“Kalisahak 28” peringkat 3 KMHE 2018

0
17

Tim IST AKPRIND I dengan menggunakan kendaraan hemat energi bernama Kalisahak 28 akhirnya mampu meraih peringkat 3 dalam gelaran Kontes Mobil Hemat Eneri (KMHE) tahun 2018 di Padang, Sumatera Barat. KMHE pada tahun ini untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar pulau Jawa, setelah sejak penyelenggaraan pertama kali hingga tahun 2017 kemarin selalu diselenggarakan diberbagai kota di pulau Jawa. Pada putaran final di kota Padang ini, tim IST AKPRIND 1 dengan kendaraan Kalisahak 28 yang turun pada kategori Urban Ethanol harus bersaing dengan kontestan lain yang semuanya berasal dari Perguruan Tinggi Negeri. Kalisahak 28 meraih peringkat ketiga setelah mampu menempuh jarak sepanjang 166,38 km untuk satu liter bahan bakar. Kalisahak 28 hanya kalah dari Nogogeni (ITS) sebagai juara I yang mampu menempuh 233,83 km/liter dan tim Semeru sebagai juara 2 yang mampu menempuh jarak 185,17/liter

Dosen pembimbing tim IST AKPRIND 1, Ellyawan Setyo Arbintarso, S.T., M.Sc., Ph.D mengatakan bahwa posisi akhir yang menduduki peringkat ketiga sebenarnya lebih rendah dari hasil pada KMHE tahun 2014 yang menduduki posisi runner up. Namun secara kualitas baik tim maupun teknis kendaraan terdapat peningkatan yang cukup signifikan. Sehingga pihaknya yakin mobil Kalisahak 28 mampu berprestasi pada ajang yang lebih tinggi apad ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2019 di Phuket Thailand bulan Mei 2019 mendatang. Dengan waktu yang relatif singkat, pihaknya akan mengevaluasi hasil di KMHE baik secara teknis maupun non teknis untuk dilakukan beberapa pembenahan. Serta akan memanfaatkan waktu yang ada untuk melakukan ujucoba kendaraan sehingga pada even berikutnya di tingkat Asia dapat tampil lebih maksimal. Ellyawan menargetkan pada SEM Asia 2019 mendatang, tim IST AKPRIND 1 mampu mengulang atau justru meningkatkan prestasi tahun 2014 .Pada tahun tersebut tim IST AKPRIND dibawah bimbingan Ir. Hary Wibowo, M.T dengan  menggunakan kendaraan Mataram Proto mampu meraih posisi second runner up untuk tingkat Asia.

Ellyawan menambahkan bahwa saat ini IST AKPRIND memiliki tiga kendaraan hemat energi. Dua kendaraan merupakan kategori Urban Concept yaitu Prawira dengan bahan bakar Listrik dan Kalisahak 28 yang berbahan bakar Ethanol serta satu kendaraan lagi merupakan kategori Prototype yaitu Mataram Proto. Dengan melihat semangat para mahasiswa di IST AKPRIND, Ellyawan selalu mendorong mahasiswanya untuk selalu berani berinovasi. Mencoba ha baru dengan menggunakan dasar logika teknik serta bimbingan para dosen tidak mustahil akan melahirkan bukan hanya ide namun inovasi-inovasi baru  yang dapat bersaing dengan perguruan tinggi lain. Hal tersebut tentunya tidak lebas dari dukungan penuh baik moril maupun materiil dari pimpinan IST AKPRIND maupun pihak-pihak lain yang peduli dengan pengembangan inovasi, pungkasnya.