IST AKPRIND Berikan Bantuan Sembako pada Mahasiswa Perantau

0
126

Wabah Covid 19 memberikan dampak yang besar bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dampak pendemi Covid 19 tersebut secara otomatis juga berdampak bagi seliruh sivitas akademika IST AKPRIND Yogyakarta, baik mahasiswa, tenaga kependidikan, maupun dosen. Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19, sejak 16 Maret 2020 IST AKPRIND memberlakukan kuliah secara daring. Namun, bagi mahasiswa pemberlakuan kuliah daring juga menjadi beban tersendiri. Sebab biaya kebutuhan hidup menjadi bertambah karena meningkatnya kebutuhan kuota data internet sehingga mahasiswa harus mengalihkan dari biaya kebutuhan sehari-harinya.

Dampak yang paling besar dirasakan oleh mahasiswa IST AKPRIND yang merupakan perantau dari luar DIY. Adanya himbauan untuk tidak mudik membuat mereka harus bertahan di kos atau asrama di Yogyakarta. Untuk mengurangi beban kebutuhan para mahasiswa perantau,IST AKPRIND melalui Satgas Covid-19 bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IST AKPRIND memberikan bantuan paket sembako kepada mahasiswa luar daerah yang masih bertahan di Yogyakarta. Pada tahap pertama hari ini, Kamis (16/4) dibagikan 150 paket sembako bagi mahasiswa. Pembagian sembako secara simbolik diserahkan oleh Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., di halaman IST AKPRIND. Protokol Covid-19 seperti penggunaan masker serta jarak fisik minimal dua meter diberlakukan saat pembagian sembako. Bahkan setiap individu yang masuk ke halaman kampus harus melalui thermocan terlebih dahulu.

Ketua Satgas Covid-19 IST AKPRIND, Aji Pranoto, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa bantuan sembako ini merupakan salah satu bentuk kepedulian IST AKPRIIND terhadp mahasiswanya. Bantuan tahap pertama baru diserahkan sebanyak 150 paket. Dalam waktu dekat pihaknya akan segera memberikan bantuan tahap kedua bagi mahasiswa yang belum menerima pada tahap pertama. Satgas Covid-19 IST AKPRIND bekerja sama dengan BEM IST AKPRIND dan Himpunan mahassiswa jurusan akan terus melakukan penelusuran kepada seluruh mahasiswa perantau yang masih bertahan di Yogyakarta. Targetnya semua mahasiswa perantau akan mendapatkan bantuan tersebut.

(tdj)