IST AKPRIND Dampingi Warga Pengkok kelola Geowisata Gunung Ireng

0
11

IST AKPRIND Yogyakarta melalui tim pengabdian kepada masyarakat (abdimas) melakukan pendampingan pengelolaan tempat wisata alam Geowisata Gunung Ireng kepada warga Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Tiga dosen dari jurusan Teknik Geologi, Dr. Sri Mulyaningsih, S.T., M.T., Dina Tania, S.T., M.T., dan Nur Widi Astanto Agus Triheriyadi, S.T., M.T., secara intensif mendampingi serta memberikan pemahaman kepada warga tentang potensi geologi yang dimiliki oleh Desa Pengkok untuk dijadikan destinasi wisata unggulan. Dengan judul abdimas “Master Plan Pengelolaan Geowisata dan Museum Geologi Gunung Api Purba Gunung Ireng”, tim yang dipimpin Dr. Sri Mulyaningsih tersebut mendapatkan dukungan dari Kemenristekdikti melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM).

Camat Patuk, R. Haryo Ambar Suwardi, SH, MSi, disela-sela kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IST AKPRIND, Senin (12/8) berpesan kepada warga, bahwa pengembangan Gunung Ireng menjadi destinasi wisata minat khusus harus memberikan kemanfaatan bagi warga Desa Pengkok khususnya di dusun Srumbung. Sehingga pihak-pihak yang terkait sedari dini harus mampu memetakan hal-hal yang mungkin akan dihadapi agar tidak menjadi konflik di kemudian hari. Mengingat beberapa area yang terdampak pengembangan Gunung Ireng merupakan tanah hak milik warga. Sementara itu Lurah Desa Pengkok menuturkan, saat ini Gunung Ireng sudah beroperasi menerima kedatangan wisatawan. Beberapa komunitas pemburu matahari terbit, matahari terbenam hingga pemburu bintang pada malam hari secara rutin mengunjungi wilayahnya. Saat ini pihaknya bersama dengan tim abdimas IST AKPRIND sedang melakukan pembangunan jogging track mengitari Gunung yang telah dimulai pelaksanaannya. Selain itu akan segera pula dibangun lahan parkir yang mampu menampung bis ukuran besar, mengingat saat ini baru bis ukuran sedang serta mobil saja yang mampu menjangkau wilayah Gunung Ireng.

Terpisah, kepala tim abdimas IST AKPRIND, Dr. Sri Mulyaningsih, S.T., M.T., mengaku pihaknya berkomitmen penuh menmbantu pengembangan wisata di Guning Ireng ini. Selain lokasinya yang sangat menarik, di lokasi ini masyarakat dapat belajar dunia Geologi utamanya terkait batu-batuan. Sebab, menurut sosok yang juga menjabat Dekan Fakultas Teknologi Mineral, IST AKPRIND tersebut, di wilayah ini masih banyak ditemukan batuan langka yang sangat jarang ada di daerah lain. Memberikan pemahaman dan pendampingan kepada warga menjadi sangat penting, sebab pada beberapa tahun yang lalu masih terdapat masyarakat yang menggunakan batu pada Gunung Ireng untuk pembangunan. Telah terbentuknya kelompok sadar wisata (pokdarwis) Gunung Ireng juga membuktikan bahwa masyarakat Pengkok juga memiliki komitmen yang tinggi untuk mengembangkan potensi diwilayahnya, pungkas Sri Mulyaningsih. (tdj)