Jurusan Teknik Lingkungan Selenggarakan Lokakarya Penyusunan Kurikulum untuk Meningkatkan Mutu Proses Pembelajaran dan Mutu Lulusan

0
33

IST AKPRIND menyelenggarakan pelatihan bertajuk Lokakarya Penyusunan Kurikulum dengan Masukan dari Stakeholder untuk Meningkatkan Mutu Proses Pembelajaran dan Mutu Lulusan dalam Rangka Program Hibah PKKM Tahun 2022 di Ruang Sidang Utama Kampus 1 IST AKPRIND, Kamis (22/9). Kegiatan yang digagas oleh Jurusan Teknik Lingkungan ini merupakan rangkaian dari Program Hibah PKKM Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek). Kegiatan ini diikuti oleh para ketua jurusan dan dosen IST AKPRIND. 

Lokakarya ini menghadirkan enam narasumber profesional yang menjadi mitra IST AKPRIND.  Pada sesi satu, kegiatan diisi oleh pemaparan dari Direktur Pengembangan dan Pemasaran PT. Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Drs. Silvester Budi Agung, M.Sc., Kepala Divisi Pengembangan PT. Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) Irsyad Septian Badrauddin, S.T., Direktur Utama CV. Alam Raya Utama Sejahtera, Yogyakarta Hendi Hidayat, S.T., M.Si., serta Staf Ahli PT. Cahaya Landside Dra. Yunikangtyas Setyawati, M.Si., C.EIA. Pada sesi kedua dilanjutkan Direktur Teknik PDAM Klaten Sigit Setyawan Bomantoro, S.T., M.Si., Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Dr. Ling. Ahmad Qosim, Amd.KL, SKM.M.T., Kepala Bidang P4LH DLH Kabupaten Demak Sudarwanto, S.Pd., M.Si., serta DLH Kota Yogyakarta Drs. Zenni memaparkan gagasan serta masukan mengenai penyelenggaraan kurikulum pada Jurusan Teknik Lingkungan.

Rektor IST AKPRIND Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom., yang hadir membuka kegiatan menyatakan kegiatan ini merupakan momen untuk mengevaluasi, membenahi, serta mengembangkan kurikulum yang diterapkan di Jurusan Teknik Lingkungan. Hadirnya keenam stakeholder diharapkan mampu membawa penyegaran pada penyelenggaraan kurikulum di jurusan, hal ini semata agar program pendidikan yang diselenggarakan tak hanya berkualitas, namun juga dapat menjawab kebutuhan industri kerja saat ini.  

“Kami saat ini berupaya untuk menyelenggarakan program pendidikan berbasis case study, seperti yang saat ini sudah diterapkan di Jurusan Teknik Lingkungan. Dengan metode ini, mahasiswa harapannya punya kesempatan untuk merasakan langsung terjun di dunia industri lebih lama dengan penyelenggaraan program magang selama enam bulan. Jadi nanti mahasiswa tak hanya sekadar praktik langsung di lapangan, namun juga bisa membantu menyelesaikan permasalahan di tempat magang,” pungkasnya.

Kegiatan lokakarya ini juga diisi oleh pemaparan kurikulum yang saat ini diterapkan di Jurusan Teknik Lingkungan oleh Ketua Jurusan Paramita Dwi Sukmawati, S.T., M.Eng., C.WS. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Sains Terapan Dra. Yuli Pratiwi, M.Si. (humas)