Kuliah Umum jurusan Teknik Lingkungan

0
224

Pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat untuk wilayah Jawa dan Bali semakin mendorong sivitas akademika IST AKPRIND Yogyakarta untuk berkreasi dalam melakukan pembelajaran. Pembelajaran secara daring yang telah dilakukan sejak awal pandemi pada tahun 2020 masih berlanjut hingga saat ini. Sehingga kegiatan akademik praktis dilakukan secara daring sepenuhnya. Termasuk Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh jurusan Teknik Lingkungan IST AKPRIND Yogyakarta.

Kuliah Umum Teknik Lingkungan pada masa PPKM darurat ini diselenggarakan dalam dua hari yaitu pada Rabu (7/7) dan Sabtu (10/7) secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Penyelenggaraan kuliah umum daring selama dua hari dilaksanakan dalam dua hari yang berbeda karena menghadirkan dua tema dan narasumber yang berbeda pula. Pada Rabu (7/7) materi yang diberikan adalah Keselematan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Resiko Lingkungan pada Reaktor Nuklir. Dalam penyampaian materi ini narasumber yang dihadirkan adalah I Gede Sutrisna Wijaya, M.Eng., dari Pusat Sains dan Teknologi Akselerator Badan Tenaga Nuklir Nasional (PTA BATAN). Sementara pada kuliah umum kedua yang di selenggarakan pada Sabtu (10/7) menghadirkan narasumber Hendi Hidayat, S.T., M.Si., Direktur CV. Alam Raya Sejahtera yang juga seorang konsultan AMDAL Nasional. Materi yang diberikan pada kuliah umum kedua tersebut adalah AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan).

Ketua Jurusan Teknik Lingkungan IST AKPRIND Yogyakarta, Paramita Dwi Sukmawati, ST., M.Eng., didampingi sekretaris jurusan Angge Devi Warisaura, S.T., M.Eng, menyampaikan bahwa Kuliah Umum dengan menghadirkan dosen tamu dari kalangan praktisi profesional, dunia industri maupun dunia kerja merupakan salah satu kegiatan dalam rangka hibah PKKM (Program Kompetisi Kampus Merdeka) jurusan Teknik Lingkungan tahun 2021. Kuliah Umum ini sifatnya wajib diikuti oleh mahasiswa maupun dosen jurusan Teknik Lingkungan. Kuliah tamu secara daring tersebut diselenggarakan agar mahasiswa maupun dosen mendapatkan informasi dan pengetahuan terbaru dari para praktisi maupun para ahli. Sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi perkuliahan dari dosen pengampu mata kuliah semata. Harapannya wawasan mahasiswa maupun dosen dapat bertambah sesuai dengan materi-materi yang disampaikan oleh para narasumber. (tdj)