Kolaborasi IST AKPRIND dengan KUB Garam Makmur Terapkan Eco Efficiency dan Blue Economy Guna Pengembangan UKM Garam Rakyat

0
94
Usaha pengembangan UKM Garam Rakyat di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul.

Srigading, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini menjadi sorotan dengan perkembangan ekonomi yang menjanjikan, khususnya dalam industri kecil garam. Melihat potensi yang begitu besar, Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul memberikan perhatian lebih terutama dalam pengembangan klaster industri garam. Hal tersebut berkaitan erat dengan komitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan apalagi sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan akan terus bersinggungan. 

Sejalan dengan program pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantul, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pelestarian lingkungan, Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta (IST AKPRIND) telah memberikan kontribusi berharga melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta rekayasa lingkungan berbasis riset yang berkaitan dengan garam dan kemandirian energi.

Tim dari IST AKPRIND Yogyakarta, yang dipimpin oleh Satriawan Dini Hariyanto, S.T., M.Eng., bersama dua anggota tim, yaitu Dr. Samuel Kristiyana, S.T., M.T., dan Eka Sulistyaningsih, S.Si., M.Sc., dengan pendampingan dari Dr. Dra. Suparni Setyowati Rahayu, M.Si., telah berkolaborasi erat dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Garam Makmur untuk menerapkan teknologi tepat guna, Rabu (6/9).

Salah satu inovasi yang telah diterapkan adalah penggunaan pompa air laut portable yang bertenaga matahari, serta pelatihan perawatan tambak garam tipe tunnel.

“Pompa air laut yang kami terapkan memiliki kapasitas untuk memompa air sebanyak 40 liter per menit, dengan instalasi panel surya sebesar 400 WP. Kami juga melakukan rekayasa pada pompa ini agar memudahkan petani garam dalam proses instalasi, pancingan tarikan awal pompa, dan pemindahan pompa. Fitur-fitur ini sangat diperlukan mengingat tingkat abrasi yang cukup tinggi di pantai Srigading,” jelas Satriawan

Sementara itu, Ketua KUB Garam Makmur, Sutar, berharap kolaborasi ini akan menghasilkan beragam produk garam berkualitas tinggi, sebagaimana yang diproduksi oleh tambak garam di wilayah Kebumen. Produk-produk ini termasuk garam pengawet ikan, garam spa, dan garam untuk kesehatan. Saat ini, proses produksi garam sudah berlangsung, dan berdasarkan pengamatan oleh tim IST AKPRIND dan KUB Garam Makmur, air laut di pantai Srigading memiliki nilai derajat Baume 4 yang sangat baik.

Menanggapi hal tersebut, praktisi garam dari Kebumen, Budi, mengungkapkan bahwa potensi air laut di Srigading sangat menjanjikan karena minim zat pencemar yang dapat mempengaruhi kualitas garam yang dihasilkan. Lebih lanjut ia juga menuturkan bahwa potensi nilai NaCl produk garam yang dapat dihasilkan dari tunnel garam KUB Garam Makmur mencapai 97%, dengan kapasitas produksi garam sekali panen mencapai lebih dari 800 kg.

Seluruh kegiatan ini berlangsung dalam kerangka pemberdayaan berbasis masyarakat tahun 2023, yang diharapkan akan memberikan dampak positif yang signifikan pada ekonomi masyarakat pesisir dan menjadikan Srigading sebagai salah satu sentra ekonomi garam yang berkelanjutan dan berdaya saing di Kabupaten Bantul.(humas)