Mahasiswa IST AKPRIND Bantu Alat Pengolah Air di Gunungkidul

0
47

Kelompok Mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan IST AKPRIND berusaha memecahkan permasalahan yang sudah terjadi bertahun-tahun di Desa Giricahyo Kecamatan Purwosari Kabupaten Gunung Kidul. Permasalahan tersbut adalah terbatasnya ketersediaan air bersih yang dipergunakan untuk keperluan mandi dan cuci serta keperluan untuk bersuci di masjid. Hal ini disebabkan karena letak geografis daerah ini berada di daerah bukit berkapur. Berbagai upaya telah dilakukan dengan melakukan pengeboran untuk mendapatkan air tanah namun sampai kedalaman 100 m air tetap tidak dapat ditemukan.

Melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang dibiayai oleh Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan, kelompok mahasiswa dengan ketua Demetrius Charlie tersebut mengangkat judul Implementasi Pengelolaan AMAN (Air Mandiri) di Desa Giricahyo Kecamatan Purwosari Kabupaten Gunung Kidul Untuk Menjamin Ketersediaan Air Bersih dan Pembangunan Berkelanjutan. Dibawah bimbingan dosen Teknik Lingkungan, Purnawan, S.T., M.Eng.,CWS, para mahasiswa yang berjumlah 13 orang tersebut melakukan penelitian dalam rangka efisiensi dan optimalisasi air serta menumbuhkan kemandirian dan penerapan teknologi di masyarakat. Sehingga diperlukan program untuk mengolah air agar dapat digunakan kembali (re-use) air wudhu yang telah dipergunakan sesuai dengan standard kesehatan maupun syariah agama. Dengan demikian ketersediaan air untuk ber wudhu yang merupakan syarat sahnya Sholat dapat terpenuhi.

Menurut Demetrius Charlie, tujuan dari pelaksanaan Program Holistik ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang pentingnya penggunaan dan pengelolaan air dengan benar. Hal tersebut dilakukan dengan mengimplementasikan Pengelolaan AMAN (Air Mandiri) dengan konsep reuse sehingga masyarakat mampu melakukan Pengelolaan AMAN (Air Mandiri) secara mandiri. Indikator keberhasilan program ini antara lain adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam program Air Mandiri baik sebelum dan sesudah program. Selain itu diharapkan dapat terbentuk kelembagaan lokal Air Mandiri (AMAN) di masyarakat yang meneruskan dan mengembangkan program pengolahan air bersih dengan dapat melibatkan mahasiswa dan dosen yang memiliki latar belakang keilmuan yang sama, pungkasnya.

Kelompok mahasiswa Teknik Lingkungan IST AKPRIND yang beranggotakan Demetrius Charlie, Mohammad Aziz Pratama Putra, Rudy Francisco Tampubolon, Philipus Valentino Pipiana, Khoirudin Hidayat, Abel Malvin Putra Hia, Desi Fitriyanti Ningsih, Ravi mardiyan, Abraham Boli Geroda, Subarkah Dwi Bakti, Gloria Christiany Rotinsulu, Atika prianti, dan Gihonia Grasella Tosae mendapat bimbingan penuh dari Purnawan, S.T., M.Eng.,CWS. Program Holistik Pembinaan Dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Badan Eksekutif Mahasiswa. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan rasa peduli Mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. (tdj)