Dies Natalis ke 45 IST AKPRIND Yogyakarta

0
324

Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba adalah musuh bangsa, bahkan musuh semua bangsa. Narkoba adalah penjajah tanpa wajah yang akan mencengkeram dan merampas masa depan penyalahgunanya. Kejahatan Narkoba bagai pembunuhan masal yang jatuh korbannya lebih besar daripada kejahatan apapun di dunia ini. Demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Drs. Budi Waseso dalam pidato Dies Natalis ke 45 IST AKPRIND yang disampaikan oleh Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Irjen. Drs. Sobri Effendy Surya, S.H., M.M. di Auditorium Kampus I, Rabu (10/4).

Budi Waseso menambahkan, sasaran sindikasi dan jaringan kejahatan narkoba adalah generasi muda yang dalam pembentukan karakter dalam dirinya oleh keluargnya tidak kuat, yang dalam pembinaan mental dan moralnya oleh lingkungannya tidak mampu menggerakkan pola tindak dan pola fikir yang sesuai nilai-nilai ajaran agama dan nilai luhur bangsa. Generasi muda yang menjadi pangsa narkoba adalah mereka yang jauh dari kedisiplinan yang dimulai dari kurangnya rasa memiliki dan menghargai diri sendiri. Kejahatan narkoba mengancam dimana saja, kapan saja dan siapa saja dan tak mengenal batasan usia. Hampir tak ada satupun wilayah di dunia termasuk di Indonesia yang terbebas dari ancaman penyalahgunaan Narkoba. Kejahatan narkoba telah menggurita di semua aspek kehidupan dalam masyarakat karena didanai besar oleh sindikasi Narkoba Global yang berkemampuan tinggi menciptakan proxy war, kartel, kejahatan terorganisi, mengumbar jargon-jargon menghalalkan penyalahgunaan narkoba dengan isu HAM dan Kesehatan serta  memproduksi beragama jenis narkoba baru setiap tahunnya. Kartel narkoba terus menciptakan pangsa pasar di lingkungan pendidikan, lingkungan kerja dan lingkungan masyarakat khususnya kawasan rawan narkoba yang hampir kita jumpai di setiap kota besar di provinsi dan kabupaten, tambahnya.

Sementara dalam sambutannya, Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T menyampaikan bahwa Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta sebagai sebuah perguruan tinggi yang memiliki visi untuk mewujudkan “Institut yang favorit dan unggul di bidang sains & teknologi secara nasional” selalu berusaha untuk memberikan pendidikan yang mengedepankan penguasaan pengetahuan dan teknologi untuk kepentingan bangsa dan Negara. Salah satu tujuan IST AKPRIND Yogyakarta adalah mencetak sarjana dan ahli madya sains dan teknologi yang berjiwa entrepreneur (kewirausahaan) dan memiliki karakter disiplin, jujur, bermoral dan kompeten dibidangnya. Menurut rektor generasi Z saat ini sedang berada di kampus-kampus, mencari pendidikan dan ilmu pengetahuan, mereka membanjiri kampus-kampus dengan teknologi digital yang unggul. Sesuai karakter generasi Z, dengan sisi positif dan negatifnya, perguruan tinggi sebagai suatu tempat untuk mendidik generasi muda harus mampu membentuk karakter dan kepribadian generasi muda. Generasi ini harus dididik dan diarahkan untuk dapat menguasai sains dan teknologi, sehingga dapat bersaing secara global. Rektor turut menyampaikan perlunya bangsa ini membangun karakter kuat, menanamkan nilai-nilai moral dan mengajarkan kedisiplinan menjadi keharusan yang tak boleh berhenti dari setiap lembaga pendidikan dimanapun berada. Karena melalui jargon demokrasi, pasar bebas dan perdagangan bebas semua arus informasi, barang, manusia dan budayanya bersliweran ke segala arah yang menembus batas-batas dan nilai-nilai filter budaya nilai-nilai dan pandangan-pandangan luhur yang dianut semua bangsa. Seakan semua serba bebas, serba boleh, serba bisa, serba instan dan serba mudah diatur. Sehingga perlu keberanian memulai pembangunan karakter tersebut, perlu terus mengawasi prosesnya dan tentunya kadang harus jatuh bangun dan harus tetap bangkit kembali menghadapi hambatan dan tantanganya. Tantangan demi tantangan harus terus dihadapi sebagai proses belajar yang tak pernah berhenti.

Dies Natalis ke 45 IST AKPRIND tahun 2017 mengambil tema “Peran IST AKPRIND dalam Pembentukan Karakter, Moral, dan Disiplin Generasi Muda di Era Persaingan Global”. Berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis yang 45 IST AKPRIND. Mulai dari kegiatan Pekan Olah Raga IST AKPRIND (PORISTA), juga tabur bunga untuk para pahlawan pendidikan serta mereka yang telah memiliki jasa besar terhadap IST AKPRIND Yogyakarta. Tidak ketinggalan, sebagai bentuk respon sosian IST AKPRIND, ibu-ibu yang tergabung dalam Kridha Bhakti Wanita AKPRIND menyelenggarakan kegiatan sosian dengan berkunjung ke Panti Asuhan Bina Siwi, Bantul, Yogyakarta, serta bekerjasama dengan Komunitas Nasi Bungkus (KNB) Pengajian Herbal melakukan pembagian 300 nasi bungkus kepada buruh gendong dan tukang becak di Pasar Beringharjo juga para penunggu pasien di RSUP Dr. Sardjito. Beberapa kegiatan ilmiah baik bagi dosen maupun mahaiswa turut diselenggarakan dalam peringatan tersebut(tdj)