25 Mahasiswa IST AKPRIND ikuti Diksar Menwa Yudha XLI

0
142

25 Mahasiswa dari berbagai jurusan di IST AKPRIND akan mengikuti pendidikan dasan calon anggota satuan Resimen Mahasiswa Batalyon V IST AKPRIND Yogyakarta. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Ir. Joko Waluyo, M.T., melepas secara resmi peserta pendidikan dasar Yudha XLI Resimen Mahasiswa Batalyon V di halaman IST AKPRIND, Kamis (15/2).

17 mahasiswa dan 8 mahasiswi IST AKPRIND yang mengikuti pendidikan dasar ini nantinya akan bergabung dengan sekitar 240 peserta lain yang berasal dari 23 PTN/PTS di Yogyakarta. Dengan 25 mahasiswa tersebut, IST AKPRIND dinobatkan sebagai perguruan tinggi yang mampu mengirimkan peserta terbanyak dibandingkan perguruan tinggi lain di Yogyakarta. Pendidikan dasar Resimen Mahasiswa Yudha XLI akan berlangsung mulai hari ini hingga Kamis (1/3) mendatang. Joko Waluyo berharap peserta pendidikan ini nantinya akan memiliki sikap mental sebagai angota Resimen Mahasiswa Mahakarta Satuan IST AKPRIND Yogyakarta sehingga mempunyai kesadaran melakukan Bela Negara serta mempertanggungjawabkan tugasnya sebagai Mahasiswa di lingkungan Kampus dan di Masayarakat, khususnya di bidang kepemudaan.

Edi Rahadi selaku Kepala Satuan Menwa Batalyon V IST AKPRIND menyampaikan, pendidikan dasar¬† yudha XLI tahun 2018 ini peserta akan dikarantina terlebih dahulu mulai hari ini Kamis (15/2) hingga Jum’at (16/2) besok siang. Kebetulan tahun ini, IST AKPRIND mendapat kehormatan sebagai tempat karantina peserta pendidikan di Yogyakarta. Bari pada Jum’at siang besok peserta akan bergeser ke Depo Pendidikan Bela Negara Rindam IV Diponegoro di Magelang sebelum kembali lagi ke Yogyakarta, Rabu (28/2) mendatang.¬† Masih menurut Edi Rahadi tujuan pendidikan dasar ini adalah sebagai bentuk pembekalan persiapan calon anggota dalam rangka mengikuti Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa Mahakarta dan menumbuhkembangkan kemampuan calon anggota Menwa sebagai penerus pejuang bangsa, pembela negara dan pembangunan nasional. Sehingga anggota Menwa nanti akan memiliki bekal dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban sebagai warga negara untuk ikut serta dalam usaha pembelaan negara. Dalam pendidikan ini natinya juga akan ditanamkan dasar-dasar kepemimpinan dan kesadaran akan pembelaan negara dengan tidak melupakan tujuan pendidikan akademik dan lainnya. Selain itu juga sebagai upaya membentuk kepribadian dan pola tingkah laku Menwa dalam tatanan pergaulan dan pembawaan di tengah masyarakat luas dengan fisik serta mental yang telah terbentuk, tutupnya. (tdj)