Home Authors Posts by humas

humas

316 POSTS 0 COMMENTS

Tiga Tim Mobil Hemat Energi IST AKPRIND Siap Tampil di KMHE 2017

0

Tidak terganggu dengan pemberitaan negatif kakak angkatannya yang telah menjadi alumni, mahasiswa IST AKPRIND kembali siap untuk unjuk prestasi dalam gelaran ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) tahun 2017. Hasil verifikasi serta seleksi berkas, IST AKPRIND mampu meloloskan 3 (tiga) tim di Ajang KMHE yang akan diselenggarakan di Sirkuit Kenjeran Surabaya 7-11 Nopember mendatang.  89 tim dari seluruh Indonesia akan ambil bagian pada gelaran KMHE 2017 ini dan tiga diantaranya berasal dari IST AKPRIND. Kategori yang dilombakan dalam gelaran KMHE ini adalah Kategori Urban, terdiri dari 4 kelas (Bensin, Diesel, Etanol, Listrik) dan Kategori Prototipe, terdiri dari 4 kelas juga (Bensin, Diesel, Etanol, Listrik);

Tiga tim IST AKPRIND nantinya akan turun pada kategori dan kelas yang berbeda yaitu :

– TIM IST AKPRIND 1 kategori URBAN  dengan bahan bakar Ethanol
Dosen Pembimbing: Ellyawan Setyo A, S.T., M.Sc., Ph.D.
Co. Pembimbing    : Ir. Hary Wibowo, M.T.
Manajer        : I Putu Yosa Rama Dinata (Teknik Mesin)
Manajer Teknis    : Risqi BAskoro Satrio Adi (Teknik Mesin)
Divisi Chasis    : Handharu Farif Datama (Teknik Mesin)
Divisi Body    : Bayu Aditiawan (Teknik Mesin)
Divisi Engine    : Eric Kurniawan Burhannudin (Teknik Mesin)
Divisi Non Tek.    : Indra Ardiansyah (Teknik Mesin)
Staf Teknis    : Ambar Kurniawan (Teknik Mesin)

– TIM IST AKPRIND 2 kategori PROTOTYPE dengan mesin Diesel.
Dosen Pembimbing: Ir. Adi Purwanto, M.T.
Co. Pembimbing    : Aji Pranoro, S.Pd., M.Pd.
Manajer        : Dyon Engga Esnawan (Teknik Mesin)
Divisi Chasis    : Gesit Prayoga (Teknik Mesin)
Divisi Body    : Buldan Sibli SA (Teknik Mesin)
Divisi Engine    : Bachtiar effendi (Teknik Mesin)
Divisi Non Tek.    : Erika Miftahul Jannah (Teknik Mesin)
Driver        : Lukman Wibowo dan Rofiq Adhari Saputro (Teknik Mesin)

– TIM PRAWIRA, kategori URBAN dengan Sumberdaya Listrik sebagai sumber energinya
Dosen Pembimbing: Sigit Priyambodo, S.T., M.T.
Manajer        : Lusi Ariani (Teknik Kimia)

  1. Satrio Witjaksono (Teknik Elektro)
  2. Bagus Setyo Pamudji (Teknik Elektro)
  3. Ardian Andi Pradana (Teknik Elektro)
  4. Riza Nurfaisal Al Ikhsan (Teknik Elektro)
  5. Mohammad Akbar Pinandhito (Teknik Elektro)
  6. Muhammad Hanif Nur Aziz (Teknik Mesin)

Tujuan dari penyelenggaraan KMHE 2017 menurut kemenristekdikti adalah untuk :
a. Memberikan  wadah  bagi  mahasiswa  teknik  seluruh  Indonesia  untuk  mengaplikasikan ilmu  pengetahuan  yang  didapat  dari  bangku  kuliah  serta  meningkatkan  kreatifitas, disiplin, serta kemampuan soft skill dan hard skill.
b. Memberikan alternatif solusi bagi masalah energi nasional saat ini. Solusi yang dimaksud tentu akan memberikan efek positif dalam pengembangan kendaraan masa depan yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan

