IST AKPRIND Dampingi SMA N 1 Prambanan pada Lomba Sekolah Adiwiyata

0
227

SMA Negeri 1 Prambanan merupakan sebuah sekolah menengah atas yang terletak empat kilo meter sebelah selatan Candi Prambanan. Sekolah ini juga dikenal sebagai SMA Gumuk oleh masyarakat sekitar, sebab letaknya berdekatan dengan dusun Gumuk. Berdiri pada tahun 1985, sekolah ini menjadi salah satu sekolah yang peduli pada isu lingkungan dan terus berupaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri. Hal ini setidaknya tercermin dari lingkungan sekolah yang asri, yakni dikelilingi tanaman hijau dan sungai di tengah-tengah area sekolah. Warga sekolah juga berupaya untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan adanya kegiatan Jumat bersih yang rutin dilakukan serta kampanye sosialisasi pengolahan sampah yang dilakukan oleh siswa dan siswi SMA N 1 Prambanan.

Berkat upaya dan komitmen warga sekolah, pada 2018 lalu SMA N 1 Prambanan meraih penghargaan Adiwiyata tingkat kabupaten Sleman. Dua tahun kemudian, tepatnya di bulan Oktober 2020, SMA N 1 Prambanan kembali mengikuti Lomba Adiwiyata tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). IST AKPRIND melalui program Pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan dalam Rangka Menuju Sekolah Adiwiyata, melakukan pendampingan pada SMA N 1 Prambanan pada lomba tersebut. Pendampingan diantaranya terwujud dalam bentuk pemanfaatan hasil olahan limbah cair batik untuk budidaya tanaman dan mina hias, serta pembuatan kincir air sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di bawah bimbingan Purnawan, ST., M.Eng., Dosen Jurusan Teknik Lingkungan dan Fajaryadi, A.Md., staf Laboratorium Mesin Jurusan Teknik Mesin. Hasilnya, SMA N 1 Prambanan berhasil menduduki peringkat ke-enam dari total 27 sekolah yang berpartisipasi. Meski belum berhasil mendapat peringkat pertama sekaligus mewakili provinsi DIY di tingkat nasional, capaian ini menjadi sebuah prestasi baru yang diraih oleh sekolah tersebut.

Lomba sekolah adiwiyata merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan untuk mendorong terciptanya kesadaran warga sekolah akan upaya pelestarian lingkungan hidup. Lomba ini sekaligus sebagai ajang untuk menerapkan pendidikan lingkungan hidup bagi siswa dan siswi dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas. Penilaian untuk lomba adiwiyata sendiri dilaksanakan selama satu kali dalam satu tahun, bertahap dari tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Sekolah yang berhasil lolos dan mewakili tiap provinsi nantinya berkesempatan untuk maju ke tingkat nasional guna memperebutkan gelar sekolah Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup. (rsw)