Home Authors Posts by humas

humas

373 POSTS 0 COMMENTS

Pembekalan Calon Wisudawan Periode II TA 2017/2018

0

Sebagian besar manusia tidak mengerti apa yang menjadi kekurangan ataupun kelebihan yang ada dalam dirinya. Kalaupun mengetahui kekurangan dan kelebihan, hal tersebut lebih bersifat fisik seperti hidung pesek atau mancung, perut gendut atau langsing, dan lainnya. Namun apabila diminta untuk menunjukkan kekurangan orang lain dengan cepat akan menyebutkannya.Hal tersebut juga terjadi pada calon wisudawan IST AKPRIND saat mendapat pertanyaan dari narasumber saat pemebekalan calon wisudawan periode II Tahun akademik 2017/2018 di Auditorium IST AKPRIND, Rabu (17/1)

Menurut ketua panitia kegiatan, Eko Wijanarko, B,Sc, 164 peserta pembekalan yang akan diwisuda pada akhir bulan Januari ini mendapat tambahan bekal dari alumni yang sudah bekerja serta dari kalangan profesional. Pihaknya sengaja menghadirkan dua narasumber dari latar belakang yang berbeda sebagai upaya memberikan gambaran dari sudut pandang yang berbeda pula. Pembekalan Calon Wisudawan yang mengambil tema “Personal Branding for Planning Your Career” menghadirkan Sugiyanto, S.T dan Erina Chusnulita, S.P., MMH. Erina Chusnulita, praktisi public speaking yang juga seorang trainer tersebut mengungkapkan bahwa Brand adalah Sesuatu yang tidak t erlihat namun efeknya sangat nyata. Sehingga Personal  Branding bukan bertujuan untuk menjadikan diri terkenal namun menjadikannya orang yang terpilih karena memiliki “value”.Hasil penelitian dari Employment Research Institute mengungkapkan jika Hardskill hanya berkontribusi 18% terhadap kesuksesan sementara sebesar 82% tergantung dari kemampuan softskill. Ini membuktikan bahwa ijazah dan nilai tinggi saja tidak cukup untuk menggapai kesuksesan namun juga harus didukung oleh kemampuan softskill seperti Kemampuan komunikasi, public speaking kejujuran,kerjasama, motivasi,adaptasi, interpersonal, pungkasnya. (tdj)

Ekonomi, Sosial dan Lingkungan Hidup Merupakan Pilar Pembangunan Keberlanjutan

0

Peraturan Pemerintah No 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan menyebutkan, bahwa Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada Lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Penerapan AMDAL merupakan penerapan aturan untuk menekan dampak negatif dari pembangunan yang dilaksanakan, sehingga perlu adanya sinergisitas antara pembangunan dan lingkungan hidup. Hal tersebut diutarakan oleh Hendi Hidayat, S.T., M.Si, anggota Dewan Sumber Daya Air DIY saat memberikan pelatihan AMDAL  bagi mahasiswa di auditorium IST AKPRIND, Selasa (16/1).

Sosok yang juga pemilik serta pendiri PT Cahaya Land Site ini mengemukakan bahwa pilar pembangunan keberlanjutan meliputi Ekonomi, Sosial dan Lingkungan Hidup. Berbagai regulasi telah dikeluarkan oleh pemerintah sebagai upaya untuk meminimalkan atau menghindari dampak buruk pembangunan berkelanjutan. AMDAL bertujuan menjaga keserasian hubungan antara berbagai kegiatan agar dampaknya dapat diperkirakan sejak awal perencanaan. Sehingga AMDAL akan berfokus pada analisis potensi masalah, konflik, kendala SDA, pengaruh kegiatan terhadap proyek yang ada. Sehingga dengan AMDAL pemrakarsa dapat menjamin bahwa proyek yang dilaksanakan bermanfaat bagi masyarakat dan aman terhadap lingkungan, tuturnya.

