Kinerja Penelitian IST AKPRIND masuk Klaster Utama

0
19

IST AKPRIND Yogyakarta semakin menunjukkan eksistensinya dengan peningkatan kinerja tridharma Perguruan Tingginya. Setelah kinerja Pengabdian kepada Masyarakat masuk dalam klater Sangat Bagus / Sangat Memuaskan oleh Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kemenristekdikti pada awal bulan November ini, kinerja penelitian juga mengalami peningkatan hingga naik satu klaster lebih tinggi.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan nomor B/5678/E1.2/H.M.00.03/2019 tanggal 13 November 2019 tentang Klaster atau pengelompokkan Perguruan Tinggi berbasis penelitian periode tahun 2016 – 2018, IST AKPRIND dinyatakan masuk dalam klaster Utama. Dengan masuk pada klaster Utama IST AKPRIND berhasil memperbaiki peringkat sebelumnya yang masuk pada klaster Madya sejak 2017 lalu.

Kepala Bidang Penelitian IST AKPRIND Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom yang didampingi oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Prof. Dr. Sudarsono, M.T., mengucapkan syukur dan berterimakasih kepada seluruh sivitas akademika IST AKPRIND yang mampu bersama-sama bekerja meningkatkan kinerja penelitiannya. Mengutip siaran pers Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN), Edhi Sutanta mengungkapkan bahwa penilaian kinerja penelitian meliputi beberapa komponen yang dievaluasi seperti sumberdaya penelitian (30%), manajemen penelitian (15%), luaran/output (50%), dan revenue generating (5%). Dengan naiknya IST AKPRIND dalam klaster Utama, maka perguruan tinggi yang masuk pada klaster tersebut dapat mengelola anggaran penelitian maksimal sebesar 15 Milyar/tahun. Edhy Sutanta menambahkan, kedepan IST AKPRIND akan terus meningkatkan kinerja penelitiannya hingga harapannya dapat masuk klaster Mandiri.

Penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi untuk periode tahun 2016-2018 dilakukan berdasarkan data yang sudah dikumpulkan oleh masing-masing perguruan tinggi di Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Simlitabmas). Penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi berdampak kepada kuota anggaran penelitian, pengelolaan dana desentralisasi sesuai dengan rencana induk penelitian masing-masing perguruan tinggi, peta kebutuhan program penguatan kapasitas per klaster, dan mekanisme pengelolaan penelitian. Ristek/BRIN meluncurkan hasil penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi untuk periode tahun 2016-2018. Berdasarkan analisis terhadap data yang telah diverifikasi, terdapat 47 perguruan tinggi yang masuk dalam kelompok Mandiri, 146 perguruan tinggi kelompok Utama, 479 perguruan tinggi kelompok Madya, dan sebanyak 1.305 perguruan tinggi kelompok Binaan. Jumlah kontributor sebanyak 1.977 perguruan tinggi, meningkat dari periode tahun 2013-2015 yang hanya mencapai 1.447 perguruan tinggi.(tdj)