Home Authors Posts by humas

humas

255 POSTS 0 COMMENTS

Inovasi dan Kompetensi penting dalam Pengelolaan Lingkungan

0

Kondisi lingkungan Hidup di Indonesia semakin lama semakin menurun. Indeks kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), kualitas air, keberadaan energi fosil, maupun kualitas hutan. Bahkan berdasarkan peta sisa tutupan hutan melalui Google Earth yang diteliti oleh University of Maryland pada tahun 2013,  laju pengurangan keberadaan hutan (deforestasi) Indonesia menjadi yang terbesar di dunia. Antara tahun 2011 hingga 2012 hampir 20 ribu kilometer persegi hutan di Indonesia hilang. Disi lain laju pemanasan Global dan perubahan iklim semakin meningkat. Hal tersebut sangat memprihatinkan, terlebih krisis lingkungan hidup didominasi akibat perilaku kolektof umat manusia serta krisis spiritual. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Tasdiyanto Rohadi, SP., M.Si., C.IEA seorang pengajar Birokrasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang juga ketua Umum Perkumpulan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (PERALHI) saat menjadi pembicara Kuliah Umum di Auditorium IST AKPRIND, Sabtu (23/12).

Sosok yang kesehariannya juga menjabat Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi Lingkungan Hidup Indonesia (LSP-LHI) menambahkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia saat ini terus berupaya untuk melestarikan keberadaan sumberdaya alam sebagai penyangga kehidupan untuk pembangunan keberlanjutan. Indonesia yang pada tahun 2020 akan mendapat bonus demografi dimana jumlah usia angkatan kerja dengan usia 15-64 tahun mencapai 70 persen dari jumlah penduduk. Hal tersebut harus mampu dimaksimalkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya masyarakat agar memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan. Sehingga dapat mengubah perilaku kolektif manusia, terutama dengan pendidikan lingkungan hidup yang menciptakan SDM ber-pengetahuan, ahli/terampil, dan berperilaku baik, tambahnya.

Kuliah umum dengan mengambil tema “Inovasi dan Kompetensi Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Manusia menuju Pembangunan Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Lingkungan tersebut bukan hanya diikuti oleh seluruh mahasiswa Teknik Lingkungan melainkan juga mahasiswa dari jurusan lain di IST AKPRIND. Menurut Purnawan, S.T., M.,Eng selaku Ketua Jurusan Teknik Lingkungan,  tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman mahasiswa serta kompetensi serta inovasinya dalam pengelolaan lingkungan dan sumberdaya manusia. Sehingga mahasiswa akan memperoleh wawasan arti pentingnya kopetensi diri untuk menuju persaingan global. Selain itu mahasiswa juga akan mendapatkan informasi secara langsung dari narasumber/pembicara yang diharapkan mampu meningkatkan motivasi mahasiswa dalam menekuni bidabg ilmu lingkungan hidup. (tdj)

IST AKPRIND Siap Menjadi Tempat Uji Kompetensi Lingkungan Hidup

0

Semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap IST AKPRIND mendorong perguruan tinggi ini selalu berbenah dan meningkatkan kompetensi serta profesionalitasnya. Salah satu yang dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Lingkungan Hidup Indonesia (LSP-LHI). Kerjasama yang diinisiasi oleh Jurusan Teknik Lingkungan IST AKPRIND tersebut sebagai bentuk tersedianya payung hukum untuk melaksanakan kerjasama-kerjasama di bidang lingkungan hidup lainnya. Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan LSP-LHI sebagai payung kerjasama diselenggarakan di Auditorium IST AKPRIND, Sabtu (23/12). Pada kesempatan yang sama juga ditandatangani Perjanjian Kerjasama antara LSP-LHI dengan Jurusan Teknik Lingkungan IST AKPRIND Yogyakarta.

