IST AKPRIND Terima Kunjungan Praktisi K3 Nasional

0
171

Kedudukan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam dunia industri di Indonesia hingga saat ini belum jelas, padahal keberadaan K3 sangat penting. Pada beberapa perusahaan K3 berada dibawah pimpinan perusahaan namun dalam industri lain keberadaan K3 dibawah naungan security (Satpam). Begitu pula dalam dunia pendidikan, terdapat 12 Perguruan Tinggi yang memiliki program studi K3 atau yang sejenis namun belum memiliki nomenklatur yang jelas. Hal tersebut diungkapkan oleh Masjuli. S.KM, M.K3 seorang praktisi K3 saat berkunjung di IST AKPRIND Yogyakarta, Kamis (1/3).

Masjuli yang memiliki latar belakang pendidikan Teknik Kimia dan K3 tersebut mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia telah memiliki regulasi tentang keselamatan kerja sejak tahun 1970 yaitu Undang Undang No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Namun saat ini pemberian sertikasi tentang K3 masih ditujukan unruk perseorangan dan bukan untuk institusinya. Banyak individu yang memiliki sertifikasi K3, namun untuk sertifikasi bagi dunia industri masih mengandalkan pengakuan lembaga sertifikasi dari luar negeri.

Kedatangan Masjuli di IST AKPRIND didampingi oleh Direktur PT IKAPRINDO REKAYASA Teknik yang juga alumni IST AKPRIND, M. Supeno, MBA. Kedatangannya Diterima oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan, serta beberapa dosen yang juga berkecimpung dalam dunia K3. Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T. mengatakan bahwa mahasiswa lulus dari perguruan tinggi tidak cukup dengan ijazah dan transkrip nilai semata, namun juga bukti lain yang memberikan gambaran tentang kompetensi yang telah dimiliki oleh lulusan sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Rektor menambahkan, saat ini IST AKPRIND telah menjadi tempat uji kompetensi (TUK) mandiri, yaitu sertifikasi kompetensi di bidang teknik Informatika yang bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta sertifikasi dibidang lingkungan hidup yang bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Lingkungan Hidup Indonesia (LSP-LHI). Tidak menutup kemungkinan pula kedepan juga sebagai tempat uju kompetensi mandiri di bidang K3, pungkasnya (tdj)