Home Authors Posts by humas

humas

223 POSTS 0 COMMENTS

Dua Tim IST AKPRIND Bertanding di PIMNAS 2017

0

Mahasiswa IST AKPRIND kembali ambil bagian dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di tahun 2017 ini. Setelah pada tahun lalu hanya diwakili oleh satu tim, pada PIMNAS 30 Tahun 2017 yang akan diselenggarakan di niversitas Muslim Indonesia 23 – 28 Agustus 2017 tersebut, IST AKPRIND mampu meloloskan satu tim lagi sehingga menjadi dua tim. Tim PIMNAS IST AKPRIND yang dipimpin oleh Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Ir. Joko Waluyo, M.T berangkat menuju Makassar dilepas oleh Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T  pada siang tadi Rabu (23/8).

Dua tim dari IST AKPRIND yang masingmasing diperkuat 4 dan 5 orang tersebut tampil pada dua kategori berbeda. Mereka akan bersaing dengan 420 tim dari 89 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia. Kategori yang akan diikuti oleh Mahasiswa IST AKPRIND antara lain :

Kategori PKM-M (Pengabdian Masyarakat bidang Teknologi Rekayasa dan Rekayasa)
denganjudul “PEMANFAATAN SOLAR BOTTLE LIGHT BULB DI SLUM AREA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA GUNAMENDUKUNGKETAHANANENERGI NASIONAL DENGAN MEMBERIKAN ENERGI TANPA LISTRIK DAN TANPA EMISI KARBON SERTA RAMAH LINGKUNGAN”
Ketua Kelompok Oktivani Khoirun Nisa,
anggota :
Dia Fitrianingsih
Arum Kartika Sari
Rici AnggunPutri, Lilis Indahsari
dosen pembimbing : Nurul Dzakiya, S.Si, M.Sc.

Kategori PKM-PE (Penelitian bidang Teknologi dan Rekayasa)
judul “OPTIMASI PENAMBAHAN PLASTICIZER GLISEROL TERHADAP KARAKTERISTIK EDIBLE FILM DARI PATI ENCENG GONDOK (Eichorniacrossipes)” Ketua Kelompok : Angli Pramudita Kusuma
anggota : Abidah Walfathiyyah
Febi Nur Cahya Witana
Nurriza Qusyairi
Dosen Pembimbing Dewi Wahyuningtyas, S.T, M.Eng.

Ir. Joko Waluyo, M.T berharap pada PIMNAS ke 30 yang mengambil tema Dengan Semangat Kebersamaan dan Persatuan, Mahasiswa Indonesia Menciptakan Karya Kreatif dan Inovatif untuk Kejayaan Bangsa, tim IST AKPRIND mampu mengulang prestasi seperti pada PIMNAS 25, tahun 2012 yang lalu.

IST AKPRIND Peringkat 9 PTN/PTS di Yogyakarta

0

IST AKPRIND mampu masuk dalam 10 besar peringkat Perguruan Tinggi non Politeknik tahun 2017 untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta baik dari PTN maupun PTS versi Kemenristekdikti. Hal tersebut sesuai dengan pemberitaan yang di rilis di laman ristekdikti. Berada di posisi 9, IST AKPRIND berada dibawah 4 PTN dan 4 PTS besar yang ada di Yogyakarta. Sementara untuk peringkat nasional, IST AKPRIND berada pada peringkat 96, sehingga termasuk dalam Daftar 100 Besar Perguruan Tinggi Indonesia Non Politeknik Tahun 2017.

Pemeringkatan ini merupakan upaya dari Kemenristekdikti dalam memetakan mutu dan potensi perguruan tinggi di Indonesia dengan malakukan  pengelompokkan/klasterisasi perguruan tinggi. Pada tahun 2017 ini performa perguruan tinggi Indonesia dinilai dari 4 (empat) komponen utama, yaitu: a) Kualitas SDM; b) Kualitas Kelembagaan; c) Kualitas Kegiatan Kemahasiswaan; serta d) Kualitas Penelitian dan Publikasi Ilmiah.

“Daftar klasterisasi perguruan tinggi ini merupakan data resmi dari Kemenristekdikti yang dapat digunakan sebagai informasi valid bagi masyarakat, jangan percaya data hoax  yang tidak sesuai dengan daftar yang dikeluarkan Kementerian,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir di Jakarta. Menristekdikti menambahkan bahwa pengelompokan/klasterisasi ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan tridharma, termasuk di dalamnya kesehatan organisasi. Dengan klasterisasi, Kemenristekdikti dapat menyusun formula yang tepat dalam melakukan pembinaan perguruan tinggi di Indonesia.

