7 Mahasiswa IST AKPRIND KKN di Hat Yai, Thailand

0
36

6 mahasiswa Teknik Lingkungan dan 1 mahasiswa teknik elektro akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Luar Negeri. Di Fasilitasi oleh Divisi Urusan Internasional, Badan Perencanaan dan Pengembangan (BP2) IST AKPRIND, ketujuh mahasiswa tersebut nantinya akan ditempatkan di Distrikk Hat Yai, propinsi Songkhla, Thailand Selatan. Tim KKN luar negeri IST AKPRIND rencananya akan berangkat pada tanggal 26 Agustus 2018 dan pelaksanaannya akan berlangsung sekitar 25 hari.

Divisi Urusan Internasional Dr. Muchlis SA., saat mendampingi Tim KKN beraudiensi dengan pimpinan IST AKPRIND , Rabu (16/8) mengungkapkan bahwa mahasiswa IST AKPRIND nantinya akan berkegiatan pada sebuah sekolah yang hampir mirip dengan bangunan pondok pesantren modern di Indonesia. Peserta KKN periode ini masih terbatas pada jurusan Teknik Lingkungan dan Elektro, hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Mahasiswa jurusan teknik Lingkungan diharapkan mampu memberikan solusi terkait permasalahan limbah serta penjernihan air yang bagi masyarakat diwilayah tersebut merupakan sesuatu yang awam. Sementara mahasiswa teknik Elektro akan memberikan pelatihan dan pendampingan terkait dengan kegiatan robotika. Elyawan SA, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Kepala BP2 IST AKPRIND menyampaikan bahwa permasalahan klasik di negeri orang adalah masalah bahasa. Di Hat Yai walaupun wilayahnya berbatasan dengan Padang Besar, Malaysia Utara namun masyarakatnya tidak menggunakan bahasa melayu. Dan belum banyak pula yang menguasai bahasa Inggris. Bahasa yang umum digunakan di Hat Yai adalah Hokkian. Namun hal tersebut diharapkan tidak mengurangi namun justru menambah semangat untuk belajar hal yang baru.

Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., saat menerima audiensi berpesan agar para mahasiswa senantiasa menjaga nama baik. Sebab bukan hanya nama pribadi saja yang dibawa, namun juga nama perguruan tinggi serta nama negara Indonesia turut dibawa dalam KKN ini. Dosen pembimbing lapangan yang turut dalam pelaksanaan ini harus memberikan pengarahan dan bimbingan yang baik selama di lokasi KKN. Pihaknya berharap ini menjadi pionir pelaksanaan kerjasama internasional dan akan menjadi program yang berkelanjutan. Sehingga IST AKPRIND berharap kesan pertama dalam KKN di Thailand ini menghasilkan kesan yang positif bukan hanya bagi IST AKPRIND namun juga bagi masyarakat di wilayah pelaksanaan KKN dan juga mahasiswa sebagai pelaksananya. (tdj)