IST AKPRIND Serahkan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid di Pantai Sepanjang

0
97

Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul mendapatkan bantuan teknologi tepat guna dari IST AKPRIND Yogyakarta. Bantuan tersebut berupa pembangkit listrik tenaga hybrid yang medapatkan suplai energi dari turbin angin serta sinar matahari. Penyerahan bantuan hibah tersebut diserahkan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IST AKPRIND, Prof. Dr. Sudarsono, M.T., kepada Lurah Kemadang, H. Sutono di obyek wisata Pantai Sepanjang, Senin (9/11).

Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid yang bersumber dari turbin angin dan Solar Cell merupakan karya dua dosen IST AKPRIND yaitu Prof. Dr. Sudarsono, M.T., dan Ir. Saiful Huda, M.T., M.E. Pembuatan pembangkit listrik tersebut merupakan Hibah Penelitian yang didanai oleh Kementerian Ristek dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (RISTEK/BRIN) melalui skema Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi tahun 2020. Prof. Dr. Sudarsono, M.T., dan Ir. Saiful Huda, M.T., M.E mengangkat judul penelitian “Aplikasi SKEA dengan Penggunaan Komposit Serat Rami pada Propeler untuk Penerangan Jalan”. Dalam penelitiannya, Prof. Dr. Ir. Sudarsono, M.T. dan Ir. Saiful Huda, M.T., mengungkapkan bahwa Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) semakin berkembang dengan meningkatnya kebutuhan energi. Indonesia dengan kepulauan menjadikan banyak wilayah pesisir pantai dengan angin yang berhembus secara kontinyu, yang berpotensi untuk pengembangkan SKEA. Sebagian besar propeler berbahan dasar logam yang bahannya harus diimpor sehingga harga menjadi mahal yang dampaknya instalasi kincir angin juga menjadi mahal. Sehingga perlu alternatif bahan propeler yang lebih murah. Bahan yang dapat mendekati kekuatan tersebut adalah bahan komposit. Komposit dengan serat alami untuk digunakan sebagai bahan propeler masih sangat langka sebab yang sudah banyak digunakan adalah komposit glass fiber reinforced plastic (gfrf). Padahal komposit alami seperti serat rami, kayu dan lain sebagainya harganya lebih murah dibanding dengan material logam. Sebab serat alam dapat diperoleh langsung dari alam sehingga biaya total instalasi SKEA menjadi lebih murah. Propeler alami harus memikili sifat fisik dan mekanik yang ringan, kuat, kedap air serta tahan terhadap cuaca pantai.

Penyerahan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid dari IST AKPRIND ke Kalurahan Kemadang turut dihadiri Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., beberapa dosen serta Pamong Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanhungsari yang diwakili Erwan selaku Jawatan Praja, serta jajaran Forkompimka Kapanewon Tanjungsari. Baik Rektor IST AKPRIND, Lurah Kemadang maupun dari Kapanewon Tanjungsari sepakat bahwa bantuan dari Kemristek/BRIN melalui IST AKPRIND ini menjadi titik awal kerjasama antara IST AKPRIND dengan Kalurahan Kemadang pada khususnya serta Kapanewon Tanjungsari maupun Kabupaten pada umumnya. Sehingga kerjasama maupun komunikasi tidak terhenti setelah serahterima hibah tersebut namun berkelanjutan dalam rangka peningkatan sumberdaya manusia di wilayah pesisir.