Dosen IST AKPRIND berikan Pelatihan dan Cara Perawatan Mesin Pencacah Pakan Ternak di Socokangsi, Jatinom, Klaten

0
476

Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan oleh kelompok dosen IST AKPRIND Yogyakarta tidak hanya berkutat diwilayah Derah Istimewa Yogyakarta. Inilah yang dilakukan oleh dua dosen jurusan Teknik Mesin IST AKPRIND Yogyakarta yaitu Ir. Joko waluyo, M.T. dan Yuli Purwanto, S.T., M.Eng. Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) pada bidang ilmu Teknik Mesin sangat tepat diterapkan pada Kelompok peternak sapi Lumintu Farm yang berada di wilayah Dusun Jetis, Kelurahan Socokangsi, Kecamatan Jatinom, Klaten Yogyakarta mejadi salah satu obyek pengabdian masyarakat.

Dengan pengabdian kepada masyarakat, Perguruan Tinggi seperti IST AKPRIND melalui dosen dan mahasiswanya senantiasa berupaya memberikan solusi serta mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Selain itu juga berupaya lebih memberdayakan masyarakat baik melalui pembinaan serta pelatihan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di lokasi abdimas. Itu pulalah yang dilakukan oleh Ir. Joko Waluyo, M.T dan Yuli Purwanto, S.T., M.Eng di Lumintu Farm yang berlokasi di Dusun Jetis RT 42 RW 20 Kelurahan Socokangsi Kecamatan Jatinom Kabupaten Klaten. Melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bersama beberapa mahasiswa, Joko Waluyo dan Yuli Purwanto memberikan pengenalan serta pelatihan penggunaan mesin pemotong rumput yang digunakan untuk mencacah pakan ternak. Pelatihan diberikan mulai dari cara pengoperasian hingga perawatannya agar mesin dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Pada kesempatan tersebut juga diberukan bantuan satu unit mesin pemotong atau pencacah rumput pakan ternak kepada kelompok peternak sapi

Kepala Dusun Jetis, Socokangsi, Giyanto menyampaikan terimakasih atas kepedulian IST AKPRIND dalam memberdayakan warganya melalui bantuan mesin pencacah pakan ternak. Bersama dengan Sutarji selaku ketua Lumintu Farm pihaknya berjanji akan menggunakan serta memberikan perawatan terhadap mesin tersebut agar dapat digunakan oleh semua anggota kelompok peternak di Lumintu Farm. Pencacahan pakan sapi yang biasanya berupa jerami atau rumput gajah bertujuan agar ukuran potongan rumput menjadi lebih kecil sehingga memudahkan ternak dalam mencerna pakan tersebut. Dengan mesin pemotong dan pencacah pakan ini diharapkan dapat mengurangi pemotongan rumput dan pencacahan secara manual yang selama ini dilakukan menggunakan parang dan sabit. Sehingga dengan mesin akan lebih efektif dan efisien karena membutuhkan waktu yang relatif singkat serta tenaga kerja yang sedikit. Giyanto juga berharap kedepan jurusan yang ada diIST AKPRIND bersedia melakukan kegiatan serupa diwilayhanya dan bukan hanya dari Jurusan Teknik Mesin saja. Sehingga warganya menjadi lebin terberdayakan serta mendapatkan tambahan pengetahuan . (tdj)