Pelatihan AMDAL bagi mahasiswa IST AKPRIND merupakan rangkaian pelatihan dan workshop  guna mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) setelah pada hari sebelumnya dilaksanakan pelatihan entrepreneurship. Dalam acara dengan moderator Dra. Yuli Pratiwi, M.Si ini bukan hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan semata, namun juga akan memberikan bekal kepada mahasiswa yang akan terjun dalam dunia kerja ataupun dunia industri. Sebab saat ini setiap industri memiliki kewajiban dalam penerapan AMDAL dalam menjalankan operasionalnya.(tdj)

Pengembangan Entrepreneur Mindset

0

Menjadi pengusaha merupakan peluang yang sangat besar untuk meningkatkan perekonomian bangsa. Menurut David Mc Lelland (1987) negara dapat menjadi makmur jika rasio pengusaha minimal 2 persen. Sementara saat ini rasio pengusaha di Indonesia baru sebesar 0,2 persen, sementara Singapura mampu mencapai 7,2 persen, China dan Jepang (10 persen), Amerika Serikat (11,5 persen). Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Aurik Gustomo, MT. Dosen sekaligus praktisi Wirausaha dari Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) saat memberikan pelatiha entrepreneurship bagi mahasiswa di Auditorium IST AKPRIND, Senin (15/1/2018).

Aurik Gustomo mengungkapkan bahwa berdasar penelitian, pengusaha merupakan penyumbang besar bagi perkembangan ekonomi sebagian besar negara (Ogbo, 2012). Bangsa berkembang lebih cepat jika mereka memiliki pengusaha berkualitas tinggi, kreatif, dan inovatif yang menerapkan gagasan baru ke dalam tindakan praktis di setiap bisnis. Sementara Nanang Siswandono, ST, MBA, direktur utama PT Bumi Purnama Raya dan pemilik SPBU 44.555-16 Yogyakarta menandaskan bahwa mulailah usaha dari kecil, yang orang lain tidak pernah memikirkan. Karena menjadi pengusaha harus pandai melihat peluang, fokus pada eksekusi, optimis, bersahabat dengan ketidakpastian, motivasi yang tinggi dan harus berfikir simpel.

Pelatihan Entrepreneurship mengawali rangkaian Pelatihan dan Workshop Guna mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) bagi para calon wisudawan IST AKPRIND periode II Tahun Akademik 2017/2018. Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Tepat Guna dan Kewirausahaan IST AKPRIND, Aji Pranoto, S.Pd., M.Pd manyampaikan bahwa lulusan perguruan tinggi pada umumnya melihat sebelah mata terhadap kegiatan wirausaha. Lulusan perguruan tinggi mayoritas masih mengandalkan ijazah untuk meniti karir di dunia industri. Sementara berwirausaha hanya merupakan keterpaksaan setelah tidak diterima bekerja di instansi yang diharapkannya. Menurut Aji Pranoto, kegiatan yang mengambil tema “Pengembangan Entrepreneur Mindset & Competencies” sebagai upaya positif untuk memotivasi mahasiswa yang akan lulus dalam upaya menciptakan peluang usaha dan menumbuhkan jiwa wirausaha. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara kampus IST Akprind sebagai pihak akademis dalam upaya memotivasi calon lulusan untuk berwirausaha dan berperan dalam membangun perekonomian di masa yang akan datang. Kegiatan ini dapat menggerakkan generasi muda lulusan AKPRIND untuk mencontoh para pengusaha muda yang telah terjun dan berhasil dalam membangun kariernya melalui dunia wirausaha, dan diharapkan mampu mencetak pengusaha-pengusaha muda yang membuka lapangan pekerjaan sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membantu usaha pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.

Pelatihan Entrepreneurship bagi calon wisudawan IST AKPRIND bertujuan untuk menggugah tumbuhnya jiwa berwirausaha bagi para calon lulusan yang akan diwisuda serta memberikan keterampilan yang kompetitif dan  berkualiatas, serta kreatif sebagai bekal dalam berwirausaha setelah mereka lulus. Pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya IST AKPRIND dalam memberikan kualifikasi sertifikasi sebagai pendamping ijazah (SKPI) dalam bidang kewirausahaan. (tdj)

Daftar sekarang