektif dalam melaksanakan Pekerjaan. Suatu Unit Standar Kompetensi terdiri dari Spesifikasi Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan serta Penerapan yang Efektif dari Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan tersebut terhadap standar – standar yang dipersyaratkan di tempat Kerja. (tdj)