Masa Orientasi Studi Mahasiswa Baru 2019

0
47

Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah M.T, mengungkapkan bahwa dari 20 juta pemuda Indonesia usia pendidikan tinggi. Dari jumlah tersebut hanya 34% yang mampu mengenyam pendidikan pada level pendidikan tinggi. Sehingga pemuda yang mampu menempuh pendidikan tinggi harus bersyukur dan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Hal tersebut diungkapkan saat menjadi inspektur upacara pembukaan Masa Orientasi Studi Mahasiswa (SASIDIWA) IST AKPRIND tahun 2019 dihalaman Kampus I, Senin (16/9).

Rektor menyampaikan bahwa pendidikan di bidang sains dan teknologi merupakan bagian penting dalam kemajuan suatu bangsa. Hal ini karena pada era global seperti sekarang ini kemandirian suatu bangsa, maju mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh sejauh mana bangsa tersebut menguasai sains dan teknologi. Jepang dan Korea yang tidak memiliki lahan dan sumber daya alam, mampu mandiri bahkan menjadi pemasok produk-produk teknologi modern karena menguasai teknologi. Sehingga negara Indonesia dengan lahan yang luas, penduduk yang banyak dan sumber daya alam yang kaya, harus mampu mengejar ketinggalan dari bangsa-bangsa lain. Negeri ini membutuhkan agen-agen perubahan di bidang sains dan teknologi yang memiliki kepekaan dan komitmen tinggi untuk mengawal kemajuan bangsa dan negara. Agar masyarakat Indonesia tidak menjadi pasar dan konsumen saja dari produk-produk teknologi dari berbagai negara.

Terpisah, Ketua panitia SASIDIWA, Rydwan Illahi menyampaikan bahwa SASIDIWA merupakan agenda IST AKPRIND sebagai sarana untuk menjembatani proses transisi mahasiswa baru agar siap untuk mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi yang sangat berbeda dengan pendidikan di Sekolah Menengah. Dengan mengangkat tema “Membangun Generasi Muda berjiwa Kepemimpinan, kekeluargaan dan NAsionalisme melalui Organisasi”, Rydwan berharap mahasiswa baru memanfaatkan momen SASIDIWA ini untuk berproses melalui organisasi. Sasidiwa diselenggarakan hingga selama tiha hari hingga Rabu (18/9). Dalam pelaksanaannya peserta diajak mengenal lebih jauh IST AKPRIND baik sarana prasarana maupun teknis pelaksanaan kegiatan akademik dan non akademik. Selama kegiatan, Rydwan menjamin bahwa peserta SASIDIWA jauh dari unsur kekerasan fisik maupun non fisik.(tdj)