Persediaan  bahan  bakar  sebagai  sumber  energi  yang  semakin  menipis  sementara kebutuhan energi meningkat menyebabkan energi menjadi permasalahan hampir di seluruh  negara  di  dunia  termasuk Indonesia. Hal  menuntut kita  untuk  berpikir  untuk mencari  solusi terbaik  dalam  mengatasi  krisis  energy  tersebut.  Berbagai  negara  telah  melakukan  upaya untuk menanggulangi krisis tersebut, diantaranya adalah dengan melakukan penelitian yang bertujuan   untuk   meningkatkan   efisiensi   penggunaan   bahan   bakar.   Hampir   seluruh perusahaan  yang  bergerak  di  bidang  otomotif  berlomba  untuk  menghasilkan  produk  yang mampu menghemat pemakaian bahan bakar melalui pengembangan teknologinya.
Mahasiswa sebagai agent of change hendaknya juga dapat turut berpartisipasi aktif dalam  upaya  penanggulang an krisis  energi  yang  telah  melanda  dunia  termasuk  Indonesia. Hal ini salah satunya dapat diwujudkan dalam sebuah kreatifitas dalam kontes mobil hemat energi.  Kontes  Mobil  Hemat  Energi  2017  merupakan  sebuah  lomba  mobil  irit  tingkat nasional. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari seluruh  Universitas / Institut / Politeknik di Indonesia  yang  memenuhi  persyaratan  yang  ditetapkan  oleh  panitia.  Kemampuan  untuk merancang dan membangun kendaraan yang irit, aman, dan ramah lingkungan merupakan kemampuan  yang  harus  dimiliki  oleh  seluruh  peserta  dalam  kegiatan  ini.  Peserta  dituntut agar   mampu   menggunakan   kreatifitasnya   dalam   mewujudkan   karya   nyata   berupa kendaraan hemat energi.
KMHE adalah event yang diselenggarakan oleh DIKTI dalam skala nasional, tiap tahunnya memperlombakan mobil kreasi mahasiswa dari berbagai lembaga pendidikan tinggi. KMHE berorientasi pada efisiensi energi dari mobil rancangan mahasiswa hasil pengaplikasian ilmu yang diterima selama kuliah. Perlombaan dibagi menjadi dua kategori berdasarkan kategori kendaraan, yaitu Urban dan Prototype. Mobil dalam kompetisi KMHE dibagi berdasarkan penggerak yang digunakan, di antaranya Motor Bakar (bahan bakar bensin, diesel dan etanol), Motor Listrik, dan Hybrid. (ist/tdj)

Kasus Dwi Hartanto, IST AKPRIND Gelar Konferensi Pers

0

Banyaknya pemberitaan negatif terkait dengan salah satu alumninya membawa beban moral tersendiri bagi IST AKPRIND. Sebagai institusi tempat menimba ilmu dalam menempuh pendidikan Sarjana walaupun sudah 12 tahun yang lalu, IST AKPRIND turut terbawa dalam permasalahan yang dilakukan oleh Dwi Hartanto. Sehingga IST AKPRIND harus memberikan klarifikasi serta penjelasan yang berkaitan dengan beberapa pemberitaan tersebut.

Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T. dalam konferensi pers tersebut kembali mengungkapkan bahwa memang benar Dwi Hartanto yang saat ini ramai diperbincangkan adalah alumni IST AKPRIND Yogyakarta. Dwi Hartanto yang lahir di Madiun tahun 1982 masuk ke IST AKPRIND pada tahun 2001 atau angkatan 2001 pada jurusan Teknik Informatika. Yang bersangkutan lulus empat tahun kemudian yaitu pada Nopember 2005 atau lulus tepat waktu dengan IPK Cumlaude 3,88. Sehingga pada periode tersebut, Dwi Hartanto juga dinyatakan sebagai lulusan terbaik. Selama menempuh pendidikan sarjananya, Dwi Hartanto sama sekali tidak memiliki permasalahan atau pelanggaran akademik. Segala aktivitas akademik selama di IST AKPRIND sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga berhak memperoleh gelar Sarjana. Permasalahan justru timbul saat ini, saat Dwi Hartanto telah meninggalkan IST AKPRIND 12 tahun yang lalu, sambungnya.

Sementara dosen pembimbing Skripsi Dwi Hartanto, Yuliana Rahmawati, S.T., M.T. mengaku sangat kaget dengan kejadian ini. Karena dalam pandangannya, Dwi Hartanto tidak terdapat gelagat yang mencurigakan atau sikap-sikap yang kurang baik selama dalam bimbingannya. Dengan Skripsi berjudul Membangun Robot Cerdas Pemadam Api Berbasis Algoritma Kecerdasan Artificial Neural Network (ANN), Yuliana Rahmawati, S.T., M.T. membimbing bersama Suwanto Raharjo, S.Si., M.Kom. Yuliana Rahmawati mengaku sangat kaget serta kecewa dengan adanya kejadian ini. Beliau berharap dari kejadian ini dapat diambil hikmahnya serta menjadi pembelajaran bukan hanya untuk IST AKPRIND saja tetapi bagi semua pihak yang peduli dengan dunia pendidikan. Yuliana juga berharap Dwi Hartanto dapat memperbaiki sikapnya, dan tetap mampu mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.

