Acara Puncak Dies Natalis ke-52 Ditutup dengan Upacara dan Orasi Ilmiah

0
51

Acara puncak Dies Natalis ke-52 Universitas AKPRIND Indonesia (Akprind University) Tahun 2024 ditutup dengan Upacara dan orasi ilmiah di Auditorium Kampus 1 Akprind University pada Minggu (12/5). Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Anggota Pembina, pengurus Yayasan Pembina Potensi Pembangunan (YPPP), Anggota Pengawas, Senat Akademik, Anggota Dewan pertimbangan, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wil. V DIY Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., serta perwakilan mitra diantaranya bank mitra, Politeknik YKPN, Politeknik Perkebunan LPP, SMK Perindustrian, serta sivitas akademika Akprind University.

Dalam paparannya pada Laporan Tahunan, Rektor Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom., menyampaikan bahwa Universitas AKPRIND Indonesia memiliki visi menjadi Perguruan Tinggi berwawasan lingkungan yang berkelanjutan, inovatif, dan unggul dengan reputasi internasional. Cita-cita tersebut sejalan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0 dekade ini, dimana penciptaan lingkungan belajar yang kondusif dan pembelajaran yang baik merupakan kunci munculnya inovasi-inovasi teknologi dan berbagai kreativitas mahasiswa. Akprind University senantiasa mengedepankan penguasaan IPTEK demi menciptakan lulusan yang kompeten, unggul, dan berdaya saing baik di tingkat nasional maupun internasional.

  • Di sisi lain, Revolusi Industri 4.0 memberikan tantangan baru bagi dunia pendidikan khususnya Perguruan Tinggi. Revolusi Industri 4.0 menuntut pekerja yang bekerja keras, mau dan mampu terus belajar secara mandiri dengan inisiatif untuk mengatur waktu & pekerjaannya. Dan, Perguruan Tinggi dituntut untuk bertahan dan mengembangkan pendidikan dengan nuansa dan cara-cara baru.

Menurutnya, usia Akprind University yang ke-52 merupakan usia yang cukup matang bagi suatu institusi pendidikan, namun tantangan yang dihadapi semakin berat dan kompleks. Hal tersebut dapat dihadapi jika Akprind University terus melakukan perubahan dan perbaikan sistem kerja, serta melakukan peningkatan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan Perguruan Tinggi. Hal ini menjadi latar belakang tema Dies Natalis tahun, yaitu Transformasi Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Visi Menjadi Perguruan Tinggi yang Unggul sebagai Mitra Industri Nasional.

Edhy juga menyampaikan, Akprind University menyelenggarakan 10 Proram Studi (Prodi) S1, 2 Prodi D3, dan 1 Prodi S2. Dan, sejak 28 Feb 2024 tambah Prodi baru Manajeman Retail (S1), bersamaan dengan terbitnya SK Perubahan Bentuk Perguruan Tinggi menjadi Universitas AKPRIND Indonesia. Sejak 13 Mei 2022 pengelolaan Prodi Diploma diwadahi dalam Program Pendidikan Vokasi. Ini dilakukan dengan tujuan agar program vokasi dikelola dengan lebih baik dan lebih fokus, sehingga lulusannya betul-betul terampil dan kompeten. Unit Sekolah Pascasarjana, juga akan segera dibentuk sebagai wadah dan pengelola Prodi jenjang S2. Ke depan, diharapkan segera dibuka prodi baru jenjang S2, menemani Rekayasa Mesin.

Dalam 3 tahun terakhir, IPK lulusan meningkat, masa studi menurun artinya semakin baik. Ke depan Prodi dan UPPS akan dikelompokkan sesuai lembaga-lembaga akreditasi, sehingga memudahkan pelaksanaan dan pemantauan akreditasi, peningkatan layanan, dan lebih leluasa untuk tumbuh dan berkembang.

Mengacu pada dokumen RPJP Akprind University tahun 2019-2044, empat tahun ke depan, telah kita tetapkan 5 (lima) program prioritas, yakni penguatan dan peningkatan penjaminan mutu baik akademik maupun non akademik, peningkatan layanan kepada seluruh pemangku kepentingan oleh semua unit kerja, perluasan akses pendidikan, tracer study dan pengelolaan & optimalisasi peran alumni, serta penggalian sumber dana baru melalui hilirisasi hasil penelitian dan pengabdian dan optimalisasi laboratorium. Kita akan segera membentuk Direktorat AKPRIND Technopark.Nantinya unit baru ini terdiri atas 2 (dua) bagian, yaitu Layanan Pelatihan & Sertifikasi dan Layanan Teknologi. Kemampuan dan kepakaran Dosen dan Mahasiswa akan kita berdayakan, hasil-hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat akan kita sempurnakan sehingga betul-betul sesuai dan mampu menjadi Solusi atas pemasalahan dan kebutuhan riil masyarakat dan industri. “Inilah makna semboyan Jnanadharma yang diamanahkan kepada kita semua di Akprind University”.

Sementara itu, Orasi Ilmiah yang dipaparkan oleh Direktur Politeknik Gistrav Yogyakarta yang juga Direktur Akademi Inovasi Indonesia Salatiga, yakni Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., menjelaskan tentang Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Inovasi Akademik Berbasis ‘Real Industrial-based Learning’ dan Project-based Learning (Menciptakan Lulusan Kompeten, Unggul dan Berdaya Saing).

Menurutnya, perubahan di dunia semakin cepat menjadi gangguan pada kebiasaan dan pola hidup. Ditambah dengan kemajuan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat. Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi harus mampu merespons dengan tepat, kunci utamanya adalah pola pikir yang siap berubah dan menciptakan inovasi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pada kesempatan tersebut, diusulkan sebuah ide untuk menciptakan perubahan konkret yang dapat dilaksanakan, terukur, dan masuk akal. Salah satu metode belajar terbaik adalah dengan mengalami, merasakan, dan berinteraksi nyata di dunia kerja yang sinkron dengan kurikulum di perkuliahan. Hal ini sering disebut Teaching Factory (TeFa).

“Idealnya, kurikulum perlu disesuaikan dan dimodifikasi. Namun, beberapa opsi tidak harus langsung merombak kurikulum secara total karena perubahan secara besar terkait dengan banyak aspek (teknis dan non-teknis).” ujarnya.

Berbagai acara telah diselenggarakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-52 Universitas AKPRIND Indonesia, antara lain bakti sosial, company gathering, ziarah dan tabur bunga, Akprind Award, dan ditutup dengan upacara dan orasi ilmiah. (humas)