“Klasterisasi ini juga dapat digunakan setiap perguruan tinggi sebagai refleksi dan motivasi bagi peningkatan kualitas perguruan tingginya, baik dari segi kualitas Sumber Daya Manusia, kurikulum, manajemen organisasi, riset, publikasi, pengabdian kepada masyarakat dan aspek lainnya,” imbuh Nasir.
Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti Patdono Suwignjo mengatakan pada tahun ini telah dilakukan penyempurnaan dari tahun sebelumnya. Penyempurnaan tersebut meliputi beberapa perubahan/penambahan indikator sehingga diharapkan komponen utama tersebut dapat lebih mencerminkan kondisi perguruan tinggi Indonesia sesuai dengan cakupan pada masing-masing komponen utama tersebut.
Patdono kemudian menjelaskan pada pengelompokan/klasterisasi tahun 2017 ini, indikator pada Kualitas SDM relatif tetap seperti yang digunakan pada tahun sebelumnya, yaitu meliputi i) presentase dosen berpendidikan S3; ii) presentase dosen dalam jabatan lektor kepala dan guru besar; iii) rasio jumlah dosen terhadap jumlah mahasiswa.

Indikator kualitas kelembagaan mengalami perubahan. Pada tahun sebelumnya hanya dicermin oleh indikator i) Akreditasi Institusi dan ii) Akreditasi Program Studi, maka pada tahun 2017 ini indikator kualitas kelembagaan ditambah dengan indikator i) jumlah program studi yang telah memiliki Akreditasi/Sertifikasi International, dan ii) jumlah mahasiswa asing.
Indikator yang mencerminkan Kualitas Kemahasiswaan tidak mengalami perubahan yaitu prestasi mahasiswa. Akan tetapi variabel yang mencerminkan prestasi mahasiswa tersebut lebih dipertajam dan diperluas, yaitu prestasi mahasiswa secara nasional dan internasional baik dalam kegiatan-kegiatan yang dikelola oleh Kemenristekdikti maupun non-kemenristekdikti, juga tingkat kepedulian perguruan tinggi/institusi terhadap kegiatan kemahasiswaan pun menjadi pertimbangan.
Sedangkan indikator yang mencerminkan Kualitas Penelitian mengalami penambahan yaitu tidak hanya i) kinerja penelitian, dan ii) rasio jumlah publikasi terindeks terhadap jumlah dosen, tetapi juga ditambah indikator terkait kinerja pengabdian pada masyarakat.
Sejalan dengan upaya pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk lebih mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui revitalisasi politeknik, maka klasterisasi perguruan tinggi Indonesia pada tahun 2017 ini digolongkan dalam 2 (dua) kelompok yaitu i) kelompok Politeknik; dan ii) kelompok non-politeknik (universitas, institut, dan lainnya). (tdj)

(sumber : ristekdikti.go.id)

Tim Brahmana IST AKPRIND Siap Kibarkan Merah Putih di Jepang

0

Tim Robot Brahmana IST AKPRIND Yogyakarta mengaku siap mengibarkan bendera Merah Putih untuk mengharumkan nama Indonesia di ajang Kontes Robot Internasional ABU ROBOCON 2017 yang akan diselenggarakan di Ota-City General Gymnasium, Tokyo, Jepang, Minggu (27/8) mendatang. Dengan modal sebagai Juara I Kontes Robot ABU Indonesia 2017, Tim Brahmana IST AKPRIND harus berhadapan dengan 18 tim dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Dosen Pembimbing tim Brahmana, Beny Firman, S.T., M.Eng mengaku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan membawa nama Indonesia di kancah internasional ini. Dengan catatan waktu yang diraih saat mengikuti kontes robot pada tingkat nasional di UPI Bandung lalu maupun pada saat simulasi dan latihan beberapa waktu terakhir, dirinya berharap tim robot Brahmana mampu tampil konsisten. Karena tampilnya tim Brahmana ini bukan hanya membawa nama IST AKPRIND Yogyakarta tetapi juga membawa nama baik bangsa serta negara Indonesia.

Menjelang keberangkatan, tim robot Brahmana IST AKPRIND berkesempatan mohon pamit serta doa bersama dengan pimpinan IST AKPRIND. Acara pamitan dan doa bersama diselenggarakan dengan sederhana. Sebuah tumpeng dengan segenap perlengkapannya menjadi ciri khas dalam mengungkapkan rasa syukur tim IST AKPRIND yang akan berlaga di Jepang. Dalam kesempatan tersebut, rektor berpesan agar setelah di Jepang nanti, tim mamapu tampil maksimal dalam kejuaraan ini. Tampilnya IST AKPRIND pada ABU ROBOCON 2017 ini merupakan sejarah baru bagi IST AKPRIND, beliau juga berharap semua proses dapat berjalan dengan baik. Selain faktor teknis yang menjadi penentu, faktor non teknis seperti mental bertanding di tempat baru serta kekuatan doa juga turut menjadi kunci kesuksesan tim, tutupnnya. (tdj)