Joko Waluyo, Presenter terbaik Seminar Program Kemitraan Masyarakat Kemenristekdikti

0
24

Rekayasa Rancangan Mesin Tempa Ramah lingkungan mengantarkan Ir. Joko Waluyo, M.T menjadi presenter terbaik pada Seminar Program Kemitraan Masyarakat yang diselenggarakan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Risbang Kemenristekdikti di Eastparc Hotel, Yogyakarta (11-12/2) lalu. Dalam seminar hasil pelaksanaan program pengabdian masyarakat mono tahun ini, Joko Waluyo mampu tampil memukau dihadapan dewan juri dan 193 peserta lainnya.

Parameter penilaian dalam mempresentasikan karya ilmiah tersebut dengan menggunakan indikator: teknik penyajian, penguasaan materi, kemampuan diskusi, serta sistematika penulisan. Sementara parameter substansi iptek antara lain karya dosen yang bersangkutan memperlihatkan muatan yang berkaitan dengan kebutuhan iptek untuk mencapai usaha yang efektif dan effisien. Hal tersebut ditunjukkan dengan wujud sistem/model/metode yaitu kelengkapan/kesempurnaan sistem/model/metode dalam karya dosen. Selain itu adanya intervensi pembaharuan atau rekayasa baru oleh dosen yaitu memperlihatkan adanya infiltrasi pembaharuan atau rekayasa baru yang dilakukan dosen dan memperlihatkan adanya perkayaan sisi konsep atau ilmu untuk mengembangkan wawasan pelaku (sektor riil) yang memperlihatkan keterkaitan pemanfaatan bagi sektor UMKM dan/atau kelompok masyarakat dengan indikator keterkaitan sektor riel UMKM dan atau kelompok masyarakat.

Ir. Joko Waluyo, M.T., dosen jurusan teknik mesin IST AKPRIND yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama tersebut harus mempresentasikan hasil penelitian dan pengabdian masyarakatnya setelah termasuk dalam dosen penerima hibah dan dari perguruan tinggi negeri dan swasta pada program pengabdian masyarakat tahun 2018. Bersama dengan Yuli Pratiwi (Teknik Lingkungan) dan Cyrilia Indri Parwati (Teknik Industri), Joko Waluyo merancang Mesin Tempa Ramah lingkungan. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan kapasitas produksi pada kelompok pande besi di Desa Palbapang, kecamatan Pandak kabupaten Bantul. Mesin Tempa yang dibuat dihibahkan untuk kedua kelompok pande besi di Kabupaten Bantul ini dengan harapan menekan biaya produksi untuk pembuatan alat-alat pertanian sehingga harganya menjadi lebih murah. Mesin tempa ini tersebut cukup dioperasikan dengan seorang tenaga kerja. Bila tidak menggunakan mesin tempa, maka pande besi harus menggunakan setidaknya 4 tenaga kerja. (tdj)