Konferensi Pers berkaitan dengan kasus Dwi Hartanto turut dihadiri Ketua I Yayasan Pembina Potensi Pembangunan, Ir. Sagoro Wedy, M.M., Ketua Senat Akademik IST AKPRIND, Wakil Rektor I, II dan III, para Dekan yang ada di IST AKPRIND , Ketua Jurusan Teknik Informatika serta ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) IST AKPRIND. (tdj)

Rektor IST AKPRIND Jelaskan Riwayat S1 Dwi Hartanto

0

Dalam beberapa hari terakhir sempat heboh di beberapa media nasional yang memberitakan tentang seorang ilmuwan dari Indonesia yang sedang menempuh studi di Belanda. Dwi Hartanto, sempat menghebohkan Indonesia dengan informasi berbagai penemuan dan prestasinya sehingga dijuluki “The Next Habbie” hingga akhirnya yang bersangkutan mengklarifikasi sendiri  bahwa prestasi dan penemuan yang sempat dipublikasikan tersebut tidak benar.

Terkait dengan kasus  yang sedang menghebohkan Indonesia tersebut, Rektor IST AKPRIND Yogyakarta Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T dengan didampingi Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Muhammad Sholeh, S.T., M.T., dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiwaaan Alumni dan Kerjasama, Ir. Joko Waluyo, M.T.,  diruang kerjanya Senin (9/10) menyatakan bahwa memang benar bahwa Dwi Hartanto yang membikin heboh di dunia maya dan dunia pendidikan tersebut adalah merupakan alumni IST AKPRIND Yogyakarta.

Rektor mengungkapkan,Dwi Hartanto masuk menjadi mahasiswa di IST AKPRIND Yogyakarta pada tahun 2001 (Angkatan 2001) pada program studi Teknik Informatika yang berada dibawah naungan Fakultas Teknologi Industri. Dengan nomor mahasiswa 01052087, Dwi Hartanto mampu lulus tepat waktu pada tanggal 15 Nopember 2005 dengan predikat Cumlaude karena mampu meraih IPK 3,88. Judul skripsi yang diangkat untuk memenuhi syarat kelulusan adalah “Membangun Robot Cerdas Pemadam Api Berbasis Algoritma Kecerdasan ANN (Artificial Neural Network).  Yang bersangkutan menunjukkan prestasi sebagai lulusan terbaik pada  wisuda periode tersebut. Pada tahun 2005 Dwi Hartanto juga merupakan salah satu mahasiswa berprestasi tingkat kopertis Wilayah V Yogyakarta . Sementara selama menempuh pendidikan di IST AKPRIND tidak menunjukkan atau melakukan kecurangan atau perbuatan tercela sehingga yang bersangkutan gagal dalam mengikuti kegiatan akademik. Semua yang dilakukan saat menjadi mahasiswa berjalan dengan normal dan wajar sehingga syarat untuk mendapatkan status gelar sarjana sudah terpenuhi.

Terkait dengan kiprah dan tindakan yang menghebohkan setelah yang bersangkutan lulus sekitar 12 tahun yang lalu.  Rektor menegaskan bahwa hal tersebut sebagai tanggung jawab pribadi yang bersangkutan, tidak ada kaitannya dan bukan tanggung jawab IST AKPRIND Yogyakarta. Sebab selepas diwisuda pada tahun 2005, praktis tidak terdapat komunikasi lagi antara yang bersangkutan dengan pihak kampus dalam hal ini IST AKPRIND Yogyakarta.  Hal tersebut hampir sama dengan jika terdapat pejabat yang merupakan alumni sebuah Perguruan Tinggi yang melakukan korupsi atau melakukan tindakan melawan hukum lain, hal tersebut merupakan  tanggung jawab pribadi dan bukan lagi tanggung jawab almamaternya dulu.

Sesuai dengan misi IST AKPRIND, Rektor menjelaskan bahwa dalam melakukan proses pendidikan dan pembelajaran kepada mahasiwa senantiasa menekankan kepada nilai, etika, norma dan disiplin, termasuk aspek kejujuran akademis. Berbagai upaya dilakukan sejak mahasiswa diterima melalui  pemberian pembekalan pada masa orientasi studi mahasiswa baru, pelatihan pengembangan kepribadian, kegiatan organisasi kemahasiswaan, sampai pembekalan menjelang wisuda selalu menekankan pada aspek soft skills dan kejujuran.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IST AKPRIND secara lembaga juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan dengan adanya kasus ini. Adanya seorang lulusan IST AKPRIND yang melakukan kebohongan publik tentu kami dan seluruh sivitas akademika IST AKPRIND sangat kecewa, dan kami juga sebagai lembaga ikut merasa bersalah. Rektor juga berharap semoga masyarakat utamnya dunia pendidikan dapat memandang masalah ini dengan arif dan adil serta dapat mengambil pelajaran dari kasus ini.*rev(tdj)

Daftar sekarang