Home Authors Posts by humas

humas

249 POSTS 0 COMMENTS

“Getting to The Great Job”

0

Lulusan perguruan tinggi tidak boleh hanya terpaku pada suatu bidang ilmu saja sehingga menjadi alergi terhadap ilmu yang lain. Karena pada prinsipnya setiap bidang ilmu memiliki keterkaitan dengan bidang ilmu yang lain. Sehingga dalam memecahkan suatu masalah selalu diperlukan bukan hanya satu bidang ilmu saja melainkan multidisiplin ilmu. Demikian disampaikan oleh Ketua I Yayasan Pembina Potensi Pembangunan (YPPP) Ir. Sagoro Wedy, M.M dalam sambutannya dalam Pembakalan Calon Wisudawan IST AKPRIND Periode I, 2017/2018. Dalam acara yang dibuka oleh Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T tersebut, Ir. Sagoro Wedy, M.M menambahkan dalam mengambil keputusan, calon wisudawan diharapkan tidak memiliki sikap ragu-ragu, apakah nantinya akan meneruskan studi, bekerja ataukan berwirausaha.

Pembekalan calon Wisudawan IST AKPRIND periode 1, TA 2017/2018 mengambil tema “Getting to The Great Job” diselenggarakan oleh Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA) IST AKPRIND. Menurut Kepala BAKA IST AKPRIND, Eko Wijanarko, B.Sc., pembekalan kepada calon wisudawan rutin diselenggarakan menjelang pelaksanaan wisuda di IST AKPRIND, hal ini merupakan sebagai upaya memberikan gambaran kepada para calon wisudawan tentang dunia yang akan dihadapi setelah lulus nanti. Sehingga pihaknya selalu berupaya menggandeng pihak-pihak yang berpengalaman dalam hal tersebut sebagai narasumbernya. Begitu pula dengan pembekalan kali ini, mengundang ibu Sylvi Dewajani, seorang konsultan psikologi yang juga merupakan dosen fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) serta ibu Kumalasari Dewi Chung, Senior HR PT. Genting Plantations Nusantara sebagai narasumber.  Eko Wijanarko mengatakan pihaknya sengaja menggandeng narasumber dari latar belakang yang berbeda. Harapanya, para calon wisudawan juga akan mendapatkan jawaban dari sudut pandang yang berbeda pula, baik dari sudut pandang konsultan psikologi maupun sudut pandang dunia industri.

Dalam pembekalan calon wisudawan ini, Sylvi Dewajani banyak memberikan gambaran tentang hal-hal dalam memeprsiapkan diri mulai dari tata cara penulisan lamaran kerja, serta sikap yang harus dilakukan dalam menghadapi wawancara kerja. Sikap dalam menghadapi wawancara sering menjadikan calon tenaga kerja tidak mampu melewati tahap seleksi wawancara. Sementara Dewi Kumalasari Chung, mengungkapkan bahwa sebenarnya dunia industri membutuhkan banyak sumber daya manusia, namun masih sering ditemukan adanya perbedaan kebutuhan di dunia industri dengan kompetensi yang dimiliki oleh lulusan. Selain itu banyak lulusan baru yang kurang mampu bisa mengekplorasikan kemampuannya . (tdj)

Tim Sepak Bola Satria AKPRIND Juara Piala Walikota Yogyakarta

0

Tim sepak Bola IST AKPRIND Yogyakarta yang mengikuti Turnamen Piala Walikota Yogyakarta akhirnya mampu menjadi yang terbaik setelah pada babak final secara mengejutkan mampu mengalahkan tim Marsudi Agawe Santosa (MAS) melalui adu penalti. Pada turnamen yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga kota Yogyakarta tersebut, tim IST AKPRIND yang tergabung dalam Satria AKPRIND mamapu menang 5-3 dalam drama adu penalti yang digelar di stadion Madya lembah UGM, Kamis (31/9).
Pada babak Final Satria AKPRIND mampu unggul terlebih dahulu setelah pada menit 45, Bisma mampu mencetak gol ke gawang MAS. Tetapi pada babak kedua tepatnya pada menit 65, pemain MAS mampu membuat kedudukan menjadi imbang 1-1 hingga peluit akhir dibunyikan. Pada babak adu penalti, akhirnya Satria AKPRIND mampu menggungguli MAS. Dengan menjadi pemenang turnamen Piala Walikota ini, Satria AKPRIND berhak atas Trophy Walikota serta uang pembinaan yang diserahkan oleh Walikota Yogyakarta, Drs. H. Haryadi Suyuti sekaligus menutup turnamen tersebut. (tdj)

Seminar Nasional Anti Korupsi Bersama KPK

0

Banyaknya penyelenggara negara yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan KPK membuktikan semakin kronisnya virus korupsi yang ada di Indonesia. Bagi KPK, penangkapan terhadap penyelenggara negara yang diduga terlibat kasus korupsi bukanlah suatu kebanggaan, tetapi justru membuat prihatin dan menyedihkan. Karena membuktikan bahwa masih banyak penyelenggara negara yang belum berintegritas. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pimpinan KPK Thony Saut Situmorang, saat menjadi pembicara dalam seminar nasional anti korupsi di Auditorium IST AKPRIND Yogyakarta, Rabu (30/08).

Pada acara yang dibuka oleh Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T tersebut Saut Situmorang mengungkapkan jika integritas sudah rendah, maka walaupun sistem , teknologi serta strategi anti korupsi telah dibuat dan diterapkan sedemikian rupa tetapi selalu saja masih ada celah untuk melakukan kegiatan transaksional. Negara sampai dengan saat ini belum mampu membentuk karakter generasi penerus bangsa. Karakter generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa justru dibentuk oleh lingkungan keluarga, tempat tinggal, sekolah serta pusat-pusat keagamaan. Sehingga untuk mengembangkan karakter generasi muda anti korupsi, salah satu upaya yang harus dilakukan oleh KPK adalah dengan mengajak generasi muda dalam memutus mata rantai korupsi dengan masuk kedalam wilayah pendidikan. Hal tersebut sesuai dengan UU KPK yang menyebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas pencegahan tindak pidana korupsi KPK berwenang melaksanakan langkah atau upaya pencegahan dengan menyelenggarakan program pendidikan antikorupsi pada setiap jenjang pendidikan. Sehingga pendidikan anti korupsi harus dilakukan sejak dari jenjang pendidikan anak usia dini sampai dengan perguruan tinggi. Seminar anti narkoba di IST AKPRIND ini menurut Saut Situmorang merupakan bentuk Civil Society Organization KPK. Seingga diharapkan para mahasiswa yang saat ini sedang kuliah, kelak dalam 20 atau 30 tahun lagi akan menjadi pejabat negara yang telah memiliki integritas dan semangat anti korupsi, lanjutnya.

Seminar Nasional anti Korupsi yang mengambil tema Peran Aktif Bangsa Sebagai Pemutus Mata Rantai Korupsi di Indonesia dan sub tema Langkah Preventif Generasi Muda Anti Korupsi diselenggarakan berkat kerjasama IST AKPRIND, KPK, FKKMH UWMY serta beberapa pihak lainnya. Selain menghadirkan pimpinan KPK, pada kesempatan tersbut turut hadir Hasrul Buamona, S.H., M.H., advokat yang juga seorang penulis.  Ketua panitia kegiatan,  Ricad J.V Ada berharap, dalam forum yang singkat ini, mampu menggugah integritas serta pikiran para mahasiswa untuk menjadi benteng pertama anti korupsi dengan melakukan tindakan pencegahan. (tdj)

  Daftar sekarang