IST AKPRIND Tuan Rumah Rakor PKJ 35

0
9

Yogyakarta merupakan propinsi yang memiliki lebih dari 100 perguruan tinggi baik PTN maupun PTS yang tersebar di 5 kabupaten/kota. Dengan jumlah sebanyak itu maka lebih dari 500.000 mahasiswa dari berbagai daerah berkuliah di Yogyakarta. Sehingga setiap Perguruan Tinggi harus mampu menjaga serta mengkondisikan mahasiswa selalu melakukan kegaiatan yang positif. Demikian disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Program Kerja Paguyuban Kemahasiswaan Jogjakarta (PKJ)  35 di Auditorium IST AKPRIND Yogyakarta, Jum’at (28/12).

Dalam acara yang dibuka oleh rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., kepala LLDIKTI wilayah V menambahkan bahwa seluruh propinsi di Indonesia memiliki mahasiswa yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi kehidupan mahasiswa dalam bergaul dengan masyarakat sekitarnya. Karena hampir seluruh budaya dan adat kebiasaan dari daerah masing-masing tentunya akan ikut terbawa ke Yogyakarta. Saat ini tercatat 28 PTS berada di Sleman, 38 PTS di kota Yogyakarta, 24 PTS di kabupaten Bantul serta masing-masing 1 PTS di Kulon Progo dan Bantul. Perguruan Tinggi harus mampu menempatkan mahasiswa pada posisi yang baik agar kepercayaan mahasiswa dari daerah terhadap kualitas dan layanan pendidikan di Yogyakarta tetap tinggi.

Sementara Ketua PKJ 35, mengungkapkan bahwa rapat koordinasi di IST AKPRIND ini merupakan pertemuan yang ketiga setelah dibentuk pada tahun 2017. PKJ 35 merupakan paguyuban dari seluruh pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswaan di lingkungan LLDIKTI wilayah V Yogyakarta. Melalui paguyuban ini diharapkan mampu meningkatkan kerjasama antar perguruan tinggi untuk menunjang prestasi mahasiswa baik dibidang akademik maupun non akademik. Terpisah, ketua panitia kegiatan yang juga Wakil Rektor Bidang kemahasiswaan dan Alumni IST AKPRIND Yogyakarta, Ir. Joko Waluyo, M.T., mengapresiasi kehadiran lebih dari 70 pimpinan perguruan tinggi bidang kemahasiswan tersebut. Joko Waluyo yang juga menjabat sebagai Sekretaris PKJ 35 mengatakan bahwa pada pertemuan ini terdapat perubahan struktur kepemimpinan seiring dengan perubahan pimpinan pada perguruan tinggi masing-masing. Posisi ketua yang sebelumnya dijabat oleh Ir. Agus Taufik, M.Sc (UII) digantikan oleh Dr. Abdul Fadil, M.T. (UAD). Sementara posisi Wakil ketua oleh Achmad Fauzi, S.E, M.M (Universitas AMIKOM) menggantikan Dr. Abdul Fadil, M.T. yang menjadi ketua PKJ 35. Posisi lain yang mengalami perubahan adalah humas, Puji Puryani, S.H., M.Hum (Janabadra) digantikan oleh Syamsul Ma’arif, ST., M.Eng. (Universitas Proklamasi).

(tdj)