Kerjasama yang akan dijalin menyangkut dengan penyelenggaraan pengembangan sumberdaya manusia yang berkaitan dengan fungsi masing-masing pihak. Dalam kesepahaman tersebut LSP-LHI mendukung pendirian Tempat Uji Kompetensi (TUK) mandiri yang bisa dimanfaatkan mahasiswa, dosen maupun masyarakat umum di bidang lingkungan hidup serta menyelenggarakan sertifikasi kompetensi di bidang lingkungan hidup yang sertifikatnya nanti akan diterbitkan oleh Badan Nasonal Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dalam Nota kesepahaman yang ditandatangani oleh rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T. dan Dr. Tasdiyanto Rohadi, SP., M.Si., C.IEA selaku Ketua LSP-LHI juga berkaitan dengan pelaksanaan pelatihan, workshop, kuliah umum yang berkaitan dengan kegiatan pengembangan sumberdaya manusia di bidang lingkungan hidup serta pertukaran sumberdaya manusia dan informasi dalam rangka pelaksanaan kegiatan dan pengembangan kedua institusi. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Dr. (cd) Joko Christanto, M.Sc, C.EIA salah satu assesor LSP-LHI yang juga Ketua Penyusun AMDAL di LSP-LHI

Tasdiyanto Rohadi saat memberikan sambutan mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini berupaya untuk mencari formula yang tepat dalam menghadapi permasalahan lingkungan. Sehingga nantinya dapat ditemukan formula yang tepat dalam mengelola lingkungan hidup Indonesia kedepan. Salah satu buktinya adalah adanya penggabungan antara lingkungan hidup dengan kehutanan. Walaupun dengan latar belakang ilmu yang berbeda, namun penggabungan lingkungan hidup dengan kehutanan dapat diupayakan dengan pembenahan melalui sumberdaya manusianya. Sehingga Kompetensi dan profesioalitas menjadi hal mutlak yang harus mulai dibangun mulai saat ini. Sementara Rektor IST AKPRIND menyampaikan bahwa IST AKPRIND berupaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dan lulusannya. Salah satunya adalah adanya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi lulusannya. Dengan SKPI, nanti akan diperoleh gambaran kompetensi lulusan IST AKPRIND karena lulusan tidak cukup hanya dengan Ijazah dan Transkrip nilai saja. Dengan penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Rektor berharap akan semakin meningkatkan kinerja dan profesionalitas bukan hanya bagi mahasiswa saja, namun juga para dosen terutama di bidang lingkungan.
(tdj)

IST AKPRIND Terima Kunjungan Sekolah Pascasarjana UNDIP

0

IST AKPRIND Yogyakarta mendapat kunjungan dari Sekolah Pascasarjana Univesitas Diponegoro, Semarang. Kunjungan tersebut dalam rangka studi banding serta sharing pengalaman berkaitan dengan tata kelola di IST AKPRIND. Beberapa bidang yang diharapkan dapat dijadikan sarana sharing diantaranya, layanan administrasi di bidang keuangan, akademik serta pengelolaan aset.

Kunjungan oleh tujuh pegawai administrasi UNDIP yang dipimpin oleh Emma Nooriyana, S.E. tersebut diterima oleh Pimpinan IST AKPRIND dengan didampingi oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Biro Keuangan, Kepala Biro Administrasi Umum serta Kepala Biro Akademik.

Rektor IST AKPRIND mengucapkan terimakasih atas kepercayaan dari Pascasarjana UNDIP, atas dipilhnya IST AKPRIND sebagai tempat melakukan studi banding dan sharing pengalaman. Di usia yang hendak mencapai 46 tahun pada 2018 mendatang, IST AKPRIND masih menjadi PTS yang sangat diperhitungkan khususnya di wilayah Yogyakarta. Sehingga diharapkan dari hasil sharing pengalaman dari kedua institusi tersebut mampu meningkatkan pemahaman, pengalaman serta kinerja pada institusi masing-masing.(tdj)

  Daftar sekarang